Comscore Tracker

5 Klub Serie A yang Ganti Pelatih Lebih dari Sekali pada 2021/2022

Serie A musim lalu memang berjalan ketat

Serie A 2021/2022 usai dengan keluarnya AC Milan sebagai juara. Serie A sendiri benar-benar berjalan ketat musim lalu. Klub sebesar Genoa dan Cagliari bahkan harus terdegradasi.

Kerasnya Serie A 2021/2022 juga memakan banyak korban dari sisi pelatih. Ada lima klub yang pada musim lalu pernah dilatih oleh tiga pelatih berbeda. Itu artinya, klub-klub tersebut mengganti pelatihnya hingga 2 kali pada 1 musim yang sama.

1. Cagliari

5 Klub Serie A yang Ganti Pelatih Lebih dari Sekali pada 2021/2022Walter Mazzari (skysports.com)

Cagliari memang telah tampil buruk sejak 2020/2021. Puncak penampilan buruk tersebut akhirnya terjadi pada 2021/2022, ketika mereka harus mengakhiri musim di urutan ke-18. Cagliari pun terpaksa degradasi ke Serie B.

Pada musim lalu, Cagliari mengganti pelatih mereka hingga tiga kali. Pada awal musim, mereka dilatih Leonardo Semplici yang akhirnya digantikan Walter Mazzari pada 14 September 2021.

Mazzari justru memperburuk keadaan. Ia akhirnya digantikan Alessandro Agostini pada 2 Mei 2022. Hanya melatih selama 21 hari, Agostini juga dipecat dan digantikan Fabio Liverani yang bertahan hingga akhir 2021/2022.

2. Genoa

5 Klub Serie A yang Ganti Pelatih Lebih dari Sekali pada 2021/2022Andriy Shevchenko (skysports.com)

Genoa jadi tim dengan performa paling mengecewakan pada musim lalu. Padahal, pada 2020/2021, mereka sukses finis di posisi ke-11. Namun, pada musim lalu, mereka harus terdegradasi karena finis di posisi ke-19.

Sama seperti Caglairi, Genoa juga mengganti pelatih mereka hingga tiga kali. Davide Ballardini jadi pelatih Genoa pertama yang dipecat. Ia digantikan Andriy Shevchenko pada 6 November 2021. Shevchenko justru membawa Genoa berada di posisi juru kunci hingga 15 Januari 2022.

Oleh karena itu, ia digantikan Abodulay Konko. Menjelang musim berakhir, Genoa kemudian mengganti Abdoulay Konko dengan Alexander Blessin, yang sudah tak mampu menyelamatkan Genoa dari jurang degradasi.

Baca Juga: 5 Fakta Terdegradasinya Genoa ke Serie B pada Musim 2022/2023

3. Udinese

5 Klub Serie A yang Ganti Pelatih Lebih dari Sekali pada 2021/2022Luca Gotti (skysports.com)

Udinese tampil cukup baik dengan finis di posisi ke-12 klasemen akhir Serie A 2021/2022. Namun, penampilan yang tak konsisten membuat Udinese bergonta-ganti pelatih pada musim lalu.

Luca Gotti jadi korban pertama. Ia dipecat dan digantikan Gabriele Cioffi pada 7 Desember 2021.

Cioffi sukses mengangkat klasemen Udinese dari peringkat 14 ke 12. Namun, ia justru mengambil tawaran Hellas Verona pada 28 Mei 2022. Oleh karena itu, ia pun diganti Andre Sottil yang bertahan hingga akhir musim.

4. Salernitana

5 Klub Serie A yang Ganti Pelatih Lebih dari Sekali pada 2021/2022Fabrizio Castori (skysports.com)

Sebagai tim promosi Serie A 2021/2022, Salernitana berjuang keras untuk bertahan di Serie A. Pada 17 Oktober 2021, Fabrizio Castori akhirnya dipecat karena tak bisa membawa Salernitana beranjak dari posisi juru kunci.

Ia digantikan Stefano Colantuono. Hanya berhasil membawa Salernitana naik satu peringkat, Colantuono akhirnya digantikan Davide Nicola pada 15 Februari 2022.

Sosok Nicola akhirnya jadi penyelamat Salernitana. Pada akhir musim, mereka terbebas dari zona degradasi.

5. Hellas Verona

5 Klub Serie A yang Ganti Pelatih Lebih dari Sekali pada 2021/2022Eusebio Di Fransisco (soccertime.it)

Pada musim lalu, Hellas Verona tampil cukup memuaskan dengan finis di posisi ke-9. Namun, jalan terjal terlebih dahulu mereka lalui untuk mendapatkan posisi tersebut.

Di bawah asuhan Eusebio Di Fransesco, Hellas Verona masih berada di posisi ke-19 hingga 14 September 2021. Ia pun digantikan mantan asisten pelatih Juventus, Igor Tudor.

Pelatih asal Kroasia itu sukses membawa Hellas Verona melesat hingga posisi ke-9. Namun, pada 28 Mei 2022, Igor Tudor mengundurkan diri dan digantikan Gabriele Cioffi yang sebelumnya melatih Udinese.

Serie A 2021/2022 berjalan sangat keras dengan menghasilkan banyak pelatih yang dipecat. Pergantian pelatih pada tengah musim memang diperlukan untuk beberapa klub agar bisa meningkatkan performa, hubungan ruang ganti, dan sistem dalam tim.

Baca Juga: 5 Fakta Degradasi Cagliari dari Serie A Musim 2021/2022

Mufqi Fajrurrahman Photo Verified Writer Mufqi Fajrurrahman

Lagi seneng tidur

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra

Berita Terkini Lainnya