Comscore Tracker

Tampil Kurang Konsisten, Apa yang Salah dari Liverpool?

Jurgen Klopp harus berinovasi

Perjalanan Liverpool di musim 2022/2023 masih jauh dari kata konsisten. Komposisi kemenangan, kekalahan, hingga hasil seri masih didapatkan Liverpool secara berimbang. Banyak pihak, terutama fans The Reds, menyayangkan hal tersebut.

Kekalahan memalukan dari Napoli dengan skor 1-4 di ajang Liga Champions, Rabu (7/9/2022), menjadi salah satu puncaknya. Lantas, sebenarnya apa yang salah dari performa Liverpool pada musim ini. Berikut kami tuliskan ulasannya.

1. Badai cedera

Tampil Kurang Konsisten, Apa yang Salah dari Liverpool?Thiago Alcantara yang mengalami cedera (liverpoolfc.com)

Badai cedera selalu menjadi masalah Liverpool dari musim ke musim. Begitu pula pada musim 2022/2023. Liverpool mengawali musim baru dengan deretan pemain cedera. Per tanggal 6 September 2022, total ada sembilan pemain Liverpool yang harus menepi.

Jumlah tersebut telah termasuk Jordan Henderson, Naby Keita, Ibrahima Konate, dan Fabio Carvalho. Angka tersebut belum termasuk pemain-pemain yang baru pulih, semacam Thiago Alcantara, Joel Matip, dan Diogo Jota.

Badai cedera seolah-olah bergantian menimpa pemain Liverpool. Hal ini jelas sangat mengganggu keseimbangan tim dan skema yang sedang dibangun oleh Jurgen Klopp.

2. Stok gelandang yang kurang memadai

Tampil Kurang Konsisten, Apa yang Salah dari Liverpool?James Milner (liverpoolfc.com)

Dari sekian pemain yang cedera, posisi gelandang menjadi yang paling rentan. Total telah ada tujuh gelandang Liverpool yang mengalami cedera, bahkan saat bursa transfer musim panas masih berjalan.

Namun, masalahnya Liverpool tak memiliki sosok gelandang yang memadai sebagai pelapis pemain inti. Selain itu, Liverpool juga tak memfokuskan transfer untuk posisi gelandang pada musim panas lalu. Mereka hanya mendatangkan Arthur Melo, pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu panic-buying untuk posisi ini.

Meski seluruh gelandang Liverpool hadir dalam kondisi fit, nyatanya Liverpool tak memiliki sosok gelandang bertipe playmaker yang mempuni selain Thiago Alcantara. Banyak media dan fans telah mengkritik keputusan Jurgen Klopp ini.

Akan tetapi, sang pelatih lebih tahu mengenai pemain dan skema apa yang harus ia gunakan. Jika peran gelandang bukan sebuah masalah besar, lantas mengapa Liverpool lebih sering membangun permainan dari sisi sayap?

Baca Juga: 5 Catatan Kemenangan Besar Napoli vs Liverpool di UCL 2022/2023

3. Adaptasi pemain baru dan kehilangan sosok Mane

Tampil Kurang Konsisten, Apa yang Salah dari Liverpool?Sadio Mane (liverpoolfc.com)

Pada bursa transfer musim panas 2022, Liverpool melepas sepuluh pemain, termasuk Sadio Mane yang telah lama menjadi pemain kunci di skema Jurgen Klopp. Kehilangan Sadio Mane seharusnya sudah bisa teratasi dengan kehadiran Luis Diaz ataupun Diogo Jota.

Meski begitu, kualitas keduanya belum bisa disejajarkan dengan Mane sejauh ini. Untuk mengisi beberapa posisi yang dibutuhkan, Liverpool juga mendatangkan empat pemain baru. Mereka adalah Darwin Nunez, Fabio Carvalho, Arthur Melo, dan Calvin Ramsay.

Sejauh ini, mereka dinilai belum bisa beradaptasi seratus persen dengan skema yang ada. Terlebih untuk Darwin Nunez, biaya besar yang dikeluarkan Liverpool jelas menjadi beban dan tanggung jawab besar baginya. Namun sejauh ini, ia tampak belum nyetel dengan skuad. 

4. Taktik Jurgen Klopp yang sudah usang

https://www.youtube.com/embed/GyYgKD8Ir1A

Jurgen Klopp terhitung cukup lama melatih Liverpool. Ia sukses membangun skema yang sebenarnya mematikan dengan potensi pemain yang ada, khususnya di posisi sayap. Akan tetapi, skema tersebut terus menerus diterapkan sehingga lawan telah mengetahui apa yang akan dilakukan Liverpool dalam menyerang.

Pada dasarnya, Liverpool kerap melakukan penyerangan lewat dua winger mereka yang dibantu dengan dua fullback yang ikut maju ke depan. Pemain yang memegang bola di salah satu sayap akan berusaha mengirimkan bola ke sisi yang lain. Begitulah kebanyakan cara Liverpool mencetak gol.

Kelemahan dari taktik tersebut tampaknya telah terlihat. Dua fullback yang maju ke depan menjadi titik lemah dari pertahanan Liverpool sehingga posisi tersebut terus diserang jika lawan mendapatkan kesempatan serangan balik.

Nyawa Liverpool hanya tersisa di posisi bek tengah yang biasanya diisi oleh dua pemain tinggi yang tak terlalu cepat. Namun, kedua bek tersebut tak selalu tampil sempurna sehingga Liverpool mudah kebobolan dari skema tersebut. Belum lagi jika Liverpool menghadapi lawan yang memiliki disiplin bertahan tinggi. Tampaknya, sulit bagi Liverpool untuk mencetak gol di situasi seperti itu.

5. Pemain yang underperform

Tampil Kurang Konsisten, Apa yang Salah dari Liverpool?Trent Alexander-Arnold (liverpoolfc.com)

Tak hanya dari sisi skema, pemain juga punya andil besar dalam inkonsistensi Liverpool. Perlu diakui bahwa beberapa pemain Liverpool sedang berada di bawah perfoma akhir-akhir ini. Sebut saja, Andy Robertson, Trent Alexander-Arnold, Darwin Nunez, dan James Milner.

Terdapat dua cara yang sebenarnya bisa dilakukan. Cara pertama datang dari pemain itu sendiri yang seharusnya berusaha untuk meningkatkan performanya kembali. Sementara cara kedua dilakukan oleh pelatih yang harus berani mengganti pemain andalan yang underperform dengan pemain baru yang kini tersedia di bangku cadangan.

 

Memecat Jurgen Klopp jelas bukan solusi terbaik untuk Liverpool saat ini. Namun, pelatih asal Jerman tersebut mesti memutar otak untuk berinovasi dan mengubah kondisi Liverpool yang saat ini tak menentu.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kemenangan Napoli Atas Liverpool, Hujan Gol!

Mufqi Fajrurrahman Photo Verified Writer Mufqi Fajrurrahman

Lagi seneng tidur

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya