Comscore Tracker

Jersey Denmark di Piala Dunia 2022 Jadi Bentuk Protes ke Qatar

Denmark bersikap lewat jersey mereka

Jakarta, IDN Times - Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk menggemakan protes, salah satunya lewat jersey. Nah, cara ini ditempuh oleh Denmark. Mereka menggemakan protes lewat jersey yang dipakai selama Piala Dunia 2022.

Jersey ini diresmikan pada Rabu (28/9/2022) lalu, oleh apparel mitra resmi Denmark, Hummel. Dalam akun media sosial resminya, Hummel menyatakan jersey Denmark kali ini bernadakan perlawanan.

1. Respons atas kasus pelanggaran HAM di Piala Dunia 2022

Jersey Denmark di Piala Dunia 2022 Jadi Bentuk Protes ke QatarJersey Denmark di Piala Dunia 2022. (twitter.com/hummel1923)

Hummel mengungkapkan, jersey Denmark di Piala Dunia 2022 merupakan bentuk perlawanan atas kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Qatar. Diduga, ribuan orang meninggal selama pembangunan infrastruktur Piala Dunia 2022 di Qatar.

Desain jersey Denmark untuk Piala Dunia 2022 ini memang unik. Jersey ini berbalut warna merah khas Denmark, tetapi logo Hummel selaku apparel dan logo Federasi Denmark, DBU, disamarkan. Ada tujuan tersendiri di balik hal ini.

"Jersey kami ini mengandung pesan tersendiri. Kami tidak ingin terlihat selama turnamen (Piala Dunia 2022) yang sudah mengorbankan ribuan nyawa orang ini," begitu pernyataan resmi Hummel.

Baca Juga: Lionel Messi Bidik Rekor Baru di Piala Dunia 2022

2. Mendukung Denmark, tidak mendukung Qatar

Jersey Denmark di Piala Dunia 2022 Jadi Bentuk Protes ke QatarDenmark vs Finlandia. (twitter.com/EURO2020)

Jersey ini juga jadi penegasan sikap Denmark di Piala Dunia 2022 nanti. Hummel mengaku, mereka tetap akan mendukung Tim Dinamit, tetapi tidak mendukung Qatar sebagai tuan rumah.

"Kami selalu mendukung Timnas Denmark di ajang apa pun, tetapi itu berbeda dengan sikap kami atas Qatar. Kami tidak mendukung mereka sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022," lanjut Hummel.

3. Pelanggaran HAM di Qatar jadi sorotan

Jersey Denmark di Piala Dunia 2022 Jadi Bentuk Protes ke QatarAl Rihla, bola untuk Piala Dunia 2022. (Dok. Adidas)

Kasus pelanggaran HAM yang menimpa para pekerja Piala Dunia 2022 terus menjadi sorotan. Sponsor pun mulai bergerak agar FIFA bisa bertanggung jawab dan meminta pihak penyelenggara untuk memenuhi hak para pekerja.

Human Rights Watch, Amnesty International, dan FairSquare, berulang kali meminta penyelenggara buat memenuhi kebutuhan pekerja di Piala Dunia 2022. Upaya mereka hingga kini belum membuahkan hasil positif.

Padahal, dari data ketiganya, ada 6.500 pekerja yang meninggal selama masa persiapan Piala Dunia 2022 dan keluarganya tak mendapatkan kompensasi. Pun, selama bekerja, para pekerja yang kebanyakan migran diperlakukan tak adil.

Baca Juga: Profil Stadion Venue Piala Dunia Qatar 2022, Ada Berbahan Kontainer

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya