Comscore Tracker

Begini Cara Unik Pemain Melawan Rasialisme dalam Sepak Bola 

Klub juga memberikan pembelaan kepada korban rasialisme

Jakarta, IDN Times - Apa yang terjadi pada Son Heung Min selepas laga Tottenham Hotspur lawan Manchester United adalah potret nyata bahwa rasialisme masih terjadi dalam sepak bola.

Selepas pertandingan, Son menerima banyak unggahan bernada rasialis di Twitter. Ada banyak caci maki dan hinaan dari warganet yang bahkan kelewat batas yang dialamatkan kepada pemain asal Korea Selatan tersebut.

Tottenham tidak tinggal diam. Dalam pernyataan resmi di akun Twitternya, mereka mengungkapkan bahwa pelecehan rasial yang didapatkan oleh Son adalah sesuatu yang menjijikkan. Mereka membela Son dan berjanji akan mengambil tindakan mengenai hal ini.

"Salah satu pemain kami mendapatkan pelecehan rasial yang sangat menjijikan dalam pertandingan. Kami mendukungmu, Son,” demikian cuit akun Twitter resmi Tottenham.

Tidak hanya Tottenham, ada beberapa klub atau pemain yang juga turut beraksi saat klub atau pemain yang bersangkutan terkena aksi rasialis.

1. Sikap Valencia meninggalkan lapangan pertandingan

Begini Cara Unik Pemain Melawan Rasialisme dalam Sepak Bola Twitter/@valenciacf_en

Sebelum kasus rasialisme terhadap Son mencuat, ada nama Mouctar Diakhaby yang jadi korban rasialisme di Liga Spanyol. Insiden tersebut terjadi saat timnya, Valencia, menghadapi Cadiz di Estadion Ramon de Carranza, Minggu (4/4/2021) malam.

Ketika itu Diakhaby mengaku dipanggil secara tidak pantas oleh salah satu pemain Cadiz, Juan Torres Ruiz, Ia dipanggil dengan sebutan 'Hitam Menyebalkan'. Dari situ, Valencia mengambil sikap. Semua pemain meninggalkan lapangan pertandingan dan laga sempat diskors beberapa menit.

Beruntung, setelah perwakilan Cadiz dan Valencia dipanggil, plus Diakhaby digantikan, laga kembali berlanjut. Terlepas dari itu, solidaritas yang dipertontonkan Valencia ini laik diacungi jempol.

Baca Juga: Son Heung Min Jadi Korban Rasialisme, Tottenham: Sangat Menjijikan

2. Koulibaly jadi korban rasialis, Napoli bertindak

Begini Cara Unik Pemain Melawan Rasialisme dalam Sepak Bola Google

Pada 2018, Inter Milan menghadapi Napoli dalam laga Liga Italia di Giuseppe Meazza. Tak disangka, salah satu pemain Napoli, Kalidou Koulibaly, mendapatkan perlakuan rasialis dari para suporter Inter yang memadati Giuseppe Meazza.

Jadi, sepanjang pertandingan, teriakan bernada binatang menggema di seantero stadion. Napoli sebenarnya tidak tinggal diam. Pelatih Napoli kala itu, Carlo Ancelotti, sempat meminta kepada wasit untuk menghentikan pertandingan, Namun, wasit tak mengacuhkannya.

Puncaknya, pada menit 81, Koulibaly terkena kartu merah. Sebagai sindiran terhadap wasit, ia bertepuk tangan di hadapan wasit, seolah ingin mengatakan bahwa wasit berani menghukumnya, tetapi tidak mau menghentikan pertandingan.

3. Moise Kean yang melawan ultras Cagliari

Begini Cara Unik Pemain Melawan Rasialisme dalam Sepak Bola talksport.com

Pada 2019 silam, Juventus berhadapan dengan Cagliari di Sardegna Arena. Moise Kean yang saat itu masih berseragam 'Si Nyonya Tua' mendapatkan perlakuan rasialis dari suporter Cagliari, terutama dari para ultras.

Apiknya, Kean melawan aksi rasialis itu dengan sesuatu yang elegan. Ia sukses mencetak salah satu dari dua gol kemenangan Juventus di pertandingan tersebut. Setelah mencetak gol, ia berlari ke tribune yang dipenuhi ultras Cagliari sembari merentangkan kedua tangannya.

Gestur itu laiknya tantangan dari Kean kepada ultras Cagliari. Hal itu membuat ultras Cagliari marah, tetapi kemenangan tetap diraih Juventus di akhir laga. Blaise Matuidi pun memberikan dukungan kepada Kean karena memang sempat mendapatkan perlakuan serupa di tempat yang sama.

4. Daniel Alves memakan pisang

Begini Cara Unik Pemain Melawan Rasialisme dalam Sepak Bola bleacherreport.com

Pada 2014, Daniel Alves pernah menerima tindakan rasialis dari suporter Villarreal. Ketika itu, Barcelona tengah menghadapi Villarreal di El Madrigal. Ketika Alves tengah berlari ke pinggir lapangan, salah seorang suporter melemparkan pisang ke arah Alves.

Alih-alih marah, Alves malah memakan pisang tersebut. Gestur Alves inilah yang akhirnya diikuti oleh beberapa pihak, seperti Hulk, Beymar, Sergio Aguro, Luis Suarez, dan David Luiz. Bahkan, Presiden Brasil kala itu, Dilma Rousseff, juga mengapresiasi cara Alves melawan aksi rasialis ini.

Sedangkan bagi suporter yang melempar pisang tersebut, Villarreal menjatuhkan sanksi larangan menonton seumur hidup di El Madrigal. Mereka ingin menegaskan bahwa tindakan rasialisme adalah sesuatu yang menentang prinsip sportivitas.

5. Roti untuk Hakan Calhanoglu

Begini Cara Unik Pemain Melawan Rasialisme dalam Sepak Bola goal.com

Ketika masih membela Bayer Leverkusen, Hakan Calhanoglu sempat mendapatkan aksi rasialisme dari salah seorang oknum suporter di stadion. Ketika Calhanoglu akan mengambil tendangan sudut, suporter tersebut melemparkan roti ke arah Calhanoglu.

Parahnya lagi, diduga roti itu mengandung babi. Alih-alih kesal, Calhanoglu justru memungut roti itu, berdoa, lalu menyingkirkan roti itu ke sisi lapangan. Sikap Calhanoglu ini menuai simpati dari warganet. Ia dianggap sudah menunjukkan reaksi ideal terhadap aksi rasialis yang ia terima.

Baca Juga: Son Heung Min Jadi Korban Rasialisme, Tottenham: Sangat Menjijikan

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya