Comscore Tracker

5 Bek Tengah U-23 Terbaik di Kompetisi Elite Eropa Saat Ini

Mereka tampil apik di level klub dan negara 

Bek tengah merupakan posisi yang sangat sentral dalam sepak bola. Biasanya klub-klub sepak bola membutuhkan bek tengah yang solid, tangguh, dan memiliki visi permainan yang baik.

Di era saat ini, bermunculan sangat banyak bek muda berkualitas. Dengan status tersebut, tidak mengherankan jika mereka sudah menjadi andalan di level klub dan negara. Berikut lima bek tengah U-23 terbaik di kompetisi Eropa saat ini.

1. Dayot Upamecano 

5 Bek Tengah U-23 Terbaik di Kompetisi Elite Eropa Saat IniDayot Upamecano (bild.de)

Dayot Upamecano memulai karier sepak bola profesional dengan membela RB Salzburg. Pada Januari 2017, sang pemain melanjutkan kariernya di ajang Bundesliga dengan berseragam RB Leipzig. Performanya yang menjanjikan membuat Bayern Munchen kepincut dan memutuskan membelinya pada musim panas tahun lalu.

Meski usianya masih tergolong muda, 23 tahun, Upamecano saat ini sudah menjadi andalan di jantung pertahanan Die Roten. Musim ini pemain berkebangsaan Prancis itu sudah tampil sebanyak 22 kali dan mencetak 1 gol serta 4 assist di semua kompetisi. Di samping itu, Upamecano juga sudah bermain sebanyak 6 kali untuk tim nasional Prancis senior.

2. Matthijs de Ligt 

5 Bek Tengah U-23 Terbaik di Kompetisi Elite Eropa Saat IniMatthijs de Ligt (fcbarcelonanoticias.com)

Matthijs de Ligt sudah tampil impresif sejak usia belasan tahun. Bahkan, sang pemain sempat menjadi kapten tim Ajax Amsterdam di usia yang baru menginjak 19 tahun kala itu. Catatan itu membuat dirinya menjadi kapten termuda dalam sejarah klub Belanda tersebut. Pada musim panas 2019, ia direkrut oleh Juventus dengan biaya yang cukup fantastis, yakni 85,5 juta euro atau setara Rp1,3 triliun.

Meski harus bersaing dengan beberapa bek senior, de Ligt nyatanya masih bisa mendapatkan tempat inti di Turin. Musim ini bek yang sudah berusia 22 tahun itu telah bermain sebanyak 23 kali untuk Juventus. Sementara itu, di level internasional, de Ligt telah mencatatkan 33 kali caps.

Baca Juga: Madrid dan Chelsea Kalah dari Spurs dalam Perburuan De Ligt

3. Alessandro Bastoni 

5 Bek Tengah U-23 Terbaik di Kompetisi Elite Eropa Saat IniAlessandro Bastoni (sempreinter.com)

Alessandro Bastoni tumbuh dan besar di akademi Atalanta. Sempat bermain untuk beberapa tim kelompok umur, ia akhirnya bisa promosi ke skuad utama pada tahun 2017. Tapi, di bulan Agustus pada tahun itu, sang pemain digaet oleh Inter Milan dengan nominal 31 juta euro atau senilai Rp504 miliar.

Ketika itu umur Bastoni masih 18 tahun. Namun, ia saat itu sempat dipinjamkan terlebih dulu ke Atalanta dan Parma. Baru di musim 2019/2020, Bastoni mulai dipercayai untuk tampil reguler di lini pertahanan Inter Milan. Musim ini bek berusia 22 tahun itu telah membuat 26 laga dan menciptakan 1 gol serta 3 assist. Sementara itu, bersama Timnas Italia, Bastoni sudah bermain sebanyak 9 kali.

4. Jules Kounde 

5 Bek Tengah U-23 Terbaik di Kompetisi Elite Eropa Saat IniJules Kounde (skysports.com)

Jules Kounde merupakan pemain didikan akademi Bordeaux. Ia mulai naik kasta ke tim utama pada tahun 2017 silam. Baru dua musim promosi, sang bek kemudian direkrut oleh Sevilla dengan harga 25 juta euro atau setara Rp406 miliar. Tak butuh waktu lama, Kounde langsung tampil mengesankan di musim debutnya bersama klub Spanyol itu.

Bahkan, di musim itu, Kounde berhasil mengantarkan tim memenangi gelar Liga Europa. Musim ini bek kelahiran 12 November 1998 itu sudah bermain sebanyak 25 kali dan mencetak 1 gol serta 1 assist di semua ajang. Kounde juga sudah dipanggil oleh Timnas Prancis sebanyak 7 kali sejauh ini.

5. Wesley Fofana 

5 Bek Tengah U-23 Terbaik di Kompetisi Elite Eropa Saat IniWesley Fofana (skysports.com)

Selain Upamecano dan Kounde, Prancis juga masih memiliki satu bek muda lagi yang sangat menjanjikan, yaitu Wesley Fofana. Ia memulai karier sepak bolanya dengan membela Saint-Etienne. Pada musim panas 2020, sang pemain direkrut oleh Leicester City. Ketika itu klub Inggris tersebut mengeluarkan biaya senilai 35 juta euro atau setara Rp569 miliar.

Sempat tampil impresif musim lalu, Fofana justru belum menunjukkan penampilan terbaiknya di musim ini karena mengalami masalah cedera. Kendati begitu, bek berusia 21 tahun tersebut tetap menjadi incaran klub-klub elite Eropa.

 

Jika melihat performanya di musim ini, sudah selayaknya mereka menjadi andalan bagi negaranya masing-masing di ajang Piala Dunia 2022 nanti. Menurutmu, siapa saja yang berpotensi membawa klubnya meraih gelar juara di musim ini?

Baca Juga: Respect! Brendan Rodgers Tarik Keluar Fofana Agar Bisa Buka Puasa

Auliyau Rohman Photo Verified Writer Auliyau Rohman

Orang biasa yang lagi butuh tidur.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya