Comscore Tracker

Persahabatan Tak Biasa Buffon dan Pirlo di Juventus

Buffon sempat bingung mau panggil Pirlo apa

Jakarta, IDN Times - Perpisahan tak bisa dihindari dalam perjalanan hidup, termasuk di ranah bal-balan. Persahabatan dalam satu tim terkadang harus berakhir, entah salah satunya karena berganti klub atau pensiun. Hal itu dirasakan Gianluigi Buffon saat Andrea Pirlo memilih hengkang ke MLS. 

Buffon kehilangan sosok penting yang acap kali menemaninya di lapangan saat berseragam Juventus. Maklum, keduanya sudah sering bersama sejak masih membela Timnas Italia di level junior. 

"Saya memang sangat dekat dengan Pirlo. Kami bersahabat sejak kecil, termasuk dengan Gennaro Gattuso ketika masih belia," kata Buffon mengenang persahabatannya, dikutip Football Italia.

Pirlo memasuki masa senja dalam kariernya pada 2015, memutuskan angkat kaki dari Si Nyonya Tua lantaran sudah sulit bersaing memperebutkan tempat di tim utama. Dia akhirnya bermain untuk New York City FC selama dua musim, lalu memilih gantung sepatu pada 2017. 

1. Reuni di Juventus dengan peran yang berbeda

Persahabatan Tak Biasa Buffon dan Pirlo di JuventusGianluigi Buffon (kiri) dan Andrea Pirlo (kanan). (90min.com).

Perpisahan dua sahabat karib itu terus berlanjut. Pirlo mulai meniti karier sebagai pelatih, sementara Buffon masih aktif bermain dan mencoba peruntungan dengan Paris Saint-Germain (PSG) selama satu musim, tepatnya pada 2018. Hingga, akhirnya Buffon kembali ke Juventus di 2019. Keduanya hampir mustahil kembali bekerja sama dalam satu tim mengingat Buffon juga tengah berada di pengujung karier.

Kenyataan bicara sebaliknya. Mereka reuni di Juventus, namun dengan situasi yang berbeda. Pirlo tak lagi menemani Buffon di lapangan, melainkan di bench pemain. Sebab, posisi Pirlo adalah pelatih Juventus.

Pirlo didapuk sebagai pelatih Juventus untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Maurizio Sarri pada Agustus 2020. Buffon pun tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya kembali bekerja sama dengan Pirlo.

2. Buffon sempat bingung menyebut sahabatnya apa

Persahabatan Tak Biasa Buffon dan Pirlo di Juventusskysports.com

Usianya memang tak terpaut jauh. Buffon kini berusia 43 tahun, sementara Pirlo lebih muda setahun darinya. Cukup unik, karena Pirlo yang sudah berstatus pelatih, malah lebih muda dari pemainnya.

Buffon bahkan sempat berkelakar di media sosialnya kala Pirlo pertama kali diumumkan sebagai juru taktik Juventus. Dengan nada bercanda, dia mengatakan harus menyebut Pirlo, sahabatnya itu apa?

"Apa saya harus menyebutmu mister sekarang? Semoga Anda berhasil melalui tantangan baru ini," cuit Buffon dalam akun Twitter pribadinya disertai unggahan foto.

Baca Juga: 5 Kiper Tertua yang Tampil di Serie A Abad 21, Buffon Salah Satunya!

3. Hormati peran Andrea Pirlo sebagai pelatih

Persahabatan Tak Biasa Buffon dan Pirlo di Juventusstandard.co.uk

Walau secara usia lebih tua, Buffon tetap menghormati sahabatnya itu sebagai pelatih. Dia secara profesional membedakan mana urusan di dalam dan luar lapangan. Buffon menerima sepenuhnya keputusan Pirlo di atas lapangan saat memimpin Juventus.

"Kami memang bersama di sini, tapi perannya berbeda. Dia memainkan peran sebagai pelatih, sementara saya pemain," ujar Buffon. 

"Berbeda ketika kami tak berada di lapangan, saat bersama-sama pergi. Kami bisa seperti Gigi dan Andre (Gigi Sammarchi and Andrea Roncato, pasangan komedian asal Italia),” lanjut dia.

Hal itu menyiratkan jika dirinya menerima keputusan Andrea Pirlo yang tak lagi menjadikannya kiper utama di Juventus. Pirlo paham jika kepentingan tim di atas segalanya, termasuk membatasi waktu bermain Buffon.

4. Gianluigi Buffon bakal pensiun pada 2023

Persahabatan Tak Biasa Buffon dan Pirlo di Juventusjuventus.com

Buffon menyadari sudah dimakan usia. Dia tak masalah posisinya di bawah mistar gawang Juventus diganti kiper Polandia, Wojciech Szczesny. Sepanjang musim ini, Buffon baru mencatatkan 10 penampilan di bawah mistar gawang Juventus.

Atas situasi tersebut, Buffon sudah berpikir untuk gantung sarung tangan. Namun, dia belum bisa benar-benar memutuskan berhenti kapan, bisa jadi akhir musim ini atau beberapa tahun ke depan. 

"Sebagai pelajaran, jika segala sesuatu di dunia ini tak ada yang pasti. Coba lihat, saya sebenarnya sudah berpikir untuk pensiun. Saya menentukan batas waktu maksimal pada Juni 2023," ujar Buffon.

Namun, itu tak dijadikan acuannya. Buffon menyebut, bisa saja berhenti bermain pada akhir musim ini. Tergantung apakah masih memiliki hasrat di sepak bola atau tidak. Hanya saja, batas maksimal itu jadi akhir perjalanannya sebagai pemain.

Pertanyaannya, akan jadi apa Gianluigi Buffon usai mengakhiri karier sebagai pemain? Apakah dia bakal tetap mendampingi Andrea Pirlo sebagai asisten pelatih? Keputusannya kelak, layak untuk dinantikan.

Baca Juga: Rasa yang Aneh dari Barcelona, Real Madrid, dan Juventus

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya