Comscore Tracker

Atletico Nacional, Klub Tersukses di Kolombia dengan Sejarah Brutal 

Sempat terafiliasi dengan Pablo Escobar 

Berasal dari Kolombia yang bukan negara dengan prestasi sepak bola yang mencolok, Atletico Nacional ternyata menempati posisi ke-8 sebagai klub terpopuler di Amerika Latin pada 2021 menurut data Statista. Bila ditilik pada masa lalunya, klub ini memiliki sejarah yang cukup brutal.

Mulai dari keterlibatan Pablo Escobar, sang gembong narkoba dalam pendanaan klub, hingga pembunuhan tragis salah satu pemain bintang mereka, Andres Escobar. Walau prestasinya di level domestik mulai kalah dari Millonarios, Atletico Nacional adalah titik menarik untuk mengenal sepak bola Kolombia secara umum. 

1. Salah satu klub tersukses dan terpopuler di Kolombia 

Melansir laman resmi mereka, klub ini berdiri pada 1947 dengan nama awal Club Atletico Municipal de Medellin. Barulah pada 1950 mereka berganti nama menjadi Atletico Nacional hingga sekarang. 

Sesuai dengan nama awal mereka, klub ini berbasis di sebuah kawasan bernama Medellin. Kawasan yang lekat dengan kemiskinan dan kriminalitas. Bahkan, Medellin dikenal sebagai rumah atau basis gembong narkoba paling disegani di Kolombia, Pablo Escobar.

Basis tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk warga Medellin yang didominasi rakyat kecil dan kalangan kelas menengah bawah yang butuh hiburan dan distraksi dari kehidupan sulit mereka. Tak butuh waktu lama, Atletico Nacional menjadi salah satu klub paling populer di Kolombia dengan basis penggemar yang besar.

2. Punya kaitan erat dengan Pablo Escobar, sang gembong narkoba 

Atletico Nacional, Klub Tersukses di Kolombia dengan Sejarah Brutal Kiper Rene Higuita yang kini menjadi bagian dari staf pelatih Atletico Nacional. (instagram.com/higuitarene1)

Pada 1970—1990-an, klub ini seakan mengalami renaisans. Gelar juara Kolombia mereka raih pertama kali pada musim kompetisi 1953/1954. Setelah paceklik selama hampir 2 dekade, mereka kembali mendominasi Categoria Primera A (liga divisi pertama di Kolombia) pada 1973, 1976, 1981, 1991, 1994, dan 1999. 

Melansir jurnal berjudul "Football Is the Only Thing That Unites Us’: A History of Football Nationalism in Colombia" yang ditulis Peter J Watson, Atletico Nacional menjadi satu-satunya tim di Kolombia sejak 1950-an yang jarang merekrut pemain asing asal negara Amerika Latin lain macam Argentina dan Brasil. Mayoritas pemain mereka bahkan berasal dari anak-anak muda lokal Medellin. 

Hal ini ternyata tidak lepas dari campur tangan sosok Pablo Escobar. Merujuk film dokumenter "The Two Escobars" garapan Jeff Zimbalist dan Michael Zimbalist, kejayaan sepak bola di Medellin didorong oleh pembangunan sebuah lapangan sepak bola oleh sang gembong narkoba.

Dari lapangan tersebut, klub bisa memantau talenta-talenta terbaik dari anak-anak kurang beruntung di kawasan pemukiman tersebut, termasuk Andres Escobar dan sang kiper yang terkenal dengan tendangan kalajengking, Rene Higuita. Pembangunan selesai pada 1960 dan hanya selisih 10 tahun mereka sudah bisa menuai hasilnya. 

Selain Atletico Nacional, Pablo Escobar juga memiliki saham di klub Independiente Medellin. Ia tampak sering menonton pertandingan dua klub asal Medellin tersebut. Bahkan, sesekali mengundang para pemain untuk menghabiskan waktu di rumah mewahnya. Melansir The Guardian, Higuita bahkan pernah tertangkap kamera mengunjungi sang capo di tahanan mewahnya yang berada di perbukitan terpencil.

Baca Juga: CLBK! Suarez Bakal Kembali ke Klub Pertamanya Nacional

3. Berkontribusi dalam kejayaan sepak bola Kolombia sepanjang 1980 sampai 1990-an

Atletico Nacional, Klub Tersukses di Kolombia dengan Sejarah Brutal Tribun dipenuhi suporter Atletico Nacional. (instagram.com/nacionaloficial)

Tak hanya jadi favorit di dalam negeri, pada 1980 hingga 1990-an, Atletico Nacional berkontribusi besar dalam kejayaan sepak bola Kolombia. Pada 1989, mereka memecahkan rekor sebagai tim Kolombia pertama yang berhasil merengkuh Copa Libertadores. 

Saat itu, mereka berada di bawah asuhan pelatih Francisco Maturana yang juga merangkap jabatan sebagai pelatih Tim Nasional Kolombia. Maturana adalah alumni Nacional yang bermain untuk klub tersebut pada era 1970-an.

Sang pelatih memboyong sejumlah pemain kunci Nacional untuk bermain di timnas. Sebut saja Rene Higuita, Gildardo Gomez, Leon Villa, Luis Fernando Herrera, dan Leonal Alvarez. 

Prestasi terbesar Maturana adalah berhasil membawa Kolombia lolos ke Piala Dunia 1990 setelah absen selama 28 tahun. Meski saat itu langkah timnya terhenti sampai babak penyisihan grup, Maturana kembali ditunjuk melatih Tim Nasional Kolombia pada gelaran Piala Dunia 1994. 

4. Ditinggal sejumlah pemain usai insiden pembunuhan Andres Escobar pada 1994

Atletico Nacional, Klub Tersukses di Kolombia dengan Sejarah Brutal Andres Escobar (twitter.com/FIFAWorldCup)

Ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada Tim Nasional Kolombia pada gelaran Piala Dunia 1994 berbuah tragedi. Mereka kalah telak pada babak penyisihan grup dari Romania dan Amerika Serikat. Salah satu kesalahan yang mencolok dilakukan pemain Atletico Nacional, Andres Escobar, yang tak sengaja menendang bola ke gawang timnya sendiri. 

Kekalahan tersebut tepat terjadi ketika Medellin mengalami krisis keamanan usai kematian Pablo Escobar. Tanpa Escobar, Medellin menjadi pusat kriminalitas yang tak lagi terkontrol. Kekerasan dan teror di mana-mana. 

Timnas tak pelak menjadi sasaran ancaman pembunuhan atas performa buruk mereka. Puncaknya adalah pembunuhan brutal Andres Escobar beberapa hari setelah tersingkirnya Kolombia dari Piala Dunia 1994.

Diawali adu mulut dengan beberapa orang, ia akhirnya terbunuh di dalam mobil karena tembakan beruntun. Merujuk The Guardian, dari identifikasi mobil sang pelaku, otak dari pembunuhan tersebut adalah Gallons bersaudara.

Mereka merupakan anak buah Pablo Escobar yang berkhianat dan bergabung dengan Los Pepes. Organisasi paramiliter yang berkomitmen memerangi Pablo Escobar dan berkontribusi terhadap kematiannya pada akhir 1993.  

Semenjak kematian Andres, banyak pemain yang merasa tak lagi aman melakoni profesi mereka sebagai pesepak bola di Kolombia. Sejumlah pemain memilih untuk pindah ke tim lain atau bahkan pensiun dini, termasuk beberapa pemain Atletico Nacional seperti Leon Villa dan Gabriel Gomez. Pada saat yang sama, suntikan dana dari perdagangan narkoba pun surut seiring kematian Pablo Escobar. 

5. Atletico Nacional perlahan lepas dari ketergantungan terhadap uang narkoba

Atletico Nacional, Klub Tersukses di Kolombia dengan Sejarah Brutal Pemain Atletico Nacional merayakan gol. (instagram.com/nacionaloficial)

Sempat terpuruk selama hampir 1 dekade setelah terakhir merebut juara Categoria Primera A pada 1999, Atletico Nacional kembali menunjukkan taringnya pada 2007. Klub tersebut kemudian merebut Copa Colombia sebanyak 4 kali pada 2012, 2013, 2016, dan 2018. Mereka juga menambah daftar panjang gelar juara Categoria Primera A pada era tersebut.

Hingga 2022, klub asal Medellin tersebut sudah merebut 17 juara liga utama dan 5 Copa Colombia. Pesaing terbesar mereka adalah America de Cali dan Millonarios yang masing-masing memiliki lima belas gelar juara liga utama.

Melansir Goal, kedua klub tersebut pernah dimasukkan Amerika Serikat dalam Clinton List, daftar perusahaan yang terafiliasi dengan perdagangan narkoba. Millonarios, misalnya, sempat dimiliki gembong narkoba bernama Gonzalo Rodriguez Gacha alias El Mexicano pada era 1980-an. Merujuk Insight Crimes, pada 2012, Millonarios sempat mempertimbangkan menghapus gelar juara 1987 dan 1988 dari catatan prestasi mereka. 

Sejak 2000-an, klub-klub Kolombia mulai membersihkan diri dari geng kriminal yang pernah menjadi sponsor terbesar mereka. Namun, mengembalikan kejayaan sepak bola Kolombia seperti tahun keemasan mereka pada 1980 hingga 1990-an bukan hal mudah.

Baca Juga: 5 Pemain Pertama yang Dibeli Diego Simeone di Atletico Madrid

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra

Berita Terkini Lainnya