Comscore Tracker

Menikmati Ledakan Brighton and Hove Albion di Premier League

Brighton sedang moncer dan mengancam klub raksasa

Jakarta, IDN Times - Jika mendengar Brighton & Hove Albion, lazimnya yang terbayang dalam benak kita adalah tim yang kerap bertengger di papan bawah klasemen Premier League, atau paling bagus medioker. Imajinasi yang wajar, mengingat realitanya, Brighton akrab dengan posisi tersebut.

Dalam empat musim terakhir, tepatnya ketika Brighton mulai berkompetisi lagi di Premier League pada musim 2017/18, mereka kerap mengakhiri musim di papan bawah. Pada musim 2017/18, mereka finis di posisi 15. Musim berikutnya, mereka mengakhiri kompetisi dengan bertengger di posisi 17.

Berlanjut ke musim 2019/20, Brighton juga finis di posisi 15. Sementara, musim kemarin, mereka finis di posisi 16. Jika melihat posisi-posisi di atas, tampak Brighton sudah terbiasa berkutat di posisi yang dekat dengan zona degradasi. Namun, musim ini berbeda.

Dari tujuh laga di Premier League yang sudah dilalui, Brighton berhasil mengumpulkan 14 poin. Catatan ini membuat mereka sejajar dengan tim-tim macam Everton, Manchester United, hingga Manchester City. Untuk sementara, mereka bertengger di posisi keenam.

Apa yang membuat Brighton bisa melesat seperti ini?

1. Permainan yang lebih intens dan tidak terburu-buru

Menikmati Ledakan Brighton and Hove Albion di Premier LeaguePesepak bola Brighton & Hove Albion Steven Alzate (tengah) mencetak gol ke gawang Liverpool yang dijaga penjaga gawang Caoimhin Kelleher dalam laga lanjutan Liga Inggris, di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (3/2/2021. Brighton & Hove Albion berhasil mengalahkan Liverpool 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Steven Alzate. ANTARA FOTO/Pool via Reuters-Phil Noble

Skuad Brighton sejatinya tidak banyak berubah. Rekrutan kunci mereka cuma dua, yakni Enock Mwepu (Red Bull Leipzig) serta Marc Cucurella (Getafe). Namun, Brighton mampu tampil berbeda dan lebih menggigit. Salah satu faktor yang mendasari itu adalah pola permainan yang berubah.

Graham Potter, manajer Brighton, mulai bisa menerapkan skema possession football dalam skuad. Berbalut formasi dasar 3-4-2-1, dengan opsi perubahan menjadi 3-5-2, Brighton jadi tim yang intens dalam bermain, serta lebih berani menguasai bola.

Dalam praktiknya, metode penguasaan Brighton ini bahkan menyamai metode Liverpool, ManCity, dan Chelsea. Brighton juga menerapkan garis pertahanan tinggi, dan hal tersebut bikin mereka mudah merebut bola dari lawan. Mereka juga jarang melepas bola kepada lawan.

Menurut catatan Marca, Brighton jadi tim ketiga yang jarang menerima umpan salah dari lawan, dengan rataan sebesar 11,3 kali, di bawah ManCity (10,1 kali) dan Liverpool (9,9 kali). Ketika menekan, mereka pun kerap merebut bola dari lawan dalam posisi yang menguntungkan.

Baca Juga: Brentford: Lebah Pekerja Gemar Sengat Raksasa Premier League

2. Brighton lebih efisien

Menikmati Ledakan Brighton and Hove Albion di Premier LeaguePelatih Brighton & Hove Albion Graham Potter (kiri) melakukan selebrasi bersama Yves Bissouma (kanan) setelah pertandingan usai melawan Liverpool dalam laga lanjutan Liga Inggris, di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu (3/2/2021. Brighton & Hove Albion berhasil mengalahkan Liverpool 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Steven Alzate. ANTARA FOTO/Pool via Reuters-Phil Noble

Meski banyak menguasai bola dan juga kerap menekan dengan tinggi, Brighton nyatanya tetap saja efisien. Angka xG (expected goal) mereka memang masih rendah, yakni 3,9, hanya berselisih 0,1 dari musim 2020/21 lalu. Namun, nyatanya mereka jadi lebih klinis dan efisien musim ini.

Dari tujuh laga yang sudah dilakoni di Premier League, Brighton mencetak delapan gol. Mereka juga memiliki catatan tembakan per laga sebesar 12,3. kali. Jika ditotal, Brighton sudah mencatatkan 12 gol dari sembilan laga di seluruh kompetisi.

Selain efektif dalam menyerang, Brighton juga punya pertahanan yang kuat. Kiper mereka, Robert Sanchez, mencatatkan 13 penyelamatan sejauh ini. Catatan ini memang tidak terlalu besar, tetapi mencerminkan kuatnya pertahanan Brighton. Apalagi, mereka cuma kebobolan lima kali.

Efektivitas inilah yang membuat Brighton jadi lebih menakutkan. Berpadu dengan skema possession football yang diterapkan, Brighton menghadirkan kejutan di awal musim Premier League.

3. Mampukah Brighton konsisten?

Menikmati Ledakan Brighton and Hove Albion di Premier LeagueEurosport.com

Di awal musim, Brighton boleh saja mengejutkan. Akan tetapi, pertanyaan yang keluar akan selalu sama, berlaku bagi setiap tim yang sukses menghadirkan kejutan. Akankah mereka konsisten sampai akhir musim, mengingat Premier League adalah kompetisi yang ketat?

Ujian bagi Brighton ini tentu akan datang pada periode berat saat Natal dan Tahun Baru nanti. Plus, Brighton belum menghadapi tim-tim besar macam Chelsea, Liverpool, ManCity, dan MU. Permainan mereka akan diuji kala menghadapi tim-tim semacam itu.

Mengulangi capaian Leicester City pada Premier League musim 2015/16 lalu memang sulit. Namun, jika Brighton mampu mewujudkannya musim ini, tentu itu jadi hal yang menarik untuk disaksikan.

Baca Juga: 4 Pemain Spanyol yang Bantu 2 Medioker Dobrak Premier League

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya