Comscore Tracker

Real Madrid Dapat Lampu Hijau Duetkan Mbappe dan Haaland

LaLiga izinkan Real Madrid bentuk skuad super

Jakarta, IDN Times - Real Madrid mendapat lampu hijau dari LaLiga buat membentuk tim super. Niat mereka menduetkan Kylian Mbappe serta Erling Braut Haaland, dapat restu dari LaLiga.

Manajemen LaLiga memastikan kalau Madrid tak akan langgar aturan salary cap jika menduetkan Mbappe serta Haaland. Sebab, ada beberapa hal yang membuat Madrid bisa mengakomodir proyek tersebut.

1. Madrid punya cukup uang

Real Madrid Dapat Lampu Hijau Duetkan Mbappe dan HaalandPresiden LaLiga, Javier Tebas. (marca.com)

Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyatakan kondisi keuangan Madrid sudah sehat. Dari laporan dan analisis tim keuangan LaLiga, Madrid bisa membangun proyek super dengan Mbappe dan Haaland sebagai target utamanya.

"Madrid telah menerima pemasukan sekitar 200 juta euro (setara Rp3,3 triliun). Mereka punya uang untuk mendatangkan Mbappe dan Haaland. Mereka tidak rugi, malah mereka menciptakan keuntungan," kata Tebas dikuti ESPN.

Baca Juga: MU Kalah dari Real Madrid karena Mimpi Camavinga

2. Keuangan Madrid stabil

Real Madrid Dapat Lampu Hijau Duetkan Mbappe dan HaalandKylian Mbappe dan Erling Haaland. (espn.co.uk)

Beda dengan Barcelona, keuangan Madrid dalam kondisi yang stabil. Setelah melepas Martin Odegaard dan Raphael Varane, Madrid menerima pemasukan yang cukup besar.

Saat merekrut Eduardo Camavinga, Madrid cuma mengeluarkan uang 31 juta euro atau setara Rp521 miliar. Angkanya masih jauh lebih sedikit ketimbang pemasukan saat melego Odegaard dan Varane.

3. Ikut semprot PSG

Real Madrid Dapat Lampu Hijau Duetkan Mbappe dan HaalandPresiden LaLiga, Javier Tebas. (marca.com).

Tebas pun buka suara soal manuver Madrid mendekati Paris Saint-Germain demi merekrut Mbappe di musim panas 2021 lalu. Menurut Tebas, PSG terlalu naif.

Sebab, Mbappe hampir pasti tak bertahan di Parc des Princes. Sikap keras kepala PSG, disebut Tebas, juga bisa jadi bumerang karena sudah ada kerugian yang muncul. Dengan menjual Mbappe, menurut Tebas, PSG bisa memangkas kerugian tersebut.

"Cukup aneh ketika ada klub rugi 400 juta euro dengan beban gaji di atasnya, malah menolak tawaran buat Mbappe. Sistem kontrol di Prancis sudah gagal. Mereka merusak pasar Eropa. Boleh saja pendukung senang dengan PSG yang keluar banyak uang dan memenangkan Liga Champions, tapi sepak bolanya rusak," kecam Tebas.

4. Barcelona mulai pulih

Real Madrid Dapat Lampu Hijau Duetkan Mbappe dan HaalandJoan Laporta. (cbssports.com)

Tak lupa, Tebas buka suara soal kondisi terkini Barcelona. Pasca tampuk kepemimpinan dipegang Joan Laporta, Barcelona mulai pulih.

Memang, utang sebesar 1,35 miliar euro belum bisa dibayarkan. Namun, Tebas mendapat jaminan kalau Barcelona bisa membayar utangnya. Dari informasi valid yang didapat Tebas, Barcelona menerima pemasukan satu miliar euro.

"Artinya rasio pembayaran 1:1. Itu lebih baik dari 70 persen tim di Eropa, unggul atas PSG, dan tim-tim Premier League. Kami pikir aturan kontrol keuangan yang ketat menguntungkan keberlanjutan finansial Barcelona," ujar Tebas.

Baca Juga: Home Sweet Home Madrid: Debut Camavinga dan Hattrick Benzema

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya