Comscore Tracker

Tanpa Bek Asing, Persebaya Justru Bisa Berbahaya untuk Lawan-lawannya!

Slot pemain asing Persebaya didomasi lini serang!

Jakarta, IDN Times - Tengah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta, pelatih Persebaya, Aji Santoso, memastikan bahwa timnya tidak akan melakukan pembelian pemain lagi.

Satu nama terakhir yang akhirnya merapat ke Persebaya adalah eks kiper PSM Makassar, Rivky Mokodompit, yang siap mengisi posisi Miswar Saputra yang hengkang ke Juku Eja.

Namun yang unik, di skuat saat ini, tidak ada bek asing yang didatangkan oleh manajemen Bajul Ijo untuk menjadi tandem bagi bek utama mereka, Hansamu Yama Pranata. Dari slot 4 pemain asing, semuanya diisi oleh gelandang dan penyerang asing.

Walau begitu, hal ini bisa jadi kekuatan mengerikan Persebaya bagi lawan-lawannya di musim Liga 1 2020.

1. Duet bek lokal, Hansamu-Arif Satria, akan jadi andalan

Tanpa Bek Asing, Persebaya Justru Bisa Berbahaya untuk Lawan-lawannya!Arif Satria, mantan bek Persela yang didatangkan Persebaya. IDN Times/Enggal Hendy Wardhana

Usai mendatangkan Arif Satria dari Persela, praktis, Persebaya tak lagi melakukan perekrutan bek dengan nama besar. Satu-satunya pemain belakang yang datang adalah bek naturalisasi asal Kamerun yang musim lalu bermain untuk Persikabo, Zoubairou Garba.

Namun, melihat statistik gemilang Arif di Lamongan, sangat mungkin duet Hansamu-Arif akan jadi andalan Aji Santoso di musim ini. Apalagi, Hansamu tak akan banyak direpotkan oleh agenda Timnas Indonesia di tahun 2020 karena Piala AFF baru akan dimulai usai Liga 1 2020 selesai.

Baca Juga: Sudah 75 Persen, Makan Konate Selangkah Lagi Jadi Milik Persebaya!

2. Perekrutan pemain asing Persebaya adalah sinyal bahwa Bajul Ijo akan tampil menyerang musim 2020 ini

Tanpa Bek Asing, Persebaya Justru Bisa Berbahaya untuk Lawan-lawannya!Aryn Williams dan David da Silva musim 2019 lalu. Persebaya.id

Proses rekrutmen pemain asing Persebaya tampaknya memang memberi sinyal bagi Bajul Ijo akan mempertahankan gaya main menyerang yang diusungnya musim lalu.

Bali United boleh jadi juara, namun soal urusan ketajaman, Persebaya adalah juaranya. Dari klasemen akhir Liga 1 2019 di posisi 5 besar saja, Persebaya mengakhiri musim dengan mencetak 57 gol, lebih banyak 2 gol di atas Madura United (posisi 5) dan lebih banyak 6 gol dibanding Bhayangkara FC (posisi 4).

Apalagi, David da Silva, yang baru bergabung di putaran kedua, sanggup mencetak 14 gol dari 19 laga! Seakan tak cukup dengan David saja, Persebaya lalu mendaratkan dua gelandang serang sekaligus yakni Mahmoud Eid dan eks bintang Arema FC, Makan Konate.

Bila Aryn Williams, gelandang asal Australia, lebih berkarakter penyeimbang dan sedikit lebih defensif, Mahmoud dan Konate lebih berkarakter menyerang. Bahkan, Konate sepanjang musim 2019 lalu mampu mencetak 16 gol!

3. Persebaya dijejali banyak winger lokal berkualitas!

Tanpa Bek Asing, Persebaya Justru Bisa Berbahaya untuk Lawan-lawannya!Irfan Jaya ketika mencetak gol untuk Persebaya di Liga 1 2019. persebaya.id

Selain nama pemain asing di sektor penyerangan, Persebaya juga masih dihuni nama-nama pemain lokal berkualitas di sektor winger atau gelandang sayap.

Musim 2020 ini, mereka memperpanjang kontrak Irfan Jaya, gelandang serang kaliber Timnas Indonesia yang punya kecepatan dan ketajaman. Musim lalu, Irfan mampu mencetak 8 gol untuk Bajul Ijo.

Selain Irfan, Bajul Ijo juga mempertahankan Oktafianus Fernando. Lalu untuk memperkuat tim, Persebaya mendatangkan Ricky Kambuaya, Bayu Nugroho, hingga yang terbaru, Hambali Tolib, dari Persela.

Dan dengan stok yang melimpah itu, Persebaya juga masih menanti kepastian apakah Osvaldo Haay akan bertahan di Surabaya atau tidak. Dengan asumsi Valdo bertahan di Persebaya musim depan, bayangkan bagaimana berbahayanya lini depan Persebaya dengan kehadiran top skor SEA Games 2019 tersebut.

Baca Juga: Sah! Persebaya Tetap Bermarkas di Kota Surabaya sampai Juli 2020!

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya