Comscore Tracker

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008

Salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Eropa

Banyak penggemar sepak bola yang mengingat jika Piala Eropa 2008 adalah masa di mana terbentuknya tonggak awal kesuksesan generasi emas Spanyol. Di turnamen tersebut, Luis Aragones berhasil membentuk skuad hebat ditengah rivalitas Barcelona dan Real Madrid yang sedang panas kala itu.

Gelar juara di ajang Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 adalah hasil kerja keras yang mereka dapatkan dari perombakan tim pasca kegagalan di Piala Dunia 2006. Namun selain kejayaan Spanyol yang berawal dari turnamen tersebut, ada cerita lain yang menjadi sorotan kala itu.

Yakni hadirnya tim kejutan seperti Rusia yang berhasil menembus semi final setelah menjungkirkan Belanda dan tim dengan sensasi “Roller Coaster”, Turki yang memberikan banyak kejutan selama perjalanan mereka di turnamen ini.

Dalam artikel ini, kami akan membahas dan menceritakan perjalanan naik turunnya timnas Turki di ajang Piala Eropa 2008. Lantas apa maksud dari sensasi roller coaster yang diberikan oleh timnas Turki? Berikut kami sajikan ceritanya, check this out!

1. Kegagalan pasca Piala Dunia 2002

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Turki di Piala Dunia 2002 (fifa.com)

Setelah memberikan kejutan di Piala Dunia 2002, Turki kemudian hilang di dua kompetisi besar selanjutnya. Ketidak ikut sertaan Turki di Piala Eropa 2004 dan Piala Dunia 2006 harus dianggap sebagai kegagalan besar yang mesti cepat dilupakan rakyat Turki, termasuk para pesepak bolanya yang harus siap menghadapi tantangan berikutnya.

Kemudian kesempatan itu datang di tahun 2008, tepatnya di ajang Piala Eropa Austria-Swiss. Kala itu Turki lolos ke Piala Eropa dengan status unggulan kedua terakhir di turnamen ini dan sama sekali tidak dijagokan.

Kala itu Turki berbekal keyakinan dan pemain hebat, seperti Hakan Balta, Semih Senturk, Nihat Kahveci, Hamit Altintop, Arda Turan dan dua kiper hebat Volkan Demirel & Rustu Recber. Skuat yang diarsiteki Fatih Terim ini datang ke Swiss dengan misi mematahkan prediksi yang menempatkan mereka sebagai unggulan nomor dua dari bawah.

2. Tuntutan untuk menang

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Selebrasi Pepe kontra Turki di Euro 2008 (uefa.com)

Tergabung di grup A bersama Portugal, Republik Ceko dan Swiss, Turki menjalani pertandingan pertamanya dengan hasil yang mengecewakan. Di pertandingan tersebut Turki harus mengakui keunggulan Portugal dengan skor 2-0, melalui gol dari Pepe dan Raul Meireles.

Di pertandingan kedua, Turki harus menghadapi Swiss yang berstatus sebagai tuan rumah turnamen. Pertandingan tersebut, Turki harus menang demi menjaga harapan mereka untuk lolos ke babak selanjutnya.

Bermain di bawah guyuran hujan lebat dan di tengah atmosfer pendukung tim lawan, Turki terlihat kesulitan untuk menembus pertahanan Swiss di babak pertama. Alhasil di menit 32, Turki harus kebobolan terlebih dahulu melalui gol yang dilesakkan pemain Swiss keturunan Turki, Hakan Yakin. Dan hingga turun minum skor tersebut tidak berubah.

3. Efek Roller Coaster pertama

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Turki kontra Swiss di Euro 2008 (eurosport.com)

Tim berjuluk Bulan Bintang ini berusaha bermain lebih keras untuk bangkit di babak kedua. Dan gol yang ditunggu pun akhirnya tiba melalui sundulan kepala Semih Senturk yang datang dari bangku cadangan. Akhirnya efek roller coaster Turki muncul untuk pertama kalinya di turnamen ini.

Turki yang diprediksi akan kalah dan tersingkir dari gelaran Piala Eropa 2008, akhirnya merubah prediksi tersebut dengan gol yang diciptakan Arda Turan di tambahan waktu. Sontak gol ini membangkitkan asa pemain dan penggemar Turki yang kala itu menonton pertandingan. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Turki.

4. Pertandingan yang menentukan

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Turki kontra Ceko di Euro 2008 (zimbio.com)

Di pertandingan ketiga, Turki harus menghadapi Rep. Ceko dalam partai penentuan. Turki dan Ceko sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memastikan satu tiket untuk bisa lolos dan menemani Portugal dari grup A.

Dalam pertandingan tersebut, jual beli serangan pun tak terhindarkan. Ceko dan Turki bermain sama-sama ngotot kala itu. Dan di menit 34, gol pertama di pertandingan ini tercipta melalui sundulan kepala Jan Koller yang membawa Ceko memimpin skor hingga turun minum. Lagi-lagi Turki harus tertinggal lebih dulu dari lawannya.

Masuk babak kedua, Turki meningkatkan serangannya guna menyamakan kedudukan. Namun sial bagi Turki, Jaroslav Plasil berhasil menambah keunggulan Rep.Ceko pada menit 62. Gol yang diciptakan Plasil seakan-akan semakin menutup harapan Turki untuk bisa mematahkan prediksi publik terhadap timnya.

5. Efek Roller Coaster kedua

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Selebrasi Nihat Kahveci kontra Ceko (goal.com)

Harapan Turki kembali nampak saat Arda Turan memperkecil skor di menit 75. Dengan gol yang diciptakan Arda Turan, Turki semakin berhasrat untuk menyamakan kedudukan dan tak henti mencoba menggempur pertahanan Ceko.

Tentu saja pertandingan ini menjadi sangat menegangkan bagi kedua kubu, khususnya rakyat Turki. Karena waktu yang tersisa tidak lagi banyak dan hasil pertandingan ini akan menentukan sejauh mana kiprah Turki di Euro 2008.

Akhirnya gol penyama kedudukan muncul bagi skuad Ay-Yildizlilar (julukan Turki) di menit 87 melalui kaki Nihat Kahveci yang memanfaatkan blunder. Dengan kedudukan 2-2, banyak pihak mengira bahwa skor ini akan bertahan hingga peluit panjang.

Namun kejutan datang di menit 89, lagi-lagi Nihat Kahveci berhasil membobol gawang Petr Cech untuk kedua kalinya. Sontak Stade de Geneva riuh dengan euforia fans Turki yang merayakan keunggulan timnya dengan skor 3-2. Dan sampai akhir laga, skor tidak berubah dan memastikan Turki lolos ke babak selanjutnya dengan status runner up grup A.

Namun sebelum laga usai Turki harus bermain dengan 10 orang karena Volkan Demirel sengaja mendorong Jan Koller di menit 92 dan mendapatkan kartu merah. Kartu merah yang didapatkan Volkan membuat dirinya harus absen di babak selanjutnya.  

Baca Juga: Fakta Menarik dari Laga Swiss Kontra Turki di Piala Eropa 2020

6. Efek Roller Coaster di babak playoff

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Selebrasi Semih Senturk kontra Kroasia (zimbio.com)

Di perempat final Turki harus melawan Kroasia yang berstatus juara grup A. Dalam pertandingan tersebut Kroasia terlihat lebih menguasai jalannya pertandingan dan terus menerus menyerang gawang Turki yang dikawal Rustu Recber. Pertandingan yang berjalan alot pun berakhir dengan skor 0-0 hingga 90 menit. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Barulah di babak perpanjangan waktu, persaingan kedua tim ini mulai terlihat dan pertandingan tampak lebih seru ketimbang waktu normal. Puncaknya di menit 119, Kroasia berhasil unggul melalui gol dari Ivan Klasnic yang memanfaatkan kesalahan dari Rustu Recber yang maju keluar dari sarangnya.

Lagi-lagi Turki seakan-akan mengeluarkan magisnya. Dan kali ini Rustu Recber berhasil membayar kontan kesalahan yang Ia buat terhadap gol sebelumnya. Melalui skema set piece, Rustu memberikan umpan jauh dari pertahanan Turki yang mendarat di antara banyak pemain.

Kemudian bola pun mendarat di kaki Semih Senturk yang akhirnya berhasil menyamakan kedudukan dari situasi tersebut. Sekali lagi Turki memberikan efek roller coaster bagi penonton pertandingan tersebut. Gol di menit 122 ini, memaksa Kroasia untuk melanjutkan pertandingan melalui babak adu penalti.

7. Pahlawan yang tak diduga-duga

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Selebrasi Pemain Turki di Euro 2008 (turkeyfromtheterraces.com)

Rustu Recber menunjukan kelasnya sebagai kiper veteran yang hebat. Rustu Recber yang menggantikan posisi Volkan Demirel dalam pertandingan ini berhasil menahan tendangan penalti Mladen Petric.

Melalui kemenangan dengan skor 1-3 di babak adu penalti, Turki memastikan diri untuk melaju ke babak semi final. Skuad asuhan Fatih Terim ini semakin meluruskan anggapan yang beredar tentang timnya di Euro 2008 sebagai sebuah tim roller coaster yang sangat menghibur.

Turki dianggap sebagai tim yang sudah diatur untuk menciptakan ketegangan dengan comeback epic-nya melalui last minutes goal yang diciptakan dengan kerja keras. Namun ada beberapa pihak yang menganggap jika Turki adalah tim yang dekat dengan keberuntungan saja tanpa usaha yang kuat.

8. Menatap semi final dengan percaya diri

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Selebrasi Ugur Boral kontra Jerman (zimbio.com)

Setelah comeback gemilang atas Kroasia di Perempat Final, skuad Ay-Yildizlilar semakin percaya diri menatap semi final. Di semi final mereka harus menghadapi Jerman yang di fase grup menjadi runner-up dari Kroasia. Dengan fakta tersebut, secara matematis seharusnya Turki bisa mengungguli Jerman dalam pertandingan ini.

Di laga ini Turki tampak sangat mendominasi jalannya pertandingan. Untuk pertama kalinya selama perjalanan di Piala Eropa 2008, Turki mencetak gol terlebih dahulu dalam suatu pertandingan.

Pada menit 22, Ugur Boral berhasil membawa Turki unggul terlebih dahulu melalui gol yang tercipta melalui situasi bola rebound. Dengan gol tersebut Turki semakin bersemangat untuk menambah keunggulan dan memastikan lolos ke final.

Naas bagi Turki, Jerman berhasil membalikkan keadaan melalui gol Bastian Schweinsteiger di menit 26 dan gol sundulan Miroslav Klose di menit 79. Banyak orang merasa gol yang diciptakan Jerman tersebut merupakan akhir dari perjalanan Turki di Euro 2008.

9. Gol Philliip Lahm yang Mengubur Asa

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Potret Phillip Lahm kontra Turki (ocregister.com)

Tapi Turki tak putus asa dengan terus-menerus menggempur pertahanan Der Panzer yang dikawal Jens Lehmann. Hasilnya sama seperti pertandingan sebelumnya, harapan Turki kembali datang di menit 86 setelah Semih Senturk berhasil menyamakan kedudukan. Dengan gol ini ekspektasi publik kembali berubah kepada Turki yang yakin bisa memberikan efek kejut kembali dengan meng-comeback Jerman di babak semi final.     

Namun keberuntungan tidak selalu datang setiap saat, keberuntungan di menit akhir yang biasa Turki dapatkan kini berbalik bagi kubu Jerman. Philip Lahm berhasil mencetak gol penentu di menit 90, yang mengubur harapan Turki sedalam-dalamnya di gelaran Euro 2008.

Gol yang dicetak Philip Lahm ini seakan-akan karma yang menimpa Turki, setelah di pertandingan sebelumnya selalu saja Turki berhasil mengejutkan publik dengan gol di menit akhir mereka dapatkan. Turki pun akhirnya harus kalah di semi final dan mengakhiri perjalanan panjang mereka di Euro 2008.

10. Karma dari Efek Roller Coaster 

Mengenang Sensasi Roller Coaster Timnas Turki di Piala Eropa 2008Selebrasi Pemain Turki kontra Rep Ceko (uefa.tv)

Kemenangan Jerman atas Turki di semi final, seakan-akan menjadi karma bagi Turki atas kemenangan mereka di pertandingan-pertandingan sebelumnya melalui gol di menit akhir. Pertandingan ini memastikan sensasi roller coaster Turki harus berhenti yang sebelumnya Turki selalu memberikan sensasi kejutan dengan menaik-turunkan adrenalin serta emosi para penontonnya.

Perjalanan Turki di Piala Eropa 2008, berhasil membelokan prediksi awal sebelum turnamen berlangsung. Yang menempatkan Turki sebagai unggulan nomor dua dari bawah dan Rusia sebagai unggulan terakhir yang berhasil membuktikan prediksi tersebut salah, karena keduanya berhasil menembus semi final.

Euro Austria-Swiss akan menjadi memori dan cerita bagus dalam sepakbola tentang kebangkitan generasi emas Spanyol dan magis Turki yang memberikan efek roller coaster melalui last minutes win yang sering mereka lakukan.

 

Itulah kisah roller coaster ala Turki yang menjadi kejutan di gelaran Piala Eropa 2008. Di Euro 2020, Turki telah mengalami dua kekalahan dan membutuhkan keajaiban untuk bisa lolos ke babak playoff melalui peringkat tiga terbaik. Menurutmu, akankah mereka bisa mengulang cerita yang serupa? 

Baca Juga: Menanti Kejutan Senol Gunes, Pelatih Timnas Turki di Piala Eropa 2020

Mufqi Fajrurrahman Photo Verified Writer Mufqi Fajrurrahman

Mahasiswa tingkat akhir yang menunggu acc dosen

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya