Comscore Tracker

Matheus Cunha, Wonderkid Brasil yang Masuk Radar Inter Milan

Matheus disebut punya gaya main seperti Roberto Firmino

Jakarta, IDN Times - Berbulan-bulan dikaitkan dengan rumor hengkangnya Lautaro Martinez ke Barcelona, Inter Milan akhirnya bergerak di bursa transfer. Yang terbaru, berdasarkan laporan jurnalis Italia, Fabrizio Romano, La Beneamata kini tengah membuka kontak untuk mendatangkan salah satu penyerang muda Brasil, Matheus Cunha.

Inter sendiri memang tampak membutuhkan striker baru. Apalagi, Lautaro dikabarkan sudah sepakat secara lisan untuk menerima pinangan Barcelona dan menyusul kompatriotnya, Lionel Messi. Lalu, siapa Matheus Cunha ini dan kenapa ia diinginkan Inter Milan?

1. Mantan bintang futsal yang merantau ke Eropa di usia muda

Matheus Cunha, Wonderkid Brasil yang Masuk Radar Inter MilanMatheus Cunha jadi andalan baru Hertha Berlin di lini depan. Dok. Bundesliga/DFL

Sebelum terjun ke sepak bola profesional, Matheus adalah pencinta futsal. Olahraga sepak bola di dalam ruangan ini disebutnya sebagai aktivitas yang lebih ia sukai ketimbang sepak bola di lapangan.

"Saya terbiasa bermain futsal di Brasil dan itu adalah olahraga yang sangat saya cintai. Saya bahkan lebih menyukai futsal daripada sepak bola!," ujar Matheus dikutip dari laman resmi Bundesliga.

Menekuni futsal sejak kecil, Matheus remaja bergabung ke tim junior Coritiba dan perjuangannya dimulai ketika klub asal Swiss, FC Sion, memutuskan meminangnya. Dengan biaya yang dirahasiakan, FC Sion memboyong Matheus yang masih berusia 18 tahun ke Eropa.

Di sana, Matheus berkontribusi dengan 10 gol dan 8 asis yang kemudian memikat RB Leipzig untuk memboyongnya ke Jerman. 1 Juli 2018, petualangan si muda Matheus Cunha berlanjut ke Bundesliga.

Baca Juga: 5 Striker yang Diincar Inter Milan untuk Menggantikan Lautaro Martinez

2. Berjuang ekstra di Leipzig, sebelum memutuskan terima pinangan Hertha Berlin

Matheus Cunha, Wonderkid Brasil yang Masuk Radar Inter MilanMatheus Cunha semasa berseragam RB Leipzig. Si pemain menghabiskan 1,5 musim di timur Jerman sebelum pindah ke ibu kota. Twitter/@RBLeipzig_EN

1,5 musim di Leipzig, pemuda bernama lengkap Matheus Santos Carneiro da Cunha ini relatif kesulitan menembus tim inti. Apalagi, lini serang Leipzig seolah jadi okupansi tetap bintang Timnas Jerman, Timo Werner. Selain itu, Matheus juga harus bersaing dengan legenda klub, Yussuf Poulsen.

Walau begitu, waktu singkat di Leipzig masih berwarna bagi sang pemain karena satu prestasi individu. Di musim 2018/2019, ia memenangkan Bundesliga Goal of The Year 2019 saat golnya ke gawang Leverkusen dinobatkan jadi yang terbaik di tahun itu,

Sayang, 9 gol jadi total gol yang sanggup disumbangkan sang pemain bersama Die Rotten Bullen, sebelum akhirnya pinangan dari tim ibu kota datang untuk Matheus. Hertha Berlin memboyong pemain yang kini berusia 21 tahun itu ke ibu kota dengan mahar senilai 18 juta euro pada 31 Januari 2020. Angka yang tak sedikit bagi pemain yang terhitung masih hijau dan belum banyak teruji kualitasnya.

3. Jadi andalan di Berlin dan disebut mirip seperti Roberto Firmino

Matheus Cunha, Wonderkid Brasil yang Masuk Radar Inter MilanMatheus Cunha beraksi bersama Hertha Berlin di laga lawan Werder Bremen, Maret 2020. (Maja Hitij/Bongarts)

Bergabung bersama Hertha Berlin, sejauh ini Matheus Cunha sudah menyumbangkan 4 gol dan jadi salah satu andalan Bruno Labbadia di lini depan bersama Vedad Ibisevic, Dodi Lukebakio, dan striker asal Polandia, Krzysztof Piatek.

Dari berbagai analisis dan melihat gaya mainnya, Matheus yang juga bintang Timnas U-23 Brasil ini disebut punya gaya main mirip Roberto Firmino. Walau berposisi natural sebagai striker, penyerang setinggi 184 sentimeter ini piawai turun ke bawah untuk menjemput bola dan merusak konsentrasi bek lawan saat mengawalnya. Tak hanya itu, Matheus juga bisa dimainkan melebar di sisi kanan atau kiri.

Dengan usia masih muda dan kontrak bersama Hertha yang masih tersisa hingga 2024, tak mudah bagi Inter Milan untuk menemukan cara memboyong sang pemain ke Italia. Walau begitu, dana besar dari penjualan Lautaro seharusnya sudah cukup bagi Antonio Conte untuk meyakinkan Matheus Cunha bahwa ia bisa mengikuti jejak Ronaldo Nazario dan Adriano sebagai striker Samba yang bersinar bersama Inter.

Baca Juga: Cavani Bakal Dikontrak Inter Milan dengan Durasi Tiga Tahun?

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya