Comscore Tracker

Preview Prancis vs Jerman: Tak Mau Terganggu Trauma

Jerman sempat dibekuk Prancis di fase gugur Piala Eropa 2016

Jakarta, IDN Times - Ketika sepasang tim yang sama-sama menyandang predikat spesialis turnamen bertemu sejak fase penyisihan, pemenangnya tak lagi ditentukan oleh materi skuad. Melainkan, faktor mental dan strategi pelatih.

Hal itu yang bisa tergambar dari duel Prancis kontra Jerman yang menjanjikan permainan menyerang atraktif dari ujung ke ujung di sisi masing-masing tim pada Piala Eropa 2020, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. 

Jerman, kala masih berlabel Jerman Barat hingga bersatu, tak bisa diasosiasikan sebagai tim yang kerap merasakan demam panggung. Empat titel juara Piala Dunia, terakhir pada 2014, ditambah tiga gelar Piala Eropa, menjadi bukti sahih soal label spesialis turnamen. 

Status Der Panzer pun saban melakoni turnamen akbar tak sebatas spesialis saja, tapi juga berlabel mesin diesel, yang justru semakin memanas mendekati pengujung kejuaraan. Meski mengawalinya dengan kurang meyakinkan, mereka bisa menutupnya dengan gemilang. 

1. Joachim Loew tak mau terganggu kekalahan timnya di Piala Eropa 2016

Preview Prancis vs Jerman: Tak Mau Terganggu TraumaPrancis bakal bentrok dengan Jerman dalam laga perdananya di Piala Eropa 2020. (bundesliga.com).

Deretan tujuh gelar prestisius ini pernah diraih saat pertemuan Jerman kontra Prancis di pertengahan jalan. Saat menjuarai Piala Dunia 2014, Jerman sempat menumbangkan Prancis di perempat final. Mereka mampu membuat Prancis berantakan hingga mampu meraih trofi ketiga di Piala Dunia.

Ya, Jerman juga pernah merasakan hal serupa saat duel kontra Prancis di babak knock-out. Saat Piala Eropa 2016, mereka dihancurkan tuan rumah Prancis yang tampil menawan sepanjang laga. Hal itu menjadi bumbu panas pertemuan keduanya di ajang ini.

Setelah itu, Prancis begitu digdaya. Pascakekalahan di Piala Eropa edisi ke-15. Hasilnya, dua hasil imbang dan satu kekalahan diraih tim besutan Joachim Loew. Ditambah dua kekalahan di laga sebelumnya, Jerman masih inferior dibanding Prancis dalam lima pertemuan terakhir.

“Saya tak pernah memikirkan kenyataan yang dibawa dari masa lalu. Semua saya anggap
sebagai kopi dingin. Kami sendiri lebih menyukai kopi espreso segar dan kami akan memastikan kopi tersebut akan terasa nikmat pada hari Sabtu,” begitu kata Joachim Loew, pelatih Jerman, dikutip laman resmi federasi sepak bola Jerman.

Baca Juga: 5 Pemain Kunci Laga Prancis Vs Jerman di Fase Grup Piala Eropa

2. Der Panzer tak mau dianggap underdog

Preview Prancis vs Jerman: Tak Mau Terganggu TraumaPemain Jerman, Toni Kroos saat berusaha merebut bola dari pemain Spanyol. (Silive.com).

Toni Kroos termasuk satu di antara lima pemain Jerman yang merasakan tumbang di tangan Prancis empat tahun silam, begitu pula Thomas Mueller dan Manuel Neuer. Ketiganya jelas tak ingin mengulang tragedi di Orange Vélodrome, Marseille. 

“Kami tahu sudah berutang kepada pendukung kami setelah turnamen berakhir (Piala Eropa 2016). Kami bakal mengusung semangat revans dan kami meminta dukungan dalam maksimal. terlebih, kondisi ruang ganti tengah kondusif. Kami janji akan kalahkan Prancis,” ujar Neuer dikutip Goal International.

Pemain Bayern Munich itu mengatakan, Jerman bukanlah tim yang inferior di hadapan Prancis. Mereka juga acap kali menang. Die Mannschaft buktinya bisa meraih sembilan kemenangan dalam total 31 pertemuannya dengan Prancis di pelbagai ajang.

Walau Prancis saat ini diakui sedikit lebih kuat, tapi Neuer menilai hal itu tak akan membuat Jerman gentar.

“Kami bukanlah tim underdog. Prancis memiliki kedalaman skuat yang luar biasa, tapi kami juga sama. Itu membuat kami yakin bisa bersaing dan memberikan tontonan yang menarik di laga nanti,” ujar Neuer.

3. Antoine Griezmann akan bangkitkan trauma Jerman

Preview Prancis vs Jerman: Tak Mau Terganggu Traumatwitter/EURO2020

Dalam lima pertandingan terakhir, Antoine Griezmann menjadi pemain Prancis paling berbahaya untuk Jerman. Dia mencetak empat gol. Namun, dua gol yang paling tak bisa dilupakan Neuer adalah ketika Jerman harus tersingkir di Piala Eropa empat tahun silam tentunya. 

Memanfaatkan traumatis yang dihadapi Neuer lantaran Jerman selalu kalah kala Griezmann mencetak gol, tentu bakal kembali dimanfaatkan Deschamps. Apalagi, ia menargetkan kemenangan di laga pembuka untuk bisa mendapatkan jalan yang lebih ringan lolos dari grup neraka Piala Eropa 2020 ini.

“Ini adalah pertandingan besar untuk memulai. Ini adalah pertandingan besar bagi kami tetapi juga untuk Jerman, karena kami berdua berada di antara negara-negara Eropa teratas. Tujuannya adalah untuk menjadi efektif di kedua kotak, karena di situlah pertandingan akan ditentukan," ujarnya.

4. Prancis ingin meraih start bagus di Piala Eropa 2020

Preview Prancis vs Jerman: Tak Mau Terganggu TraumaPrancis bakal bentrok dengan jerman di laga pertama Grup F Piala Eropa 2020. (UEFA.com).

Layaknya pada bentrokan versus Jerman, pasukan Didier Deschamps tampak akan kembali bermain menyerang dan memberikan tekanan pada lawan. Terutama, terhadap Kroos atau Ilkay Guendogan, pengatur ritme sekaligus pembagi bola terbaik Jerman. 

Jika ingin menang, Prancis wajib mematikan langkah Guendogan atau Kroos. Beruntung mereka memiliki pemain tengah spesial tak kenal lelah, yakni N’Golo Kante. Persis seperti yang diperankan bersama Chelsea, ia pun hampir pasti bakal mendapat tugas istimewa mematikan lini tengah lawannya itu.  

Dengan susunan pemain yang dimiliki, Prancis dan Jerman memang sama-sama lancar dalam hal penyelesaian peluang lewat permainan terbuka. Sebanyak 26 gol diciptakan Prancis dan 30 gol Jerman selama kualifikasi. Tentu kebanyakan gol yang diraih dihasilkan melalui open play. 

Melihat kondisi tersebut, tentu baik Prancis dan Jerman masih punya peluang yang sama besar untuk meraih kemenangan perdananya di Piala Eropa 2020.

Baca Juga: Konflik Mbappe Vs Giroud Masih Hantui Prancis Jelang Lawan Jerman

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya