Comscore Tracker

5 Alasan RB Leipzig Menjadi Klub yang Paling Dibenci di Jerman!

Klub yang baru seumur jagung ini dibenci seantero Jerman

RB Leipzig baru berdiri pada tahun 2009 lalu. Klub ini berkembang sangat pesat. Hanya dalam 7 musim saja, RB Leipzig dapat tampil di Bundesliga walaupun memulai liga dari divisi terbawah, yaitu Bundesliga 5.

Namun walaupun baru seumur jagung, RB Leipzig memiliki lebih banyak hater ketimbang fans. Tak main-main, hampir seluruh fans sepak bola Jerman membenci klub asal Jerman Timur tersebut.

Lantas, apa saja yang membuat RB Leipzig sangat dibenci di Jerman? Jika kamu penasaran, yuk simak artikel berikut ini!

1. Mengakali regulasi pemberian nama klub

5 Alasan RB Leipzig Menjadi Klub yang Paling Dibenci di Jerman!bundesliga.com

Pengusaha minuman energi asal Austria, Dietrich Mateschitz, mencoba melebarkan sayapnya di dunia sepak bola. Sebelumnya, Mateschitz telah memiliki New York Red Bulls di Amerika Serikat, Red Bull Salzburg di Austria, Red Bull Bragantino di Brasil, dan Red Bull Ghana.

Kini giliran Jerman yang menjadi destinasi selanjutnya bagi Mateschitz untuk melakukan ekspansi. Langkahnya tidak mudah karena menerima banyak penolakan. Hingga akhirnya pada 2009, dirinya berhasil mengakuisisi klub dari divisi kelima yang berasal dari Leipzig, Markranstadt.

RasenBallsport Leipzig menjadi nama baru untuk klub tersebut. 'RasenBallsport' sendiri artinya adalah klub sepak bola yang disingkat menjadi RB. Hal tersebut dilakukan untuk mengakali regulasi di Jerman perihal larangan menyematkan nama perusahaan pada nama klub.

2. Menyiasati regulasi kepemilikan klub

5 Alasan RB Leipzig Menjadi Klub yang Paling Dibenci di Jerman!nytimes.com

Di Jerman terdapat aturan "50+1" untuk kepemilikan klub. Yang artinya, para investor tidak dapat memiliki klub sepenuhnya karena 51% dari saham klub adalah milik suporter. Hal ini disiasati oleh RB Leipzig dengan cukup cerdik.

Suporter dari RB Leipzig sendiri adalah karyawan dari perusahaan Red Bull. Secara tidak langsung, RB Leipzig merupakan milik sepenuhnya dari perusahaan Red Bull. Hal inilah yang menjadi dasar kebencian publik Jerman pada RB Leipzig.

Baca Juga: Upamecano Hingga Poulsen, 10 Pemain RB Leipzig dengan Harga Tertinggi

3. Sumber dana yang melimpah 

5 Alasan RB Leipzig Menjadi Klub yang Paling Dibenci di Jerman!real-leaders.com

Melesatnya performa RB Leipzig tak lepas dari andil si pemilik, Dietrich Mateschitz. Dirinya memiliki ambisi dalam 8 tahun, klub tersebut harus berada di divisi teratas. Tak heran jika Mateschitz rela menggelontorkan dana yang besar agar tujuannya tercapai.

Hal ini juga yang membuat banyak klub iri dengan kemajuan Leipzig yang instan. Padahal, sepak bola Jerman dikenal dengan pengembangan pemain muda. Namun hal tersebut tidak menjadi prioritas bagi RB Leipzig.

4. Sukses dalam waktu singkat 

5 Alasan RB Leipzig Menjadi Klub yang Paling Dibenci di Jerman!panditfootball.com

RB Leipzig tidak hanya berfokus pada pembelian pemain berkualitas untuk meningkatkan performa. Saat masih berada di divisi keempat, RB Leipzig mendatangkan Ralf Rangnick sebagai salah satu dari direksi klub.

Sejak kedatangan Rangnick pada 2012, RB Leipzig selalu promosi tiap musimnya hingga bermain di Bundesliga pada 2016. Rangnick merupakan salah satu aktor penting di balik kesuksesan RB Leipzig yang terlihat instan.

5. Merusak nilai-nilai tradisional sepak bola Jerman

5 Alasan RB Leipzig Menjadi Klub yang Paling Dibenci di Jerman!bbc.co.uk

RB Leipzig disebut merusak nilai-nilai tradisional sepak bola Jerman. Mulai dari mengakali regulasi hingga filosofi klub yang tidak sesuai dengan kebanyakan klub yang ada di Jerman. Hal tersebut membuat seluruh suporter membencinya.

Bahkan ada beberapa kasus di mana sejumlah suporter pernah menolak untuk tandang ke markas RB Leipzig. Salah satu kasus yang paling parah adalah pada pertengahan Agustus 2016, suporter Dynamo Dresden melemparkan kepala banteng yang berlumuran darah ke dalam lapangan.

Akar kebencian dari para suporter adalah mereka takut jika klub sepak bola hanya dijadikan perpanjangan tangan perusahaan untuk marketing dan penjualan produknya. Hal tersebut sangat berdasar karena di Jerman, klub sepak bola adalah milik suporter itu sendiri.

Baca Juga: Skema Licik Red Bull Leipzig Demi Singkirkan Liverpool

Ahsan Nurrijal Photo Verified Writer Ahsan Nurrijal

instagram.com/ahsan_nurrijal

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya