Comscore Tracker

Suporter Indonesia Dikeroyok, Mantan Ketum PSSI Kecam Menteri Malaysia

Tuntut permintaan maaf resmi, bukan lewat medsos

Langkat, IDN Times - Anggota DPR sekaligus mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Djohar Arifin Husein, mengecam sikap Menteri Belia dan Sukan Malaysia yang enggan meminta maaf secara resmi kepada Pemerintah Indonesia soal kasus pengeroyokan terhadap suporter Indonesia beberapa hari lalu.

"Saya Djohar Arifin Husin, Anggota Komisi X DPR RI, mengecam keras Menteri Belia dan Sukan Malaysia, karena belum meminta maaf secara resmi ke pemerintah Indonesia," kata Djohar melalui pesan WhatsApp pribadinya, Senin (25/11).

1. Menerbitkan surat permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat

Suporter Indonesia Dikeroyok, Mantan Ketum PSSI Kecam Menteri MalaysiaMenpora-nya Malaysia, Syed Saddiq. instagram/syedsaddiq

Putra berdarah Melayu kelahiran Tanjung Pura, Kabupaten Langkat ini juga menegaskan, terkait hal itu sebelumnya sudah disampaikan kepada Menteri Belia dan Sukan Malaysia. Akan tetapi, ia mengatakan tidak tahu harus meminta maaf siapa.

Lanjut Djohar, seharusnya dia mencontohkan yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, yang pada saat itu dijabat oleh Imam Nahrawi pada bulan September lalu perihal ketidaknyamanan penonton Malaysia di Jakarta.

"Pada waktu itu, Menteri Pemuda dan Olahraga mewakili Bangsa Indonesia, langsung meminta maaf dan menjumpai Menteri Belia dan Sukan Malaysia di Jakarta pada waktu itu, bahkan secara resmi menerbitkan surat permohonan maaf kepada Pemerintah dan masyarakat Malaysia," beber Djohar.

Baca Juga: Akhirnya Menpora Malaysia Syed Saddiq Minta Maaf ke Indonesia

2. Tidak mampu menjaga keselamatan tamunya

Suporter Indonesia Dikeroyok, Mantan Ketum PSSI Kecam Menteri Malaysiahttps://www.pssi.org/

Mestinya, kata Djohar, seharusnya perbuatan tersebut juga harus dicontoh oleh Menteri Belia dan Sukan Malaysia. Sehingga bisa menimbulkan ketidakharmonisan hubungan yang sudah terjalin.

"Jangan seperti saat ini, karena tidak layak dilakukan. Minta maaf atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, karena Pemerintah Malaysia tidak mampu menjaga keselamatan tamunya, yaitu penonton sepak bola Indonesia," ungkap Djohar Arifin Husin dengan kesal.

Atas pernyataan Imam Nahrawi yang meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat Malaysia pada bulan September lalu, sambung Legislator dari Partai Gerindra ini, artinya masyarakat Indonesia menganggap masalah ini telah selesai.

Berdasarkan pernyataan itulah, sambung Djohar, penonton Indonesia merasa yakin datang ke Kuala Lumpur untuk mendukung timnasnya berlaga.

3. Djohar kecewa atas penyerangan tersebut

Suporter Indonesia Dikeroyok, Mantan Ketum PSSI Kecam Menteri MalaysiaRiuhnya pendukung Timnas Indonesia saat menyaksikan tim kesayangan sedang bertanding. IDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Bahkan, kata Djohar, yang membuat penonton asal Indonesia merasa aman, karena mereka dibagi tempat atau slot untuk menonton. "Awalnya penonton Indonesia sangat senang karena bisa berkumpul di satu tempat di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Malaysia," ujarnya.

Namun apa yang terjadi, ucap Pria kelahiran September 1950 ini, kita sangat kecewa dan menyesal karena banyak penonton Indonesia yang diserang, bahkan ditangkap dan ditahan.

Baca Juga: Suporter Indonesia Dikeroyok, 3 Permintaan Kemenpora ke Malaysia

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya