Comscore Tracker

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropa

Regulasi yang membatasi kesenjangan antar tim

Major League Soccer (MLS) merupakan liga sepak bola profesional di negara Amerika Serikat yang baru terselenggara pertama kali pada tahun 1996. Saat pertama kali digelar MLS hanya diikuti 10 tim saja. Jumlah tim di MLS tentu saja sangat sedikit bila dibandingkan dengan luas wilayah Amerika Serikat. 

Publik Amerika Serikat yang telah akrab dengan sistem dan regulasi dari kompetisi-kompetisi tersebut. Dengan hal ini MLS melakukan perubahan sistem dan regulasi yang sebenarnya asing dilakukan di liga Top Eropa. Berikut lima regulasi dan aturan unik yang membedakan MLS dengan liga-liga di Eropa, check this out!

1. Draft pick

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropamlssoccer.com

Sistem ini memberikan peluang bagi para pemain muda yang berada di tim college untuk bisa berlaga di tim MLS melalui sistem pemilihan yang dilakukan oleh tim peserta MLS. Setiap tim berhak memilih pemain baru dari tim college untuk dimasukkan ke dalam timnya, dengan nomor urut berdasarkan undian draft pick. Undian draft pick ini biasanya didasarkan kepada performa tim di musim sebelumnya.

Jika semakin buruk peringkat klasemen yang mereka dapat di musim sebelumnya, maka kemungkinan besar tim tersebut mendapatkan pick awal di Superdraft dan begitu juga sebaliknya. Setiap tim diberikan jatah 2 pick setiap tahunnya dan bila ada tim yang mendapatkan lebih dari 2 pick, maka pick tersebut berasal dari hasil trade yang dilakukan antar tim di MLS.

2. Salary cap

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropanesn.com

Major League Soccer juga menerapkan pembatasan gaji pemain dan kolektif tim yang sering disebut dengan aturan salary cap. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesenjangan kualitas antar tim dan dominasi sebuah tim secara terus menerus.

Secara tidak langsung aturan ini sangat mengekang klub untuk belanja dan mengontrak pemain secara jorjoran layaknya tim-tim di Eropa. Setiap tim MLS hanya diperbolehkan merekrut maksimal 30 pemain dalam skuadnya dengan salary cap sebesar 4,9 juta US Dollar, di luar designated player.

3. Homegrown player rules

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropadailyhive.com

Aturan ini baru diberlakukan pada tahun 2008 dengan tujuan untuk mengembangkan pemain muda lokal agar berjalannya regenerasi dan peningkatan kualitas pemain. Singkatnya aturan ini mengharuskan setiap tim memberikan slot khusus bagi pemain muda lokal di setiap pertandingan guna menjaga perkembangan pemain lokal mereka. DeAndre Yedlin, Bryan Reynolds dan Alphonso Davies adalah beberapa pemain muda yang berhasil berkembang karena aturan ini.

Baca Juga: Imbas Virus Corona, NBA hingga MLS Larang Media Masuk Ruang Ganti

4. Designated player rules

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropalagalaxy.com

Aturan ini baru diterapkan di tahun 2007 yang bersamaan dengan berlabuhnya David Beckham ke Los Angeles Galaxy pada tahun tersebut. Dalam aturan ini suatu tim diperbolehkan merekrut 3 pemain bintang di luar salary cap. Hal ini bertujuan agar menambah daya tarik penonton di luar Amerika Serikat untuk melirik MLS. 

Beberapa pemain bintang dari liga Eropa seperti Steven Gerrard, David Villa, Frank Lampard, Zlatan Ibrahimovic, dan Ricardo Kaka adalah beberapa pemain yang pernah masuk dalam aturan ini. Singkatnya, Designated rules adalah aturan yang mengatur kedatangan marquee player di MLS.

5. Trade dan waive

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropabrotherlygame.com

Suatu trade bisa dilakukan apabila kedua tim bersedia melakukannya dengan syarat salary cap yang masih mencukupi untuk dimasukkan ke dalam slot pemain. Bila slot dan salary cap tidak memenuhi, terkadang waive adalah opsi yang biasa menjadi pilihan.

Waive adalah kondisi di mana pemain dilepas oleh klubnya sebagai free agent. Namun waive baru bisa dilakukan bila pemain tersebut ternyata hanya memiliki semi- guaranteed contract.

6. Format kompetisi dua wilayah tanpa degradasi

5 Sistem dan Regulasi Unik yang Membedakan MLS dengan Liga di Eropalagconfidential.com

MLS menerapkan format dua wilayah tanpa degradasi di sistem liga mereka. Luasnya wilayah negara dan kurangnya peserta menjadi alasan mengapa MLS membagi persaingan menjadi dua wilayah, yakni Eastern Conference dan Western Conference tanpa sistem degradasi.

MLS membagi dua fase kompetisi, yakni fase musim reguler dan fase playoff. Di fase musim reguler, setiap tim akan bersaing di wilayahnya masing masing untuk menentukan 8 tim teratas di setiap wilayah guna melaju ke babak playoff.

Barulah di babak playoff, 8 tim terkuat akan melaju dan bersaing untuk menjadi juara wilayah. Sebelum akhirnya menentukan juara MLS melalui pertarungan antar juara wilayah Timur dan wilayah Barat.

Regulasi dan aturan unik yang membedakan MLS dengan liga-liga di Eropa, memungkinkan liga berjalan lebih seru karena tidak akan ada kesenjangan antara tim dan menghindari dominasi klub dalam waktu yang berkepanjangan. 

Baca Juga: Lionel Messi Isyaratkan Hijrah ke MLS 

Mufqi Fajrurrahman Photo Verified Writer Mufqi Fajrurrahman

Mahasiswa tingkat akhir yang menunggu acc dosen

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya