Comscore Tracker

Alasan di Bbalik Perpanjangan Kontrak Wenger di Arsenal

Wenger bisa memegang kendali penuh ego para pemain.

Sempat diterpa isu kencang terkait suksesi di kursi kepelatihannya. Pihak manajemen Arsenal akhirnya setuju untuk memperpanjang kontrak manajer legendaris mereka yakni Arsene Wenger. Seperti yang dilansir skysport.com (1/6/2017). Arsene Wenger mendapatkan perpanjangan dua tahun kontrak untuk tetap berada di Emirates Stadium.

Keputusan ini sedikit mengejutkan untuk beberapa kalangan baik rival maupun para pendukung setia klub tersebut. Prestasi Arsenal yang stagnan adalah alasan utama mereka untuk menolak kehadiran Wenger. Apalagi tahun ini disaat Arsenal dikalahkan (lagi) oleh Bayern Muenchen di babak 16 besar Liga Champions dengan aggregate fantastis 10-2, ditambah posisi Arsenal yang berada di peringkat  ke 5 klasemen akhir liga Inggris yang berarti gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Keberhasilan Wenger membawa Arsenal menjuarai Piala FA 2 (dua) tahun berturut – turut dirasa belum cukup untuk klub sebesar Arsenal. TIdak heran suara penolak semakin keras terdengar menjelang berakhirnya musim kompetisi .

Tetapi saat ini keputusan telah dibuat dan semua pihak harus bisa menerimnya, termasuk mereka yang menolak. Wenger tetap direncanakan untuk melatih Arsenal untuk dua tahun kedepan. Menarik untuk membahas kira – kira apa yang menjadi dasar pertimbangan pihak manajemen klub dalam hal ini tentunya pemilik klub untuk terus memakai jasa pelatih gaek berpaspor Perancis ini.

Keseimbangan.

Wenger sudah melatih Arsenal hampir duap uluh tahun, selama kurun waktu tersebut Arsenal dikenal sebagai klub yang paling stabil prestasinya, walaupun tidak sampai juara namun Arsenal selalu bercokol minimal di 5 besar. Wenger selalu bisa menjaga keseimbangan klub, utamanya dalam bidang finansial. Wenger dikenal pandai mengorbitkan pemain muda untuk kemudian dilatih menjadi pemain bintang. Atau bisa juga membeli pemain – pemain yang dianggap biasa saja kemudian dipoles menjadi pemain hebat. Fabregas adalah contoh sahih pemani muda yang menjelma menjadi pemain papan atas dunia. Kemudian ada Thiere Henry, Berkamp, Van Persie bahkan sekarang ada nama Alexi Sanchez, pemain – pemain yang sebelumnya “terbuang” di klub mereka kemudian bisa dipoles menjadi pemain tangguh dibawah asuhan Wenger.

Kebijakan transfer Arsenal memang terkenal ketat. Jarang sekali Arsenal jor – joran membeli pemain bintang berharga mahal atau bahkan memecahkan rekor transfer. Ini tentunya tidak lepas dari visi pribadi Wenger yang bisa memberi masukan kepada pihak manejemn pemain mana yang patut dibeli dan pemain mana yang layak untuk dijual ( dengan mendapatkan keuntungan). Untuk hal yang satu ini boleh jadi klub masih percaya kepada Wenger terkait kebijakannya dalam mendatangkan dan membiarkan pemain untuk pergi.

Ruang ganti di Arsenal juga tidak seperti di MU maupun Chelsea yang kadang panas dingin. Wenger bisa memegang kendali penuh ego para pemainnya termasuk juga pemain senior. Wenger menajadi sosok yang sangat dihormati di ruang ganti. Karena memang begitulah adanya, pelatihlah yang berkuasa di ruang ganti pemain, bukan pemain senior atau pemain yang sudah banyak prestasi.

Kesinambungan.

Tentunya baik Arsenal maupun Wenger sadar bahwa hari perpisahan itu akan datang cepat atau lambat. Untuk saat in sepertinya Arsenal mimilih Wenger untuk juga mempersiapkan pondasi yang sangat kokoh pada saat waktunya tiba. Dari segi pemain dapat dipastikan musim ini Arsenal pasti banyak merekrut pemain muda (dibawah 25 tahun). Hal ini menjadi masuk akal supaya pada saat nanti Wenger benar – benar meninggalkan posisinya skuad Arsenal sudah bisa bersaing dengan kekuatan klub lain.

Wenger pastinya juga diberikan mandat untuk melihat kemudian meekomendasikan calon – calon manajer penerusnya. Walaupun mungkin pilihan Wenger nanti bisa diterima atau ditolak oleh jajaran manajemen namun yang pasti Wenger telah memberikan opsi terbaik menurutnya siapa yang paling mendekati kualifikasinya untuk melatih skuad yang ditinggalkannya.

Kita juga tidak tau apakah kontrak dua tahun yang disepakati juga memuat langkah – langkah strategis apabila Wenger tidak bisa memenuhi ekspetasi klub dalam jangka waktu dekat? Bisa jadi dalam perjalanannya kalau diliat Wenger memang sudah harus diganti, ya pasti diganti.

Keterpaksaan.

Mencari pelatih yang cocok untuk klub sebesar Arsenal dengan ciri dan karakter yang pas, bukan merupakan pekerjaan mudah. Beberapa pelatih top belum tentu juga meraih sukses ketika mreeka pindah melatih klub lain. Contoh paling dekat adalah Guardiola. Cemerlang bersama Barcelona dan Bayern Munich, pep belum bisa memberikan gelar apa-apa kepada Manchester City di tahun pertamanya. Selain itu stok pelatih berkualitas yang menggagur dan yang mencari kerja sedikit sekali. Beberapa pelatih top yang belum menangani klub sampai saat ini adalah: Raneiri (eks Leiceter City) , Mancini, Tuckel (eks Borussia Dortmud) , Enrique (eks Barcelona).

Melihat ketersediaan pelatih top dipasaran serta juga menjaga kesimbangan klub dan dalam proses kesinambungan prestasi klub adalah wajar bahwa pihak manajemen “terpaksa” kembali memberikan perpanjangan kontrak untuk Wenger. Jangka waktu dua tahun kedepan dianggap waktu yang tetap bagi Arsenal dan Wenger sendiri untuk memenuhi segala target yang ada. Baik dari segi prestasi maupun dari segi reformasi di tubuh Arsenal itu sendiri. Pihak manajemen sepertinya tidak mau berjudi dengan mendatangkan pelatih lain. Untuk saat ini memberikan opsi perpanjangan dua tahun kepada Wenger adalah hal yang paling masuk akal.

Sekarang kita tunggu aksi Wenger dan pasukannya musim depan. Setelah tidak bertarung di Liga Champions seharusnya Arsenal menjadikan title juara liga menjadi target utama mereka. Title yang sudah sangat lama lepas dari genggaman Arsenal. Tetapi bisa juga kemungkinan bahwa Wenger tidak sampai menyelesaikan kontraknya selama dua tahun itu. Proses seleksi alam juga akan berdampak pada Wenger sendiri. Yang baik akan digantikan dengan yang lebih baik lagi, baik prestasi maupun secara usia.

leonardi Photo Writer leonardi

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya