Comscore Tracker

Rafli Asrul Matangkan Diri Bersama Garuda Select III

Rafli mimpi berkarier di Eropa

Jakarta, IDN Times - Di Garuda Select angkatan ketiga, nama Rafli Asrul masih menjadi salah satu pemain kunci skuat Dennis Wise dan Des Walker. Potensi yang terus ditunjukkan Rafli dalam beberapa beberapa waktu terakhir membuatnya mulai disejajarkan dengan Brylian Aldama, Bagus Kahfi, hingga David Maulana.

Pemuda berusia 16 tahun kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan ini dikenal sebagai pemain yang tangguh dan pemberani. Walau posturnya tampak kecil dan ringkih, ia percaya diri bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai defensive forward atau second striker

Bakatnya memang sudah tercium sejak masih memperkuat Garuda Select angkatan kedua. Kala itu Rafli piawai memainkan peran suffaco dengan baik. Peran ini beroperasi tak hanya di garis depan membantu lini serang, tapi juga di tengah, membantu menjembatani antara gelandang dan striker di depan.

1. Rafli Asrul menunjukkan kualitasnya sejak tahun lalu

Rafli Asrul Matangkan Diri Bersama Garuda Select IIIRafli Asrul pemain Garuda Select jilid ketiga. (Dok. Mola TV).

Tampil dalam formasi 4-3-3, bersama Brylian Aldama, Bagus Kahfi, dan David Maulana di Garuda Select jilid kedua beberapa waktu lalu, perannya sangat sentral. Rafli bisa tampil fleksibel. Dia ada di mana-mana, menekan gelandang dan bek lawan, turun ke bawah menjemput bola, berada di sisi sayap untuk superioritas jumlah pemain di flank, hingga ada di kotak penalti untuk menyerang gawang lawan.

Kemampuan Rafli Asrul ini terus diperlihatkan di beberapa laga Garuda Select angkatan kedua saat pemusatan latihan di Italia dan Inggris tahun lalu, dia pun kembali dipanggil masuk skuat Garuda Select jilid ketiga.

 

2. Ada perbedaan dalam pemusatan latihan Garuda Select jilid ketiga

Rafli Asrul Matangkan Diri Bersama Garuda Select IIIGelandang serang Akademi PSM Makassar, Muhammad Rafli Asrul, saat masih berada di Inggris untuk program Garuda Select II. (Dok. Istimewa/Isidorus Rio Turangga)

Namun, kali ini dia belum bisa menunjukkan magis di lapangan lagi. Maklum, Garuda Select tak bisa menjalankan program bertanding, karena sejak Desember 2020 program Garuda Select jilid ketiga tak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Kebijakan lockdown dari Pemerintah Inggris akibat pandemik COVID-19 membuat segala aktivitas dibatasi.

Walhasil, Rafli pun merasakan perbedaan signifikan setelah menjalani program Garuda Select jilid ketiga ini. Menurut dia, kebijakan itu membuat dia dan rekan-rekannya lebih fokus latihan fisik.

Walau begitu, Rafli mengaku tetap mendapatkan banyak manfaat dari latihan itu. Kondisi fisiknya pun dirasa terus berkembang. Sehingga ia merasa semakin matang sebagai seorang pemain.

"Tahun ini intensitas latihan fisik jadi semakin ditingkatkan. Kami sering mendapat menu latihan fisik, mulai dari lari lima kilometer, Yo-yo test, atau sprint 200 sampai 300 meter," kata Rafli Asrul kepada IDN Times.

3. Senang dengan kedatangan pemain asing

Rafli Asrul Matangkan Diri Bersama Garuda Select IIIRafli Asrul pemain Garuda Select jilid ketiga. (Dok. Mola TV).

Selain adaptasi dengan latihan fisik, beberapa perubahan pun langsung ia jalani di program Garuda Select jilid ketiga. Untuk pertama kalinya, skuat Garuda Select diperkuat tiga pemain asing. Mereka adalah Shaban Mbwana Kingazi, Lorenzo Berra, dan Elia Di Guiliomaria.

Ia pun cukup antusias menjalani pengalaman pertamanya tampil bersama para pemain asing.  Ia merasa, kehadiran tiga pemain itu memberikan banyak dampak positif bagi perkembangan tim secara keseluruhan, dan dirinya secara pribadi.

“Kehadiran mereka memberikan banyak manfaat. Selain bisa belajar bahasa, kami belajar budaya mereka juga. Kami pun melihat bagaimana cara mereka bermain. Hal itu membuat motivasi kami untuk menunjukkan permainan terbaik,” ujar Rafli Asrul.

4. Mimpi berkarier di Eropa

Rafli Asrul Matangkan Diri Bersama Garuda Select IIIRafli Asrul pemain Garuda Select jilid ketiga. (Dok. Mola TV).

Setelah merasa terus berkembang secara kemampuan, Rafli tak berhenti berlatih. Ia terus memanfaatkan kesempatan berlatih dengan skuat Garuda Select hingga program ini selesai. Terlebih, fasilitas dan infrastruktur untuk menunjang latihan bisa membuatnya semakin meningkat.

Keinginannya terus meningkatkan kemampuan ini tak lepas dari keberhasilan seniornya seperti Bagus Kahfi dan Brylian Aldama yang sudah menembus klub Eropa. Ia bermimpi mengikuti jejak keduanya bisa berkarier di Benua Biru usai lulus dari Garuda Select.

“Saya berharap bisa ikut jejak mereka (Bagus dan Brylian yang tampil untuk klub Eropa). Selain itu, saya juga ingin membela Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20,” tukas dia.

Topic:

Berita Terkini Lainnya