Comscore Tracker

Atletico Madrid, Rival yang "Dilahirkan" untuk Mengusik Real Madrid

Kedua tim akan bertemu Sabtu (1/2) malam esok, lho!

Jakarta, IDN Times - Sabtu malam esok (1/2), dua klub asal ibu kota Spanyol, Real Madrid dan Atlético Madrid, akan saling berhadapan di Santiago Bernabéu. Dengan status keduanya yang merupakan dua tim terbaik di kota Madrid dalam sejarah sepak bola Spanyol dan Eropa, rivalitas kedua tim tersebut sangat menarik dan seru.

Tapi, ketimbang berbicara tentang keduanya, bagaimana kalau kita membahas sedikit saja tentang Atletico Madrid? Tak banyak yang tahu, Los Rojiblancos adalah klub yang ternyata, sengaja dilahirkan ke dunia sepak bola awalnya hanya untuk menandingi cara main Real Madrid, lho!

1. Atletico dibentuk oleh sekelompok pelajar asal Basque yang menuntut ilmu di Madrid

Atletico Madrid, Rival yang Dilahirkan untuk Mengusik Real MadridKapten Atletico Madrid, Koke. Dok. LaLiga

Ada alasan khusus kenapa Madrileno Derby adalah sesuatu yang benar-benar bermakna penting bagi Atletico Madrid. Sebabnya, tak lain dan tak bukan karena klub ini dilahirkan untuk menjadi lawan sejati Real Madrid

Syahdan, ada sekelompok pelajar asal Basque yang tinggal di Madrid, di mana mereka kala itu tidak menyukai cara bermain Madrid CF (klub yang kini bertransformasi menjadi Real Madrid).

Kemudian, mereka membentuk klub Athletic (seperti Athletic Bilbao di Basque) di kota Madrid, yang nantinya seiring waktu berubah menjadi Atlético de Madrid seperti yang kita kenal saat ini.

Baca Juga: Rombak Skuad, Atletico Madrid Ingin Lepas Thomas Lemar ke Klub Inggris

2. Tahukah kamu, kalau Atletico pernah 14 tahun lamanya tak pernah menang lawan El Real?

Atletico Madrid, Rival yang Dilahirkan untuk Mengusik Real MadridPelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Dok. LaLiga

Tak banyak yang tahu, sebelum se-kompetitif sekarang, Atlético pernah menjalani 14 tahun tanpa menang derbi atas Real Madrid. Antara tahun 1999 hingga 2013, Atlético de Madrid menderita setiap pertandingan melawan saudara tuanya itu.

Mereka tidak pernah menang dalam 25 pertemuannya dengan Real Madrid selama rentang waktu itu, sebelum kedatangan Diego Simeone yang mengubah arah nasib Los Rojiblancos.

Simeone datang menyuntikkan gairah dan semangat bertarung, selain juga strategi dan identitas bermain khas Atletico yang dikenal seperti saat ini. Di bawah asuhannya, Atletico bahkan pernah merusak hegemoni Real dan Barcelona di LaLiga dengan menjuarai kompetisi.

3. Tradisi merayakan gelar di air mancur Cibeles sejatinya diinisiasi oleh suporter Atletico, lho!

Atletico Madrid, Rival yang Dilahirkan untuk Mengusik Real MadridGelandang Atletico Madrid, Thomas Partey, merayakan gol dengan Diego Costa. Dok. LaLiga

Air mancur Cibeles, yang terletak di pusat kota Madrid, menjadi titik pertemuan yang ideal bagi para suporter untuk bereuforia merayakan gelar juara atau pencapaian fantastis klubnya. 

Walau pun lokasi tersebut kini identik dengan Real Madrid, tahukah kamu, sejatinya kelompok suporter Atlético-lah yang pertama memulai perayaannya di sana, setelah mereka menjuarai gelar LaLiga musim 1977.

Namun, karena prestasi klub tersebut cukup kering, sementara El Real terus melejit bak roket, akhirnya tradisi merayakan gelar di air mancur Cibeles kini rutin dilakukan penggemar Los Blancos.

4. Madrileno Derby itu lebih besar dari El Clasico, bung!

Atletico Madrid, Rival yang Dilahirkan untuk Mengusik Real MadridJoao Felix, bintang Atletico Madrid, saat meladeni Real Madrid. Dok. LaLiga

Saat ini, seperti yang banyak diamini banyak orang, rival abadi Real Madrid adalah Barcelona. Tapi sejatinya, pada masanya dahulu, Madrileno Derby adalah pertandingan yang lebih besar di beberapa dekade awal setelah Perang Saudara Spanyol berakhir di tahun 1939. Bahkan, laga ini jauh lebih megah dan bergengsi dibandingkan El Clasico!

Seperti yang legenda Real Madrid, Alfredo Di Stéfano, pernah katakan, “Lupakan Barcelona, tim yang dapat menyulitkan kami adalah Atlético," yang menggambarkan bahwa sejatinya, Atletico vs Real menawarkan keseruan yang tak kalah hebat dibanding El Clasico.

Baca Juga: Atletico Madrid Takluk dari Cultural Leonesa di Copa del Rey

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya