Comscore Tracker

Bus Dirusak, Presiden Arema FC: Akhiri Rivalitas Negatif!

Arema FC sudah menerima permintaan maaf dari Persebaya

Malang, IDN Times - Presiden klub Arema FC, Gilang Widya Pramana mengutuk keras aksi perusakan bus tim yang dilakukan oleh sejumlah oknum suporter. Aksi perusakan tersebut menimpa bus tim Arema FC yang sedang berada di Yogyakarta dalam rangka persiapan lanjutan Liga 1 menghadapi Persiraja Banda Aceh, Sabtu (23/10/2021). Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut lantaran saat kejadian, bus sedang terparkir di depan hotel tempat Arema FC menginap.  

1. Jadi pelajaran untuk semua pihak

Bus Dirusak, Presiden Arema FC: Akhiri Rivalitas Negatif!Kondisi bagian kaca depan bus Arema FC mengalami pecah kaca. Dok/istimewa

Atas kejadian tersebut, Gilang menyebut bahwa sepakbola sejatinya adalah persaudaraan. Rivalitas hanya terjadi di lapangan dalam waktu 90 menit. Saat itulah adu kualitas permainan, adu strategi, adu fisik dan dan tehnik antar kedua tim yang bermain dilakukan. Untuk itu, Gilang meminta bahwa insiden perusakan tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar segera mengakhiri rivalitas negatif. 

"Korban rivalitas yang berlebihan ini sudah banyak. Makanya kami menyesalkan dan sangat mengutuk perbuatan oknum suporter itu. Tetapi kami ikhlas dan berharap agar insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pengelola klub sepakbola dan supporter untuk  mengakhiri saling dendam dan saling serang," katanya Kamis (21/10/2021). 

2. Sudah terima permintaan maaf Persebaya

Bus Dirusak, Presiden Arema FC: Akhiri Rivalitas Negatif!Ribuan Aremania membawa berbagai spanduk untuk di depan gedung DPRD Kota Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Lebih jauh, Gilang menyebut bahwa manajemen Arema FC menerima permintaan maaf manajemen Persebaya dan menyerahkan sepenuhnya pembinaan oknum suporter kepada pihak kepolisian. Hal itu dilakukan untuk memberi edukasi bahwa tindakan dari oknum suporter tersebut sudah mencoreng nama baik kedua klub juga suporternya. Untuk itu, pelaku harus meminta maaf secara terbuka baik kepada Arema FC dan Aremania, serta Persebaya dan Bonekmania. 

"Pelaku juga harus meminta maaf secara terbuka kepada PSSI dan supporter Indonesia bahwa tindakannya mencoreng image sepakbola nasional yang kini sedang berusaha berprestasi ditengah kondisi pandemi yang serba dibatasi," tambahnya. 

3. Rivalitas adalah adu kreatifitas

Bus Dirusak, Presiden Arema FC: Akhiri Rivalitas Negatif!Ribuan Aremania berjalan ke arah Kantor DPRD Kota Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Tidak hanya itu saja, Gilang menyebut bahwa saat ini sudah bukan zamannya rivalitas saling menyerang. Dendam dan amarah tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan malah akan terus menimbulkan korban jiwa. Saat ini  rivalitas yang sesungguhnya adalah adu kreatifitas dalam memberi dukungan kepada klub yang dicintai. 

"Arema FC, Persebaya dan semua klub Indonesia adalah bersaudara. Jadikan momentum insiden ini untuk memulai sesuatu yang lebih baik yakni damai. Karena damai itu indah, damai itu prestasi," sambungnya. 

Baca Juga: Arema FC Raih AFC Club Licensing Kelima Kalinya

4. Juga berimbas pada prestasi

Bus Dirusak, Presiden Arema FC: Akhiri Rivalitas Negatif!Tangkapan gambar kondisi kaca samping sopir bus Arema FC. Dok/istimewa

Terlepas dari itu, Gilang menilai bahwa jika seluruh suporter di Indonesia bisa berdamai, maka bukan tidak mungkin hal itu bisa berdampak pada prestasi sepak bola Indonesia secara internasional. Terlebih selama ini, Indonesia memang memiliki atmosfer suporter yang luar bisa dan jarang ditemui di tempat lain. 

"Jadi jangan cederai persaudaraan ini dengan rivalitas destruktif. Tetapi jadikan rivalitas yang indah, kreatif, dan bermanfaat bagi banyak orang  serta bersatu padu untuk Indonesia," pungkasnya. 

Baca Juga: Bus Diserang, Arema FC Minta Pendukungnya Tetap Tenang

Alfi Ramadana Photo Verified Writer Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya