Comscore Tracker

5 Fakta Terdegradasinya Genoa ke Serie B pada Musim 2022/2023

Performa Genoa terus mengalami penurunan

Genoa bisa dibilang sebagai salah satu klub kuda hitam di Serie A yang kerap memberikan kejutan bagi tim raksasa. Namun, siapa yang menyangka apabila klub ini termasuk klub tersukses di Italia dengan torehan sembilan kali gelar juara liga dan satu kali juara Coppa Italia. 

Meski begitu, tim asal Kota Genoa ini nyatanya mengalami kemunduran dan harus menerima nasib untuk turun kasta ke Serie B pada musim 2022/2023. Pasalnya, Genoa hanya bertengger di posisi 18 klasemen, di tambah hasil kekalahan pada dua laga akhir melawan Napoli dan Bologna. 

Kabar terdepaknya tim berjuluk Il Grifone ini dari kompetisi Serie A cukup mengejutkan sejumlah pihak. Maka dari itu, terdapat sejumlah fakta menarik di balik terdegradasinya Genoa. Berikut faktanya!

1. Genoa kembali turun kasta usai bertahan 15 tahun di Serie A

5 Fakta Terdegradasinya Genoa ke Serie B pada Musim 2022/2023Pemain Genoa ketika menyapa suporternya. (instagram.com/genoacfcofficial)

Kabar terdegradasinya Genoa ke Serie B cukup mengejutkan berbagai pihak sebab klub ini dikenal sebagai klub tertua di Italia. Bahkan, Il Grifone dikenal sebagai salah satu tim tersukses dan memiliki sejarah panjang di dunia persepakbolaan Italia. 

Akan tetapi, melihat penampilan Genoa sepertinya nasib untuk terdepak dari kasta tertinggi Liga Italia hanyalah menunggu waktu. Hasil ini membuat tim yang berkandang di Stadion Luigi Ferraris itu akan berkompetisi kembali di Serie B setelah 15 tahun berada di Serie A. 

Pada tahun 2005, Genoa juga pernah terjerat skandal pengatuan skor dan membuatnya diturunkan ke Serie C. Hal ini menyusul adanya uang pembayaran senilai 250 ribu euro (Rp388,6) dari Genoa ke Venezia untuk memuluskan langkahnya ke Serie A, dilansir CNN.

Kendati demikian, Genoa mampu tampil prima dan berhasil kembali ke Serie B dalam satu musim. Kemudian pada 2006/2007, Genoa berhasil menapakkan kaki ke Serie A, bersamaan dengan kembalinya Juventus dan Napoli. 

2. Il Grifone beberapa kali mengalami kekalahan telak

5 Fakta Terdegradasinya Genoa ke Serie B pada Musim 2022/2023Domenico Criscito saat merayakan gol ke gawang Juventus. (twitter.com/GenoaCFC)

Pada musim ini, penampilan Genoa bisa dibilang sangat mengecewakan. Bahkan, sepanjang gelaran Serie A 2021/2022, Il Grifone hanya mampu mencapat peringkat tertinggi di posisi 13 klasemen dan sempat menjadi juru kunci klasemen selama 10 pekan. 

Tak hanya itu saja, tim asal kota terbesar keenam di Italia itu hanya mampu menorehkan empat kali kemenangan dan mengalami beberapa kali kekalahan telak. Kekalahan telak pertamanya ketika menghadapi Inter Milan dengan skor 0-4. Kemudian, Genoa kembali kalah di tangan Fiorentina dengan skor 0-6. 

Menjelang akhir musim, Genoa juga masih belum bangkit dan terus menderita kekalahan telak, ketika bersua Lazio (1-4). Penderitaan Genoa terus berlanjut ketika ia dipastikan terdegradasi setelah kalah telak 0-3 dari Napoli dan kembali kalah saat berhadapan dengan Bologna di laga pamungkas. 

Baca Juga: 11 Potret Nicolo Rovella, Pemain Juventus yang Dipinjamkan ke Genoa

3. Genoa mengalami beberapa kali pergantian kepelatihan dalam 5 tahun terakhir

5 Fakta Terdegradasinya Genoa ke Serie B pada Musim 2022/2023Andriy Shevchenko ketika menangani Genoa. (twitter.com/JeffRoader)

Penampilan buruk Genoa pada musim ini tentu tidak dapat dilepaskan dari buruknya manajemen. Bahkan, Genoa disebut telah mengalami beberapa kali pergantian kursi kepelatihan dalam beberapa tahun terakhir. 

Bahkan, tidak ada pelatih yang bertahan lebih dari satu tahun di klub asal wilayah Liguria tersebut. Usai ditinggal Davide Ballardini pada 2018, Il Grifone seakan tidak memiliki pelatih tetap dan terus mengalami pergantian manajerial akibat buruknya penampilan. 

Pada Desember 2020, Ballardini akhirnya kembali ditunjuk untuk melatih Genoa dan berhasil membuatnya menduduki posisi 11 klasemen musim 2020/2021. Pada November 2021, Ballardini resmi dipecat lantaran hanya berhasil menang satu kali dari 12 pertandingan. 

Setelah itu, mandat kepelatihan resmi diserahkan ke Andriy Shevchenko mulai November 2021. Lagi-lagi, Genoa masih belum mampu keluar dari masalahnya dan berakhir dengan pemecatan Shevchenko usai dua bulan melatih, dilansir dari Marca

Kemudian, Abdoulay Konko ditunjuk sebagai pelatih sementara dan bertahan selama dua hari. Baru pada Januari 2022, Alexander Blessin resmi melatih tim yang berkandang di Stadion Luigi Ferraris sampai akhir musim ini. 

4. Sirigu berhasil masuk dalam 10 besar clean sheet terbanyak di Serie A

Meskipun Genoa menjadi salah satu tim dengan penampilan terburuk dan torehan kemenangan paling sedikit di Serie A musim ini. Nyatanya, kiper andalannya, Salvatore Sirigu berhasil unjuk gigi sebagai penjaga gawang berprestasi. 

Kiper berusia 35 tahun itu berhasil menunjukkan bahwa ia mampu masuk peringkat ketujuh penjaga gawang dengan clean sheets terbanyak di Serie A. Sirigu mampu mencatatkan 10 kali clean sheets, meski gawangnya kebobolan 37 gol. 

5. Genoa termasuk tim yang aktif dalam bursa transfer musim 2021/2022

5 Fakta Terdegradasinya Genoa ke Serie B pada Musim 2022/2023Johan Vásquez ketika memperkuat Genoa di Serie A. (instagram.com/johan_pipe)

Pada 2021/2022, Genoa tercatat sebagai salah satu klub yang aktif dalam jendela bursa transfer. Tercatat sudah ada nama-nama pemain terkenal yang didatangkan Il Grifone ke Stadion Luigi Ferraris untuk memperkuat timnya. 

Pemain termahal yang didatangkan Genoa musim ini adalah Kelvin Yeboah dengan harga 6,5 juta euro (Rp101,2 miliar) dari Strum Graz. Kedua ada Lennart Czyborra yang diboyong dari Atalanta dengan banderol 5,5 juta euro (Rp85,6 miliar). Silvan Hefti juga didatangkan dari Young Boys dengan mahar 5 juta euro (Rp77,8 miliar). 

Tak ketinggalan, ada pemain muda Denmark, Morten Frendrup yang diboyong dengan banderol 3,7 juta euro (Rp57,6 miliar). Adapun, Johan Vásquez dari UNAM yang memiliki harga sebesar 3,5 juta euro (Rp54,5 miliar).

Genoa juga mendatangkan Nadiem Amiri dari Bayer Leverkusen dengan status pinjaman. Selain itu, terdapat beberapa nama pemain lain di skuad Genoa. 

Pada musim ini, Genoa sudah menggelontorkan dana sebesar 39 juta euro (Rp607 miliar) untuk merombak skuadnya. Meski sudah mendatangkan sejumlah pemain, tetapi Il Grifone masih belum dapat memperbaiki penampilannya dan seakan sulit untuk dapat bersaing dengan klub Italia lainnya.

 

Sulit memang melihat tim sebesar Genoa harus kembali merasakan terdegradasi ke kompetisi kasta kedua Italia. Kendati demikian, perjalanan Il Grifone masih panjang untuk meningkatkan mental tim agar tidak terjerembab di Serie B dan bisa kembali berkompetisi di Serie A. 

Baca Juga: 10 Fakta Andriy Shevchenko, Pelatih Baru Genoa

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya