Hasil Anniversary Cup 2018: Bahrain Juara, Indonesia di Atas Korea Utara

PSSI Anniversary Cup 2018 secara keseluruhan pertandingan telah berakhir. Ajang yang diikuti oleh empat negara yaitu Bahrain, Uzbekistan, Korea Utara, dan tuan rumah Indonesia juga telah melahirkan sang juara. Bahrain yang tidak diunggulkan dalam turnamen kali ini secara mengejutkan tampil sebagai juara.
Sementara sang unggulan yang meraih gelar Piala Asia U-23 2018, Uzbekistan tidak bisa meraih gelar juara. Sedangkan Korut yang menargetkan juara juga tidak bisa bersaing dengan Bahrain dan bahkan menghuni juru kunci.
1. Indonesia berada di peringkat ketiga lebih baik dari Korut

Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan PSSI Anniversary Cup 2018 memulai laga perdana dengan kurang baik. Berjumpa dengan tim timur tengah Bahrain. Indonesia harus kalah dengan skor 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Marhoon dimenit ke-5 saat laga baru dimulai.
Sementara saat laga Indonesia bertemu dengan Korea Utara berhasil imbang tanpa gol 0-0. Di laga terakhir kontra Uzbekistan, Indonesia juga bermain imbang 0-0. Hasil itu membuat Indonesia meraih 2 poin dengan minus 1 poin dari 1 kekalahan.
Meskipun begitu, Indonesia tidak menempati juru kunci klasemen. Indonesia memiliki poin yang sama dengan Korut yang memilik 2 poin. Namun Indonesia unggul minus gol. Indonesia sendiri menempati peringkat ketiga dibawah Uzbekistan yang meraih 3 poin. Sementara Bahrain kokoh dipuncak klasemen dengan 7 poin seperti dilansir dari @ligasuperindonesia.
2. Bahrain meraih gelar Juara dengan 2 kali menang dan 1 kali imbang

Bahrain dalam turnamen ini yang notabene tidak diunggulkan sukses meraih gelar Anniversary Cup 2018. Bahkan Bahrain mampu meraih poin tertinggi dengan raihan 7 poin dari 2 kali kemenangan dan 1 kali imbang.
Hasil itu diraih kala menang 1-0 atas Indonesia. Bermain imbang 3-3 atas tim kuat Uzbekistan dan secara mengejutkan mampu menaklukan Korea Utara dengan skor telak 4-1 dalam memastikan gelar juara di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/5).
Memperoleh gelar juara tentu membuat pelatih Bahrain sangat senang. “Tentu saya sangat senang karena pemain kami tampil cukup baik pada laga ini. Gelar juara ini modal yang bagus untuk mengangkat moral pemain kami untuk menghadapi Asian Games nanti,” kata Chammam dari pssi.org.
Sementara tim kuat Uzbekistan berada diperingkat kedua dengan 3 kali imbang. Imbang 2-2 atas Korut, imbang 3-3 atas Bahrain, dan ditahan imbang saat berjumpa dengan Indonesia.
3. Anniversary Cup merupakan ajang evaluasi bagi timnas U-23 dan perlu striker tajam

Indonesia dalam ajang Anniversary Cup sama sekali tidak bisa mencetak gol dari tiga pertandingan yang sudah dijalaninya. Meskipun tampil dengan skema yang sangat baik dan mampu mengimbangi lawannya. Namun, timnas masih belum mempunyai ujung tombak yang tajam.
Penyelesaian akhir di depan gawang lawan juga perlu disoroti. Banyaknya peluang mencetak gol bagi timnas U-23 saat kontra lawannya di ajang Anniversary Cup sangat banyak disesalkan oleh berbagai pihak. Untuk itu, ke depannya Indonesia perlu memperbaikinya sebelum ajang Asian Games di mulai.
Nama bomber hatus gol seperti Greg Nwokolo yang permainannya sangat konsisten di Liga 1 perlu dipertimbangkan lagi. Skill bola tinggi dan mampu melewati beberapa pemain. Cocok apabila mengisi lini depan bagi timnas.
Selain itu, Milla juga perlu mempertimbangkan striker tajam lainnya seperti Beto Goncalvez, Ferdinand Sinaga, dan Samsul Arif dalam mengisi lini depan skuad Garuda.


















