Comscore Tracker

5 Kesalahan yang Dilakukan oleh Mikel Arteta Selama Menangani Arsenal

Di bawah Arteta, Arsenal hanya bisa finis di posisi ke-8

Mikel Arteta mulai ditunjuk sebagai pelatih Arsenal pada Desember 2019. Awalnya, pria asal Spanyol itu mendapatkan banyak apresiasi karena berhasil membawa The Gunners memenangi trofi Piala FA dan Community Shield. Setelah keberhasilan itu, banyak yang menilai Arteta bakal menjalani musim 2020/2021 dengan baik.

Sayangnya, tim asal London Utara itu justru tampil melempem di Premier League. Bahkan, Arsenal hanya bisa finis di urutan kedelapan pada kasta tertinggi Inggris tersebut. Catatan tersebut menjadi yang terburuk dalam 16 tahun terakhir. Tentu ada banyak faktor yang membuat Arteta tak bisa membawa Arsenal berjaya pada musim ini. Berikut lima kesalahan yang dilakukan Arteta selama menangani Arsenal.

1. Tidak memiliki komposisi paten di jantung pertahanan 

5 Kesalahan yang Dilakukan oleh Mikel Arteta Selama Menangani ArsenalGabriel Magalhaes. (skysports.com)

Pada awal musim ini, Mikel Arteta sempat mencoba strategi 3-5-2 dengan menempatkan Bukayo Saka dan Hector Bellerin di posisi bek sayap. Performa itu awalnya berjalan sesuai yang diharapkan. Namun, seiring berjalannya waktu, strategi tersebut sudah bisa ditebak oleh para lawannya.

Alhasil, Arteta kembali melakukan perubahan dengan menggunakan strategi 4-4-2. Dalam skema tersebut, Arteta selalu bergonta-ganti dua bek tengah. Semua pemain yang bermain di posisi tersebut dicobanya hingga beberapa bulan, mulai dari David Luiz, Rob Holding, Gabriel Magalhaes, Pablo Mari, hingga Calum Chambers. Hingga kompetisi Premier League berakhir, Arteta belum juga menemukan komposisi paten dan terbaiknya untuk mengisi jantung pertahanan.

2. Tidak mendatangkan pelapis untuk Kieran Tierney 

5 Kesalahan yang Dilakukan oleh Mikel Arteta Selama Menangani ArsenalKieran Tierney. (eurosport.com)

Dalam beberapa pekan awal Premier League, Arsenal terlihat lebih dominan menyerang ke pertahanan lawan melalui sektor kiri yang diisi oleh Kieran Tierney dan Aubameyang. Strategi tersebut memang sempat berjalan baik. Akan tetapi, masalahnya datang ketika Tierney mengalami cedera.

Tak ada pemain yang bisa menggantikan sosok Tierney di posisi bek kiri. Sead Kolasinac dan Ainsley Maitland-Niles sedang dipinjamkan ke klub lain. Sementara itu, Bukayo Saka tampil jauh lebih baik ketika dimainkan sebagai winger. Arteta pun mau tidak mau akhirnya memainkan Cedric Soares di posisi tersebut.

Cedric sendiri tampil tidak terlalu baik karena ia lebih dominan menggunakan kaki kanan. Alhasil, Granit Xhaka digeser posisinya untuk bermain di posisi bek kiri. Meski dikenal sebagai pemain hebat, harus diakui Xhaka juga tak bisa tampil maksimal di posisi tersebut.

Baca Juga: 10 Potret Menawan Kieran Tierney, Bek Muda Arsenal yang Kece Abis!

3. Tidak melakukan pergantian pemain secara menguntungkan 

5 Kesalahan yang Dilakukan oleh Mikel Arteta Selama Menangani ArsenalMomen ketika Aubameyang masuk menggantikan Bukayo Saka di Liga Europa. (dailycannon.com)

Hal yang mengejutkan lainnya adalah keputusan Arteta yang tidak memaksimalkan momen pergantian pemain secara menguntungkan. Beberapa kali Arteta menarik pemain yang tampil buruk di waktu yang sudah terlambat. Alhasil, pemain yang baru masuk pun tidak bisa memberikan banyak kontribusi.

Hal tersebut kerap kali membuat fans Arsenal mengeluh terhadap kebijakan yang dilakukan Arteta. Satu hal yang paling sering adalah memasukkan Willan di 15 menit terakhir. Selain itu, para pemain yang sudah mendapatkan kartu kuning juga diizinkan untuk bermain sampai akhir pertandingan. Hal tersebut tentu saja sangat berisiko dan terjadi beberapa kali. Salah satu contohnya ketika Dani Ceballos mendapatkan kartu kuning kedua saat melawan Villarreal di ajang Liga Europa.

4. Tidak bisa memaksimalkan Lacazette, Aubameyang, dan Pepe 

5 Kesalahan yang Dilakukan oleh Mikel Arteta Selama Menangani ArsenalPepe, Aubameyang, dan Lacazette. (goal.com)

Lacazette, Aubameyang, dan Pepe adalah tiga rekrutan termahal Arsenal sepanjang sejarah. Ketiga pemain itu kebetulan juga bermain di sektor depan. Akan tetapi, potensi mereka tidak bisa dimaksimalkan dengan baik oleh Mikel Arteta. Terkadang, ketiganya memang langsung dimainkan bersama-sama, tapi Arsenal tetap tak tampil istimewa.

Penampilan Arsenal justru membaik ketika memainkan Bukayo Saka di lini depan. Kehadiran Willan juga tidak memberikan pengaruh besar terhadap performa The Gunners pada musim ini. Jika tidak ingin gagal lagi musim depan, Arteta tentu harus menemukan skema terbaiknya, khususnya di lini depan.

5. Kurangnya kreativitas di lini tengah 

5 Kesalahan yang Dilakukan oleh Mikel Arteta Selama Menangani ArsenalThomas Partey. (eurosport.com)

Lini tengah memang menjadi salah satu penyebab Arsenal gagal tampil menjanjikan pada musim ini. Kehadiran Thomas Partey yang dibeli dari Atletico Madrid juga belum memberikan pengaruh yang besar bagi performa The Gunners. Walau begitu, pemain asal Ghana ini telah mulai menunjukkan sedikit harapan untuk Arsenal pada musim depan.

Peminjaman Martin Odegaard dari Real Madrid memang berjalan cukup baik. Namun, tugas lini tengah sepenuhnya tidak bisa diserahkan kepada dirinya seorang diri. Peran Emile Smith Rowe sebenarnya juga cukup menjanjikan pada musim ini, tapi ia masih terlalu muda untuk diberi tanggung jawab besar. Untuk menambah solid kekuatan lini tengah, Arteta kabarnya bakal kembali mendatangkan gelandang baru pada musim panas nanti.

 

Itulah lima kesalahan yang dilakukan Mikel Arteta selama menangani Arsenal musim ini. Jika tidak ingin kembali gagal pada musim depan, pria asal Spanyol itu harus segera bergerak cepat dalam mendatangkan pemain baru dan mengatur strategi yang cocok untuk Arsenal.

Baca Juga: Saat Indomie Berkelindan dengan HK Vittinghus dan Thomas Partey

Auliyau Rohman Photo Verified Writer Auliyau Rohman

Orang biasa yang lagi butuh tidur.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya