Comscore Tracker

Salzburg Lebih Senang Jumpa Chelsea Versi Tuchel, Bukan Potter

Chelsea akan hadapi Salzburg dini hari nanti

Jakarta, IDN Times - Pelatih Red Bull Salzburg, Matthias Jaissle, mengaku kecewa saat tahu tidak akan bertemu Thomas Tuchel dalam duel melawan Chelsea di matchday 2 Liga Champions, Kamis dini hari WIB (15/9/2022). Padahal, Jaissle ingin menghadapi salah satu mentornya, ketimbang manajer baru Chelsea, Graham Potter.

Tuchel memang ditimpa kemalangan. Usai Chelsea kalah dari Dinamo Zagreb, dia langsung dicopot dari posisi manajer Chelsea dan digantikan Potter. Hal itu membuat impian Jaissle untuk reuni dengan Tuchel jadi berantakan.

"Sayang sekali tidak bisa bertemu dengannya," ucap Jaissle dilansir The Sun.

1. Tuchel mentor Jaissle

Salzburg Lebih Senang Jumpa Chelsea Versi Tuchel, Bukan PotterThomas Tuchel. (marca.com)

Jaissle mengaku sangat menantikan duel melawan Tuchel. Sebab, secara pribadi dia mengenal Tuchel dan memiliki hubungan baik, lantaran pernah dibinanya.

Ketika undian keluar, Jaissle sempat merasa gembira lantaran bakal beradu cerdas dengan sang mentor. Sayangnya, impian Jaissle tak jadi kenyataan.

"Setelah undian fase grup, saya sempat berpikir akan bertemu Thomas. Sangat disayangkan, dia sudah tidak di sana. Saya mengenalnya secara pribadi," ujar pelatih 34 tahun itu.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Jelang Duel Chelsea Vs RB Salzburg

2. Tetap profesional

Salzburg Lebih Senang Jumpa Chelsea Versi Tuchel, Bukan PotterManajer RB Salzburg, Matthias Jaissle. (europe-cities.com)

Meski begitu, Jaissle memastikan bakal profesional. Dia tak mau pilih-pilih lawan. Menghadapi Potter, menurut Jaissle, akan jadi tantangan baru baginya. Sebab, selama ini Potter belum pernah menangani klub yang mentas di Liga Champions.

Pastinya, Jaissle dihadapkan pada gaya main misterius Chelsea versi Potter. Apalagi, Potter sama sekali belum mencatatkan debut bareng Chelsea.

"Kami harus profesional. Kami belum melihat bagaimana mereka bermain di bawah asuhan manajer baru. Tetapi, kami tahu kualitas individu lawan, menganalisa karakter, dan ide-ide sang manajer bersama tim sebelumnya. Kami sudah sangat siap," ujar Jaissle.

3. Senang bisa ke Stamford Bridge

Salzburg Lebih Senang Jumpa Chelsea Versi Tuchel, Bukan PotterPelatih RB Salzburg Matthias Jaissle. (newsbeezer.com)

Jaissle mengaku sebenarnya tak sabar main melawan Chelsea di Stamford Bridge. Sebab, atmosfer sepak bola London begitu berbeda.

"Luar biasa, berkendara keliling London, tiba di stadion, dan merasakan atmosfer yang tercipta. Ini adalah impian yang jadi kenyataan," tutur pelatih yang pernah bermain untuk Hoffenheim itu.

Baca Juga: Graham Potter: Sebelumnya Saya Tak Pernah Hadiri Laga Liga Champions

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya