Comscore Tracker

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala Dunia

Punya mental baja!

Adu penalti di pertandingan sepak bola sering disebut sebagai babak tos-tosan. Sebutan itu menyiratkan bahwa faktor keberuntungan bisa sangat berpengaruh dalam adu penalti. Namun, tentu para eksekutor penalti tak bisa hanya mengandalkan hoki semata.

Latihan keras dan kesiapan mental harus dimiliki seorang pemain untuk bisa sukses pada adu penalti. Apalagi jika adu penalti tersebut terjadi di Piala Dunia. Tak sembarang pemain bisa menunaikan tugas jadi eskekutor dengan baik di panggung sebesar itu.

Maka, deretan pemain berikut ini pantas disebut jagonya adu penalti di Piala Dunia. Mereka pernah melakoni 2 babak adu penalti dalam 1 edisi Piala Dunia dan selalu berhasil mengonversi sepakannya menjadi gol.

Inilah para pemain jagoan adu penalti dalam satu edisi Piala Dunia.

1. Jorge Burruchaga dan Jose Serrizuela (1990)

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala DuniaJorge Burruchaga (fifa.com)

Sepanjang sejarah, hanya ada enam tim yang pernah menghadapi adu penalti 2 kali dalam 1 edisi Piala Dunia. Salah satunya adalah Argentina. Tim Tango bertemu dua babak tos-tosan di Piala Dunia 1990 Italia.

Latarnya adalah perempat final melawan Yugoslavia dan semifinal kontra Italia. Hasilnya, keduanya berhasil dimenangi Argentina. Ada dua pemain Argentina yang dua kali ditunjuk jadi eksekutor dan berhasil menunaikan tugasnya. Mereka adalah Jose Serrizuela dan Jorge Burruchaga.

Burruchaga adalah gelandang serang yang memang piawai mencetak gol selama berkarier. Sementara, Serrizuela berposisi bek, tetapi sering ditugaskan jadi eksekutor penalti. Mereka sukses mengantarkan Argentina ke final Piala Dunia 1990 meski akhirnya gagal juara.

2. Fernando Hierro dan Ruben Baraja (2002)

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala DuniaFernando Hierro (fifa.com)

Timnas Spanyol juga pernah melakoni dua adu penalti, tepatnya di Piala Dunia 2002 Korea/Jepang. Yang pertama berhasil mereka menangi atas Republik Irlandia pada babak 16 besar. Namun, adu penalti kedua berakhir dengan kekalahan dari tuan rumah Korea Selatan.

Spanyol mengawali kedua adu penalti tersebut dengan dua pemain yang sama, yaitu Fernando Hierro dan Ruben Baraja. Mereka terbukti bisa diandalkan karena selalu berhasil menjalankan tugasnya. Sayangnya, kegagalan penalti Joaquin Sanchez saat melawan Korea Selatan menamatkan perjalanan Spanyol.

3. Celso Borges dan Giancarlo Gonzalez (2014)

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala DuniaCelso Borges (fifa.com)

Di Piala Dunia 2014 Brasil, ada 2 tim yang harus 2 kali menemui adu penalti. Kosta Rika adalah salah satunya. Los Ticos memang tampil mengejutkan di Piala Dunia tersebut hingga mencapai babak perempat final.

Langkah Kosta Rika pada fase gugur saat itu diawali kemenangan adu penalti atas Yunani pada babak 16 besar. Namun, pada perempat final, giliran Kosta Rika yang pulang karena adu penalti. Mereka kalah dari Belanda dengan skor 3-5.

Meski demikian, ada dua pemain Kosta Rika yang tetap layak dipuji. Celso Borges dan Giancarlo Gonzalez sukses menjebol gawang Yunani dan Belanda melalui eksekusinya. Borges khususnya terbukti punya mental baja karena selalu berhasil jadi penendang pertama bagi timnya.

Baca Juga: Jepang Vs Kroasia Alot, Pemenang Ditentukan Adu Penalti

4. Arjen Robben dan Dirk Kuyt (2014)

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala DuniaArjen Robben (fifa.com)

Belanda juga menjalani dua kali adu penalti di Piala Dunia 2014. Setelah menyingkirkan Kosta Rika di perempat final, Belanda kalah 2-4 dari Argentina di semifinal via adu penalti. Dua eksekutor Belanda yang berhasil menjebol gawang Argentina adalah Arjen Robben dan Dirk Kuyt.

Robben dan Kuyt pun sebelumnya juga sukses mengeksekusi penalti ke gawang Kosta Rika. Peran Robben menonjol bagi keberhasilan Belanda meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2014. Selain pada adu penalti, Robben juga mencetak tiga gol sepanjang turnamen.

5. Luka Modric dan Ivan Rakitic (2018)

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala DuniaLuka Modric dan Ivan Rakitic (fifa.com)

Lanjut ke Piala Dunia 2018 Rusia, ada Luka Modric dan Ivan Rakitic yang sukses dua kali mencetak gol pada adu penalti. Keduanya maju jadi eksekutor saat Kroasia berhadapan dengan Denmark pada babak 16 besar. Lalu, keduanya kembali sukses jadi algojo di perempat final kontra Rusia.

Keberhasilan Rakitic menakjubkan. Ia dua kali sukses jadi eksekutor kelima alias penentu kemenangan timnya. Rakitic sendiri sudah pensiun dari timnas sejak 2019. Ia pun tidak turut menyingkirkan Jepang via adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar.

Sementara, Modric tampil di Piala Dunia 2022, termasuk di laga melawan Jepang. Namun, ia tidak jadi eksekutor penalti karena sudah ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu. Beruntung, Kroasia tetap bisa menyingkirkan Jepang tanpa Rakitic dan Modric.

6. Sergei Ignashevich (2018)

Para Pemain Jagoan Adu Penalti dalam 1 Edisi Piala DuniaSergei Ignashevich (instagram.com/ignashevich4)

Satu lagi tim yang pernah 2 kali melakoni adu penalti dalam 1 edisi Piala Dunia. Mereka adalah Rusia. Itu terjadi saat mereka jadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Rusia sukses lolos dari fase grup, lalu melewati babak 16 besar setelah mengalahkan Spanyol via babak tos-tosan.

Rusia kembali bertemu adu penalti pada perempat final, tetapi kali itu mereka gugur di tangan Kroasia. Dari barisan para eksekutor Rusia, hanya Sergei Ignashevich yang dua kali sukses menjalankan tugasnya. Meski berposisi bek tengah, Ignashevich terbukti sebagai penendang penalti yang andal.

Menjadi eksekutor pada adu penalti di Piala Dunia bukanlah tugas yang mudah. Apalagi jika harus melakukannya 2 kali dalam 1 edisi. Maka, para pemain di atas terbukti punya mental baja sehingga bisa sukses menunaikan tugasnya dengan baik.

Baca Juga: 5 Tendangan Penalti Terakhir yang Digagalkan Wojciech Szczesny

Peter Eduard Photo Verified Writer Peter Eduard

Be weird, because being normal is so boring

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Gagah N. Putra
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya