Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?

Jangan jadi pesimis dan nyinyir!

Tim nasional sepak bola Indonesia berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Malaysia dalam laga Selasa (6/9) malam di Stadion Manahan, Solo. Laga uji coba tersebut menunjukkan kalau kesatupaduan dan racikan Alfred Riedl masih ampuh serta memberi hasil positif.

Seperti dikutip dari kompas.com, Boaz Solossa dan Irfan Bachdim tampil gemilang dengan masing-masing mencetak dua dan satu gol. Boaz Solossa tampil mentereng dengan satu assist untuk gol kedua Indonesia yang dicetak Irfan Bachdim. Raut kebahagiaan dan bangga ditunjukkan keduanya beserta pemain lain saat Indonesia unggul atas 'musuh lama'.

Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?goal.com

Bukan hanya semangat pemain di lapangan serta racikan ciamik Riedl, tapi puluhan ribu suporter yang penuhi Manahan menjadi sebuah 'vitamin' penguat. Kerinduan para suporter untuk menyaksikan timnas tampil membuat seisi stadion bergemuruh dan menunjukkan dukungan luar biasa pada pasukan Garuda.

Sejak wasit meniupkan peluit pertandingan, pasukan Garuda terus menekan Malaysia. Malaysia sendiri memang bukan tanpa perlawanan, tapi mereka tampak kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Sampai akhir pertandingan, Stadion Manahan Solo sorak sorai atas kemenangan Indonesia tiga gol tanpa balas atas Malaysia.

Akan tetapi, atas kemenangan itu, ada saja yang kontra. Netizen di dunia maya pun mulai berkomentar atas penampilan Indonesia. Ada yang berbahagia atas kemenangan usai PSSI dibekukan selama satu tahun lebih oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun, ada juga yang tidak berbahagia atas kemenangan ini. Mengapa? Apa yang salah dengan kemenangan ini?

Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?facebook.com
Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?facebook.com

Memang tidak semua rakyat Indonesia dapat menyaksikan laga secara langsung di Solo. Namun, lewat layar kaca saja kebahagiaan kita untuk melihat pemain berseragam merah-putih menggiring bola bundar sangatlah besar. Akan tetapi mengapa kita harus selalu pesimis? Ya, ini pertandingan. Ya, ini tim masih kurang kompak. Namun, ada fakta-fakta lain yang terlewatkan.

Kalian bisa berkata kalau mereka bermain tanpa alur yang baik, tapi sadarkan kalau mereka baru terbentuk dalam kurang dari satu bulan sejak FIFA mencabut hukuman Indonesia?

Baca Juga: Ini Lho Alasannya Kenapa Cowok Penggemar Sepakbola Bisa Jadi Pacar Terbaik Buat Kamu!

Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?facebook.com
Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?facebook.com

Para pemain juga datang dari berbagai kota bahkan negara, tapi mereka pun satu kesamaan, bermain untuk Indonesia. Mereka yang dengan sabar menunggu satu tahun untuk kembali mencetakkan nama di jersey timnas Indonesia.

Tidakkah itu nilai yang harus kita milik? Kebanggaan dan optimisme? Bukannya jadi pesimis yang selalu menganggap kalau Indonesia akan kalah di laga internasional. Berkaca dari pertandingan sebelumnya? Seyakin itukah kalian kalau timnas akan kalah telak lagi di laga 'serius' yang terus disebut.

Tanyakan pada diri kalian sendiri, ketika berada di 'sepatu' mereka, tidakkah kalian bangga mewakili negara ini dalam pertandingan? Meskipun 'hanya laga persahabatan' yang kalian terus ucapkan sebagai kritik tidak membangun itu? Kebanggaan dan semangat pasti ada, tapi melihat pesimis dari para pendukung tidakkah kalian juga sedih sebagai pemain sepak bola?

Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?facebook.com

Apakah yang kalian katakan sebagai 'Indonesia biasa-biasa saja' itu benar-benar anggapan dari lawan? Atau justru kalian sendiri, sebagai rakyat yang menganggap bahwa kemampuan timnas kita 'cetek'? Bentuk pesimis seperti itu yang nampaknya harus dihapuskan. Jujur saja, ketika melihat gerakan para suporter di Mahan kemarin malam, kebahagiaan memuncak dari penonton di layar kaca dan tentunya para pemain.

Dahaga itu mulai dibayar oleh para pemain. Dahaga itu mulai digantikan oleh kemauan Alfred Riedl untuk menangani timnas Indonesia lagi. Tidak bisakah kita tersenyum untuk sekali saja? Tidak bisakah lekukan bibir ini ke atas untuk sekali saja ketika sebuah tim yang berjuang bagi negara kita menang?

Timnas Menang Usai 'Beku' Satu Tahun, Bisakah Kita Tersenyum Sejenak?tren.co.id

Mudah kok. Bentuk optimisme itu beragam, mulai dari mengucapkan rasa syukur atas kemenangan sampai memberikan masukan positif. Bukan hanya kritik yang tidak membangun. Yuk coba tunjukkan optimisme yang pasti ada dalam diri kita masing-masing. Yuk coba berikan dukungan bagi para pemain timnas agar mereka lebih semangat di pertandingan berikutnya.

Karena kita adalah satu. Sepak bolalah yang menyatukan perbedaan kita. Sepak bolalah yang bisa kita jadikan 'obrolan warung kopi'. Prestasi dan pencapaian itulah yang mereka inginkan. Bukan kekalahan. Maka, berhentilah pesimis.

Baca Juga: 17 Foto Paling Memalukan di Dunia Sepak Bola Ini Bisa Membuat Kamu Berkata WOW

Topik:

Berita Terkini Lainnya