Berharap Pencak Silat Bisa Dipertandingkan di Olimpiade

Juara Asian Games tampil di PON Papua

Jakarta, IDN Times - Upaya Indonesia menduniakan olahraga asli bumi pertiwi, yakni pencak silat terus digaungkan. Salah satunya lewat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020.

Ajang ini terus mengupayakan jika seni bela diri asli bumi pertiwi ini bisa diakui dunia. Walhasil, cabang olahraga ini pun dibuat dengan cukup serius. Hal itu dilakukan agar olahraga ini bisa dilirik Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk bisa dipertandingkan di Olimpiade.

“Kalau Korea Selatan punya Taekwondo sebagai cabor asli negaranya, Jepang punya judo yang di antar ke Olimpaide, mengapa Indonesia tak bisa antarkan pencak silat ke Olimpiade? seharunsya bisa,” kata Ketua Umum KONI, Marciano Norman saat membuka cabang olahraga tersebut di GOR HMS Toware, Doyo Lama, Distrik Waibu, Jayapura, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Pencak Silat Jadi Sorotan Presiden Jokowi di Haornas ke-38

1. Jawa Barat diisi skuad menakutkan di cabang olahraga pencak silat

Berharap Pencak Silat Bisa Dipertandingkan di OlimpiadeIDN Times/Helmi Shemi

Dalam cabor ini diperebutkan sekitar 12 medali dari nomor tanding perorangan dan tujuh di nomor seni. Tentu, pencak silat bakal jadi salah satu cabor yang diandalkan beberapa kontingen, seperti Jawa barat hingga DKI Jakarta untuk meraup medali sebanyak mungkin.

Jawa Barat tentu menjadi kontestan yang cukup diunggulkan. Beberapa pemain yang merupakan andalan di pelatnas dan sempat berprestasi di Asian Games tercatat tampil di Papua. Mereka adalah Hanifan Yudani Kusuma hingga Wewey Wita.

Selain itu, Jabar masih diperkuat trio Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, dan Anggi Faisal Mubarok yang juga merebut medali emas  di ajang serupa. bahkan trio ini masih tercatat sebagai pemain pelatnas hingga saat ini.

Baca Juga: Semakin Mendunia, Ini 5 Fakta di Balik Pencak Silat 

2. Ingin pembinaan olahraga pencak silat terkonsep matang

Berharap Pencak Silat Bisa Dipertandingkan di OlimpiadePertandingan pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di GOR HMS Toware, Doyo Lama, Distrik Waibu, Jayapura, Rabu (6/10/2021). (IDN Times/Tata Firza).

Ketum KONI ingin pembinaan cabang olahraga pencak silat bisa memiliki konsep yang baik. Sehingga, untuk menembus Olimpiade bisa dilirik. Selain itu, pergelaran ini juga harus di tata dengan baik, sehingga bisa jadi contoh dan membuat semua negara bisa tertarik untuk bisa juga mempertandingkan pencak silat

“Asian Games, pencak meraih medali terbanyak Indonesia, dari potensi itu sayang jika tak bisa kelola dengan baik,” ujar Marciano.

Terlepas dari itu, harapan banyak pihak termasuk Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI), Prabowo, ingin pencak silat agar semakin mendunia. Oleh sebab itu, momentum PON harus bisa dimaksimalkan dengan baik oleh pengurus hingga atlet-atlet yang bertanding.

3. Ketua IPSI Papua ingin pencak silat digaungkan di Jayapura

Berharap Pencak Silat Bisa Dipertandingkan di OlimpiadePertandingan pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di GOR HMS Toware, Doyo Lama, Distrik Waibu, Jayapura, Rabu (6/10/2021). (IDN Times/Tata Firza).

Sementara, Ketua IPSI Papua, Bisai Rollo sepakat dengan apa yang dikatakan Ketum KONI. Sehingga, ia memastikan gelaran pencak silat di Tanah Papua akan dijalankan dengan baik.

Tak hanya itu, ia juga berharap pencak silat semakin diterima masyarakat di Papua. Maklum, olahraga seni bela diri ini masih belum sepopuler olahraga lainnya, seperti bulu tangkis hingga sepak bola. Padahal, pencak silat punya potensi besar.

Ia pun mengaku, terus mempromosikan pencak silat di Papua. Hal itu pun berdampak cukup baik, karena pencak silat saat ini mulai banyak diminati di Papua. Hal itu tergambar dari kontingen Papua yang menurunkan 23 atletnya di PON XX Papua untuk cabang olahraga pencak silat.

Baca Juga: 6 Perguruan Pencak Silat Indonesia yang Berkembang di Luar Negeri

Topik:

  • Ilyas Listianto Mujib
  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya