Comscore Tracker

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di Timnas

Gavin malang melintang tampil bersama klub besar Liga 1

Jakarta, IDN Times - Penggawa Bali United sekaligus anggota Timnas Indonesia, Gavin Kwan Adsit, merupakan pemain muda bertalenta yang sudah punya banyak pengalaman dalam karier sepak bolanya. Sebab, dia sudah pernah bermain di Eropa hingga klub besar di Indonesia.

Berbekal pengalaman itu, Gavin akhirnya bisa masuk skuat Timnas Indonesia. Dia terus memberikan kontribusi maksimal, entah itu dalam laga uji coba, babak kualifikasi Piala Asia U-23, atau turnamen lain, sampai akhirnya tampil dalam ajang sebesar Asian Games 2018.

Semakin matangnya permainan Gavin baik bersama klub dan Timnas Indonesia membuat dia menjadi incaran beberapa klub besar Liga 1. Hingga, kampiun kompetisi kasta tertinggi Indonesia edisi 2019, Bali United memilih meminangnya.

Mendapat kesempatan langka, Gavin tak ingin menyia-nyiakannya. Dia terus berjuang memberikan kontribusi maksimal, bagi klub asal tanah kelahirannya itu. Sebab, banyak hal yang ingin diraih Gavin Kwan Adsit bersama Bali United.

Namun, semua yang sudah dilaluinya belum sempurna. Sebab, dia belum sekali pun mengantarkan klub atau Timnas Indonesia meraih prestasi tertinggi menjadi juara di suatu kompetisi. Dan, hal itu nampaknya belum bisa diwujudkan pada musim 2019/2020 lantaran kompetisi terhenti akibat virus corona di Indonesia.

Lalu, bagaimana Gavin menjalani kehidupannya sebagai pemain Bali United dan apa saja yang ingin dicapainya? Berikut petikan wawancara IDN Times dengan pemain kelahiran Bali tersebut.

Apa kabar Gavin? Bagaimana Anda menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kepukan pandemik ini?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain baru Bali United, Gavin Kwan Adsit . baliutd.com

Semua tim lagi libur, karena Liga 1 stop (akibat COVID-19). Pastinya selama kekosongan ini saya berusaha untuk tetap fit di rumah, dan pemain lain juga pasti berusah melakukan hal yang sama.

Saya sendiri secara pribadi saat ini banyak belajar melakukan hal-hal baru, seperti memasak, main gitar, dan kursus online yang sedang dijalankan. Jadi pada intinya ya tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, bedanya semua dilakukan di rumah saja.

Paling saya ke luar kalau belanja ke supermarket, atau kalau bosan jalan dengan mobil dengan catatan tetap di dalam agar tetap aman. Dan, pastinya sebagai pesepak bola saya tetap berlatih setiap pukul 17.00 WIT bersama pemain Bali United yang lain yang masih ada di Bali.

Bisa jelaskan kenapa Anda punya hobi baru memasak? Apa masakan favorit yang sering dibuat?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain serbabisa, Gavin Kwan Adsit, resmi bergabung bersama Bali United. Twitter/@BaliUtd

Ya, saat ini saya coba jadi vegetarian, karena saya sedang melihat pemulihan diri saya dengan gaya hidup seperti itu. Sebab, saya baru baca ada banyak hal positif jika kita menjadi seorang vegetarian. Hal itu membuat saya, khususnya bulan ini untuk menekuni hobi memasak.

Ini pertama kalinya saya belajar memasak, karena sebelum ini saya belum pernah masak sama sekali. Paling saya selalu makan di luar atau dibuatkan masakan saja, tapi bulan ini saya cukup improvisasi dalam memasak.

Saya sering memasak tempe, lentil soup, sampai boritto, dan macam-macam makanan sehat yang ada di internet. Khusus saat ini, saya sering masak tempe yang saya goreng dengan minyak sehat, itu juga saya batasi supaya tak terlalu banyak, ditambah cumin sauce, lada hitam, garam dan oregano, saya campur itu dengan salad tomat, sedikit kentang, dan juga bayam. Itu semua jadi makanan pokok saya bulan ini.

Lalu, ada juga lentil soup yang jadi solusi makan protein tanpa daging bersama dengan makan nasi yang dibatasi, yakni sekali atau dua kali seminggu. Sisanya saya ganti dengan roti gandum. Jadi lumayan juga kan karbohidratnya.

Untuk mengatasi lapar, saya makan empat sampai lima kali sehari walau porsi sedikit, tapi lebih sering saja intensitasnya dengan menu camilan sehat seperti tadi yang saya buat. Kadang saya makan oats (gandum) dicampur susu almond atau susu kedelai.

Baca Juga: Kompetisi Liga 1 2020 Libur, Gavin Kwan Adsit Punya Hobi Baru

Latihan apa saja yang kamu lakukan selama pandemik ini? Adakah program khusus yang diberikan coach Teco untuk mengisi kompetisi yang tengah kosong? Lalu ada kendala?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain baru Bali United, Gavin Kwan Adsit . baliutd.com

Setiap pagi saya yoga, karena sebelumnya saya belum pernah yoga juga. Saya ambil latihan yoga pagi hari, sebab kalau sore gerakan-gerakan yoga terlalu lentur jadi eksplosifnya hilang. Jadi saya eksplorasi saja hal baru seperti yoga pada pagi untuk jaga kelenturan dan cek berapa kemampuan saya.

Selain itu, saya juga latihan core atau latihan inti otot. Latihan itu diambil dari program Coach Shi Tae-yong saat menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. Saya coba menjalankan latihan-latihan tersebut, karena sudah saya tulis dan coba dilakukan lagi sendiri.

Sore sih biasanya berlatih dengan pemain Bali United lain, sekitar 3-4 orang. Kita banyak melakukan lari, latihan dengan bola, oper-operan seperti apa yang dilakukan di dalam klub. Namun, kita tak bisa melakukan gim karena kita terbatas orangnya dan membatasi interaksi. Hal itu dilakukan supaya tetap berada di kondisi level tinggi dan bisa kembali aktivitas bermain bola seperti biasa.

Program latihan biasanya kita diminta melakukan lari 15 menit, dan kita tetap menjaga VO2 Max. Saat ini hal itu suda dilakukan beberapa bulan ditambah beberapa variasi agar tak bosan menjalankan program lari saja. Ada juga program sentuhan bola, karena itu sangat penting.

Dalam satu minggu, dua hari saya habiskan khusus untuk lari saja, dan hari-hari berikutnya saya coba shooting bola, gerakan kanan-kiri, sampai mobilitas lainnya agar badan tak terlalu kaku dan bisa melakukan gerakan spesifik di dalam lapangan.

Memang ada kendala, karena latihan tak intens seperti biasanya. Hal itu salah satu alasan saya untuk menjadi vegetarian. Sebab, saya harus menjaga berat badan dengan cara meminimalisir karbohidrat. Jadi saya cukup memakan protein, sayur dan karbo yang sedikit sekali.

Saat latihan yang intensitasnya tak seperti biasa, dibarengi dengan banyak makan karbohidrat itu bisa membahayakan berat badan. 

Sudah libur selama lebih-kurang dua bulan, apa yang dirindukan dari Bali United?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain baru Bali United, Gavin Kwan Adsitdan rekan-rekannya dalam pertandingan babak kualifikasi Liga Champions Asia . baliutd.com

Pastinya semua teman saya dan pelatih. Sebab, setiap hari kita bertemu seperti keluarga dan suasana tim yang akrab serta hangat. Bukan hanya bekerja, setiap hari saya dan teman guyub, itu membuat latihan menjadi seru. Saya rindukan itu semua.

Kenapa demikian? Karena kita bersama selalu bekerja keras dan itu yang membuat saya suka sepak bola dan memberikan saya motivasi berkarier. Bukan hanya soal menang dan meraih gelar juara, tapi proses kerja keras untuk mendapatkan sesuatu itu yang begitu sangat membuat rindu.

Kilas balik nih, bagaimana awalnya Gavin bisa memperkuat klub Eropa?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasGavin Kwan Adsit. (Instagram/@gavinkwanadsit).

Saya dari kecil punya target main di Eropa, mimpi saya bermain di liga Champions Eropa. Awalnya saya mencari peluang-peluang kecil untuk trial di sana, beruntung saat itu di Bali bertemu pelatih AS Roma, mereka saat itu ternyata punya agen di Italia dan saat itu saya ke sana untuk masuk sekolah bola. Di sana banyak kesempatan dilihat pemandu bakat, karena tim saya melawan Torino, Juventus, Genoa, AC Milan juga.

Namun, di Italia hanya memperbolehkan anak berpaspor Italia saja berlatih hingga akhirnya pemain yang tak memiliki paspor negara berjuluk Negeri Pizza itu harus hengkang ke Rumania, Hungaria, dan Yunani. Saya diberi kesempatan ke Rumania, saya trial bersama CFR Cluj dan mereka suka.

Setelah trial itu saya kembali ke Indonesia untuk bergabung ikut Timnas U-19, kan banyak yang tahu akhirnya saya berlatih di situ. Namun, saat itu saya harus pilih karena klub di Rumania hubungi saya lagi untuk merekrut saya, dengan catatan mereka tak mengizinkan saya TC jangka panjang, karena kita tahu TC Timnas U-19 saat itu bisa mencapai satu sampai dua tahun.

Selain itu saya juga sempat ke Inggris dan terakhir ke Jerman sebelum kembali ke Indonesia.

Apakah Anda punya kesulitan bersaing di Eropa hingga akhirnya kembali ke Indonesia?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasInstagram/gavinkwanadsit

Kalau menurut saya, pemain Indonesia bisa masuk akademi Eropa, karena mereka punya banyak tim, ada U-23, U-19, U-18 dan setiap kelompok umur ada tim A-C juga. Masuk akademi di sana development-nya bagus, dan itu baik sekali untuk pengembangan kemampuan sepak bola.

Tetapi, perlu diingat, untuk naik ke tim utama itu berbeda, karena mungkin hanya satu pemain saja yang bisa naik dalam kurun waktu tiga tahun. Akademi memang punya kompetisi, tapi buka artinya semua pemain otomatis naik ke senior, kebanyakan mereka kariernya selesai atau di kompetisi kasta kedua atau ketiga. Sistemnya memang seperti itu, makannya butuh kerja keras dan keberuntungan.

Pelatih juga jadi penentu siapa yang layak masuk tim senior dan itu ada faktor keberuntungan, misalnya salah satu pemain senior pensiun dan pemain baru bisa masuk, karena kalau tidak tim sudah punya banyak pemain.

Lalu setelah ke Indonesia, apakah Gavin menemui kesulitan untuk bisa mengikuti gaya main di kompetisi sepak bola domestik?

Sebetulnya saya lahir dan tumbuh besar di Bali. Sejak umur 16 sampai 17 tahun juga pernah main bersama di match besar, seperti saat Radja Nainggolan main di sini saya main di situ juga. Setidaknya saya punya gambaran bagaimana Liga Indonesia seperti apa.

Saya sebetulnya punya keinginan tetap di luar negeri dua sampai tiga tahun lagi saat itu, tapi ada ajakan di indonesia, karena Mitra Kukar sedang TC di Spanyol, saya diajak main lawan Atletico Madrid, Getafe, Valencia, Villareal, Espanyol, dan Barcelona. Akhirnya mereka meminta saya bergabung dan ikut Mitra Kukar ke Indonesia.

Adaptasi pun bisa dilakukan dengan cepat. Saya memang sering gonta-ganti tim tiap tahun, dan proses itu cukup baik. Walau pun di luar banyak pemain yang jadi musuh di lapangan, kita sebetulnya semua teman dan kenal satu sama lain. Jika dengan Timnas Indonesia itu lebih cepat, paling satu sampai dua minggu saja.

Gavin ini kan dikenal sebagai pemain multiposisi alias bisa bermain di mana saja, adakah posisi paling nyaman selama diperankan di lapangan?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di Timnasinstagram.com/gavinkwanadsit

Saya dulu pernah bermain di wing, tapi sekarang di sepak bola modern posisi itu lebih sering bermain masuk ke dalam dan bek kanan yang ada di sisi luar. Saya lebih senang main di pinggir, sebetulnya saya suka menyerang dan bertahan. Bagi saya menyerang saja gak terlalu asik. Oleh sebab itu saya suka posisi bek kanan.

Saya juga sempat main di posisi striker bersama Barito Putera. Asik juga, tapi emang jarang dapat bola jadi lebih suka jadi wing back saja. Namun, semua kembali ke filosofi pelatih, yang penting saya berkontribusi sebanyak mungkin dalam menyerang sampai bertahan.

Sering gonta-ganti klub, adakah klub yang paling berkesan di hati Gavin?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di Timnashttps://www.instagram.com/p/BzuQChsJiFS/

Sebagai pemain yang penting profesional di manapun saya bekerja dan memberikan 100 persen dalam pertandingan, ya, saya sempat di Mitrak Kukar, Pelita Bandung Raya, Borneo FC. Tapi, Barito banyak membantu saya berkembang sebagai pemain selama tiga tahun menjalani karier.

Di Barito, ada Coach Jacksen F Tiago yang membuat saya jadi pemain lebih baik, karena Beliau bagus dalam komunikasi, sampai meminta saya mengerjakan apa yang harus dikerjakan untuk jadi pemain bagus. Barito Putera membuat saya lebih matang.

Bersama Bali United tentu memberikan kesan buat saya, karena ini merupakan tanah kelahiran saya. Ada kebanggaan tersendiri bisa main di Bali. Sayang, sekarang terjadi corona. Padahal, saya menunggu main untuk Bali United. Mudah-mudahan ke depan bisa memberikan yang terbaik dan berprestasi.

Tapi kembali lagi, tujuan saya bermain sepak bola pastinya profesional di manapun tampil, asal bermain bola di level tertinggi di depan masyarakat dan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Melihat banyaknya pengalaman, otomatis banyak pertandingan yang sudah dilalui oleh Gavin, adakah pertandingan yang paling berkesan dan siapa pemain yang paling sulit dihadapi?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain Bali United, Gavin Kwan Adsit. (baliutd.com).

Semua pertandingan sangat berkesan, cuma yang paling diingat adalah ketika perasaan sedih waktu membela Timnas Indonesia. Kejadian itu terjadi di Asian Games 2018 ketika kami melawan UEA. Pertandingan berjalan seru, karena posisi kita bergantian, awalnya kalah, kemudian menjadi imbang 1-1, balik unggul 2-1, dan terus kejar-kejaran sampai akhirnya penalti dan hasilnya kita tak lolos. Itu gim paling saya ingat.

Kalau pemain yang paling susah dihadapi adalah pemain Timnas Meksiko Giovani dos Santos. Waktu itu saya pernah bermain melawan Villareal saat TC dengan Mitra Kukar di Spanyol. Saat main sulit sekali membaca pergerakannya. Dia tahu kita antisipasi ke mana, dia tahu bagaimana bola bisa lewat, dan dia bisa menendang voli sangat baik, waktu itu dia main 10 menit bisa cetak empat gol ya.

Kalau di Liga Indonesia ada Greg Nwokolo. Sebab, dia punya kapasitas dan pengalaman banyak sekali di kompetisi. Dia tahu momentum dan membaca permainan, dia tahu kapan harus cepat dan pelan. tipuannya memang simpel dan sangat baik.

Jika diberi pilihan untuk tampil bersama Timnas Indonesia dengan pemain pilihan Gavin, siapa saja 11 pemain yang masuk daftar tersebut?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain Bali United, Ilija Spasojevic. baliutd.com

Saya memilih Nadeo Argawinata di posisi kiper, dua stoper di depan ada Hamka Hamzah dan Hansamu Yama, bek kanan saya sendiri, bek kiri ada Rezaldi Hehanusa, sayap kanan ada Irfan Jaya, sayap kiri Greg Nwokolo, serta ada tiga gelandang Hanif Sjahbandi, Hargianto, Septian David Maulana, dan striker diisi Ilija Spasojevic.

Dalam perjalan karier, hal apa yang sangat ingin dicapai dan harapan apa yang ingin diraih bersama Timnas Indonesia?

EKSKLUSIF: Cerita Gavin tentang Sepak Bola Eropa dan Harapan di TimnasPemain Bali United, Gavin Kwan Adsit. (baliutd.com).

Pastinya saya haus gelar juara dan ingin sekali mengangkat piala, itu target saya sebagai pemain bola. Mudah-mudahan kompetisi lanjut lagi Juni, saya kangen bermain bola dan sudah bosan tanpa ada pertandingan di liga dan tak bisa berlatih dengan teman setiap hari.

Berharap bisa juara, saya harus merasakan juara saya sangat haus. Namun, yang penting bisa enjoy selama mungkin sebagai pesepak bola, setidaknya saya punya karier panjang selama mungkin dan pastinya mau memberikan yang terbaik untuk tim dan memberikan gelar.

Kalau bersama Timnas Indonesia, mudah-mudahan kita bisa menang di kejuaraan dunia seperti, AFF, AFC, intinya memberikan prestasi terbaik dan membanggakan Timnas Indonesia.

Baca Juga: Lika-liku Gavin Kwan Adsit, Terlempar di Eropa, Bangkit di Indonesia

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya