Comscore Tracker

Arjen Robben: Besar di Chelsea, Sukses di Bayern Muenchen

Chelsea dan Bayern spesial buat Robben

Jakarta, IDN Times - Arjen Robben memutuskan untuk pensiun lagi. Setelah sempat mengumumkan pensiun selepas musim 2018/19, sekarang dia mengabarkan bahwa dirinya pensiun lagi di usia yang memasuki 37 tahun.

Pada awal musim 2020/21, Robben sempat comeback dari pensiun untuk membela FC Groningen, klub profesional pertamanya. Dia ingin membantu Groningen keluar dari krisis akibat pandemik COVID-19.

Akan tetapi, comeback ini tidak berjalan mulus baginya. Kerap dihantam cedera sejak awal, dia jadi minim memperkuat Groningen. Total, hanya tujuh kali dia memperkuat Groningan di semua ajang, Alhasil, dia memutuskan untuk pensiun secara total.

Seperti apa perjalanan karier dari sosok kelahiran Bedum, Belanda tersebut?

Baca Juga: Arjen Robben, Si Jagoan Gocekan Melipir Akhirnya Pensiun

1. Robben mencuat bersama Chelsea

Arjen Robben: Besar di Chelsea, Sukses di Bayern Muenchenchelseafc.com

Robben memulai karier profesionalnya bersama FC Groningen. Dari Groningen, talentanya tercium oleh PSV Eindhoven. Dia pun diangkut ke Phillips Stadium dan menghabiskan 75 laga di sana. Selama main di sana, Robben berduet dengan Mateja Kezman. Duet keduanya ini disebut-sebut sebagai Batman and Robben.

Dari PSV, Robben sempat diisukan akan ke Manchester United. Namun, tawaran yang lebih besar datang dari Chelsea sehingga dia mendarat ke Stamford Bridge. Di Chelsea inilah, nama Robben sebagai winger kenamaan mulai mencuat.

Tiga musim membela Chelsea, bisa dibilang Robben meraih hampir semua trofi di tanah Inggris. Total, dia mengantarkan Chelsea juara Premier League dua kali, di musim 2004/05 dan 2005/06, juara Piala FA di musim 2006/07, juara Piala Liga Inggris di musim 2004/05 dan 2006/07, serta juara Community Shield di tahun 2005.

Hanya satu trofi yang gagal didapat Robben selama membela Chelsea, yaitu trofi Liga Champions. Di babak semifinal Liga Champions 2004/05, dia tidak bisa main karena cedera. Dia juga gagal jadi pembeda di semifinal Liga Champions 2006/07.

Dari Chelsea ini juga, pintu Robben terbuka untuk membela tim-tim Eropa lain. Pada 2007, akhirnya dia memutuskan untuk membela Real Madrid.

Baca Juga: Selain Robben, 7 Pemain Ini Kembali Bermain Setelah Sempat Pensiun

2. Sukses besar bersama Bayern Muenchen

Arjen Robben: Besar di Chelsea, Sukses di Bayern MuenchenInstagram.com/arjenrobben

Di Madrid, Robben tidak terlalu bergelimang prestasi laiknya di Chelsea. Memang, dia mengantarkan Madrid juara LaLiga di musim 2007/08. Namun, kedatangan Cristiano Ronaldo dan Kaka memaksanya untuk pergi dari Madrid. Dia hengkang ke Bayern Muenchen pada 2009.

Nah, bersama Bayern-lah, Robben benar-benar meraih kesuksesan dalam kariernya sebagai pesepak bola. Dia menemukan duet apik lagi di Bayern dalam diri Franck Ribery, layaknya Kezman di PSV maupun Damien Duff di Chelsea.

Duet Robben-Ribery di sisi sayap ini jadi momok menakutkan bagi lini pertahanan lawan. Keduanya kerap melakukan tusukan ke kotak penalti yang tak jarang membuat gawang lawan akhirnya kebobolan. Duet ini juga yang bikin Bayern sukses menjaga supremasi di Jerman.

Tak tanggung-tanggung, delapan trofi Bundesliga, lima trofi DFB Pokal, dan lima trofi Piala Super Jerman sukses Robben persembahkan bagi Bayern. Bersama Bayern juga, Robben meraih trofi Liga Champions pertamanya sepanjang karier, yakni pada musim 2012/13 silam.

Mulai dari Louis van Gaal, Jupp Heynckes, Pep Guardiola, hingga Carlo Ancelotti menyukai gaya main dari Robben ini. Alhasil, Robben main begitu lama untuk Bayern, yakni sebanyak 10 musim. Dia pun sempat mengumumkan pensiun selepas membela Bayern, sebelum akhirnya "comeback" dengan Groningen.

3. Noda hitam bersama Timnas Belanda

Arjen Robben: Besar di Chelsea, Sukses di Bayern Muenchentelegraph.co.uk

Kendati bergelimang prestasi di level klub, Robben bisa dibilang punya noda hitam bersama Timnas Belanda. Itu terjadi di Piala Dunia 2010 silam. Di laga final, dia gagal memanfaatkan dua peluang emas, sehingga membuat Belanda tumbang di tangan Spanyol saat itu.

Dia juga gagal membawa Belanda tampil apik di Piala Eropa 2012, meski akhirnya sukses membayar itu di Piala Dunia 2014 dengan mengantarkan Belanda menduduki peringkat ketiga. Perjalanan Robben di Belanda ditutup dengan dua kegagalan beruntun, yakni kegagalan masuk Piala Eropa 2016 serta Piala Dunia 2018.

Meski perjalanannya bersama Belanda tidak mulus, Arjen Robben tetap punya kenangan tersendiri selama karier sepak bola profesionalnya, dan itu terjadi saat dia membela Chelsea dan Bayern Muenchen.

Baca Juga: Termasuk Robben, Inilah 7 Pemain Top yang Pernah Membela FC Groningen

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya