Comscore Tracker

Kasus COVID-19 Italia Meledak Pasca Juara Piala Eropa 2020

Terjadi peningkatan kasus signifikan di Italia karena parade

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Italia tengah dipusingkan dengan meledaknya kasus COVID-19 di wilayahnya. Ledakan kasus ini, disinyalir merupakan dampak perayaan besar-besaran suporter Italia usai menjadi juara Piala Eropa 2020.

Masyarakat memang banyak yang turun ke jalan untuk menikmati euforia kemenangan negaranya di ajang empat tahunan ini. Terlebih, sudah cukup lama Italia tak bisa meraih gelar di ajang internasional. Walhasil, mereka begitu bersuka cita berkumpul bersama di jalan.

1. Kasus COVID-19 di Italia meningkat lebih dari 200 persen dalam dua pekan terakhir

Kasus COVID-19 Italia Meledak Pasca Juara Piala Eropa 2020Seorang pekerja membersihkan Rialto Bridge dengan cairan desinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Venesia, Italia, pada 13 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Manuel Silvestri

Laporan Worldometers menunjukkan, ada 45 ribu lebih kasus baru di Negeri Pizza pada 20 Juli 2021. Tercatat pula, terjadi peningkatan 230 persen kasus COVID-19 baru dalam dua pekan. Cukup signifikan jumlahnya.

Puncak kerumunan masyarakat terjadi saat parade juara Piala Eropa 2020 pada 12 Juli 2021. Mereka begitu antusias menyambut tim kebanggannya pulang dengan membawa trofi di atas bus dengan atap terbuka. Hal itu bahkan sempat membuat pejabat di otoritas kesehatan Lazio, Alessio D’Amato naik pitam.

Baca Juga: 3 Wonderkid Tak Dikenal Meledak di Piala Eropa 2020

2. Presiden FIGC disalahkan atas meningkatnya kasus COVID-19

Kasus COVID-19 Italia Meledak Pasca Juara Piala Eropa 2020Fans merayakan saat para pemain Italia melambai di dalam bus selama tur saat tim Italia berkendara melalui Roma dalam tur bus terbuka setelah mereka memenangkan Euro 2020, Roma, Italia, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Yara Nardi

D’Amato bahkan menyebut Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, menjadi penyebab terjadinya kenaikan kasus COVID-19 di Italia. 

"Kami membayar untuk apa yang disebut 'efek Gravina', beruntung tak ada komplikasi di rumah sakit. Kasus-kasus baru masih diprediksi terus meningkat karena keteledoran dalam perayaan Piala Eropa," ujar D’Amato dikutip Roma Today.

3. Anak muda banyak jadi penderita

Kasus COVID-19 Italia Meledak Pasca Juara Piala Eropa 2020Fans merayakan saat para pemain Italia melambai di dalam bus selama tur saat tim Italia berkendara melalui Roma dalam tur bus terbuka setelah mereka memenangkan Euro 2020, Roma, Italia, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Guglielmo Mangiapane

Jumlah kasus baru yang terkonfirmasi, terjadi paling banyak di wilayah Lazio dalam tiga hari terakhir. Wilayah ini bahkan menunjukkan kasus tertinggi hingga pekan ini. Fenomena tersebut semakin menunjukkan jika parade yang digelar beberapa pekan lalu jadi penyebabnya.

Namun, sampai sejauh ini, otoritas kesehatan setempat menunjukkan jika penyebaran virus ini terjadi kepada anak-anak muda dengan rata-rata usia 28 tahun. Hal itu terjadi lantaran banyak dari anak muda tersebut belum melakukan vaksinasi.

"Kebanyakan anak muda masih belum divaksin. Berarti, sekali lagi jadi bukti betapa pentingnya vaksinasi demi mencapai kekebalan bersama," jelas D’Amato.

Baca Juga: Ide Gila Italia dan Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya