Comscore Tracker

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB 

Protokol ini akan jadi patokan klub dalam menggelar laga

Jakarta, IDN Times - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi, agaknya sudah mempersiapkan dengan matang soal pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 di tengah pandemik COVID-19. Mereka bahkan sudah menyusun protokol kesehatan yang kelak harus diterapkan oleh klub.

Protokol ini pun dipaparkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam acara Silaturahmi Menpora Bersama Stakeholder Sepak Bola di Kemenpora, Kamis, 18 Februari 2021. Iwan Bule--sapaan akrab Iriawan--mengungkapkan, protokol ini sudah sesuai dengan standar FIFA dan AFC.

"Kita sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang mengacu ke FIFA dan AFC, kemudian juga PSSI terlibat aktif dalam proses penyusunan protokol kesehatan laga versi AFC, makanya kita menyusun tidak terlalu sulit, karena ada yang ikut menyusun (protokol kesehatan) di AFC," ujar Iwan.

Bagaimana protokol kesehatan yang sudah disusun PSSI dan PT LIB untuk ajang Liga 1 dan Liga 2 2021 tersebut?

1. Adanya protokol kesehatan dasar

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Petugas kepolisian memegang papan imbauan saat Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan di Jalan Jhon Aryo Katili di Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (14/9/2020). Operasi terpadu Polri dan Satpol PP tersebut dilakukan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Dalam pemaparan yang dilakukan Iwan, disebutkan bahwa bagi semua orang yang masuk dan berada di stadion, harus melalui beberapa proses di bawah ini:

- Wajib mengenakan masker
- Melalui pengecekan suhu tubuh. Suhu tubuh harus berada di bawah 37,5 derajat Celcius
- Saturasi oksigen mesti di atas 94 persen
- Jangan menyentuh wajah
- Selalu mencuci tangan
- Hindari kontak fisik langsung dan menjaga jarak aman

Selain itu, stadion akan dibagi menjadi empat zona, yakni zona 1 (lapangan, sentel ban, technical area), zona 2 (tunnel, ruang ganti pemain, ruang ganti wasit, dan sekretariat), zona 3 (tribun umum, VVIP, media, media center), dan zona 4 (area parkir spot TV Broadcast, OB Van, dan area luar stadion).

Total, orang yang harus berada di stadion berjumlah 299 orang. Semuanya wajib melewati proses swab antigen dan PCR yang dilakukan PT LIB. Jika jumlah orang di stadion melewati 299, kelebihan orangnya akan dipaksa untuk meninggalkan stadion.

2. Protokol hari H pertandingan

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Ilustrasi uji swab PCR.IDN Times/GrabHealth

Saat hari H pertandingan, LIB akan melakukan swab test (antigen/PCR) atau GeNose kepada para pemain dan ofisial tim serta perangkat wasit di hotel, tepatnya pagi hari jam 09.00 WIB. PT LIB juga bertanggung jawab melakukan swab test untuk seluruh personel panpel pertandingan di stadion, termasuk untuk sopir bus pemain.

Lalu, untuk pemain atau ofisial yang positif atau terindikasi COVID-19 (OTG), harus langsung melakukan isolasi di kamar isolasi yang sudah disiapkan PT LIB, serta ditangani  Satgas COVID-19 PSSI/LIB.

3. Keberangkatan tim dan wasit ke stadion

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB IDN Times/Reza Iqbal

Untuk prosesi keberangkatan tim dan wasit ke stadion, kapasitas bus yang digunakan tidak boleh melebihi persen. Jadi, bus maksimal harus berisikan 22 penumpang, terdiri dari pemain, pelatih, dan ofisial. Bus juga akan disemprot disinfektan sebelum dan sesudah digunakan.

Seluruh pemain, pelatih, dan ofisial yang ada di bus harus memakai masker. Perangkat wasit sendiri harus ada di stadion 120 menit sebelum laga. Sedangkan pemain, pelatih, dan ofisial harus tiba di stadion 100 menit sebelum laga dimulai.

4. Kedatangan tim dan wasit di stadion

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Ilustrasi Stadion di Tengah Pandemik COVID-19 (ANTARA FOTO/Fauzan)

Untuk interval kedatangan bus tim kandang dan tandang, ada jeda 10 menit. Begitu datang ke stadion, pemain dan ofisial akan melalui pengecekan suhu. Jika ada yang suhunya di atas 37,5 derajat Celcius akan dilarang masuk ke stadion.

Saturasi oksigen dari pemain dan ofisial juga harus di atas 95 persen. Nantinya, jalur masuk kedua tim ke lapangan juga akan berbeda, serta tidak ada wawancara pelatih saat kedatangan tim ke stadion.

5. Ruangan di stadion

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Instagram

Untuk ruangan di dalam stadion, semuanya akan disemprot disinfektan pada pagi hari sebelum pertandingan, dan akan dikunci sampai tim serta wasit tiba di stadion. Hand sanitizer dan signage juga akan tersedia di setiap area penting di stadion.

Tim, ofisial, dan wasit diharuskan menjaga jarak dan memakai masker, serta selain personel tim, dilarang masuk ke ruang ganti. Untuk pengecekan jersey, tidak lagi dilakukan di ruang ganti, melainkan digelar di pinggir lapangan sebelum pemanasan.

6. Pemanasan sebelum pertandingan

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Instagram pssi

Untuk pemanasan sebelum pertandingan, hanya ofisial dan pemain yang terdaftar dalam DSP (Daftar Susunan Pemain) saja yang diperkenankan ikut pemanasan. Untuk sesi pemanasan sendiri, setiap tim diharuskan menggunakan separuh lapangan yang berbeda.

Durasi untuk pemanasan sendiri maksimal 30 menit, dan setelah pemanasan, seluruh pemain dan ofisial menuju ke ruang ganti dengan tetap menjaga jarak. Tidak diperbolehkan juga adanya kerumunan di antara area-area ini.

7. Proses menuju sepak mula

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Jelang kick off Piala Soeratin U-17 (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sebelum sepak mula digelar, wasit akan melakukan pengecekan perlengkapan pemain. Pemain cadangan dan ofisial akan duduk di bench dengan menjaga jarak, sesuai dengan jumlah personel per tim. Tidak ada lagi anak kecil yang mengiringi ke lapangan.

Ketika PSSI Anthem dimulai, kedua tim akan memasuki lapangan dengan jarak 1 meter antar pemain satu tim. Tidak akan ada jabat tangan, termasuk jabat tangan antara tim dan wasit. Foto tim tetap ada, namun dilakukan dengan menjaga jarak.

8. Ketika pertandingan berlangsung

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Saat laga dimulai, pemain dilarang berbagi botol minuman dan tidak meludah sembarangan. Ketika bersin dan batuk, mereka juga harus menerapkan etika tertentu. Perayaan gol tidak dilakukan berlebihan, apalagi sampai berangkulan dan berpelukan satu sama lain.

Setiap ofisial dan pemain cadangan yang ada di bench wajib memakai masker. Petugas medis harus selalu siaga dan tetap menjaga jarak, sedangkan anak gawang (ball boy) dibekali sarung tangan dan disinfektan untuk bola. Ambulans wajib ada, dan dilengkapi dengan alat pacu jantung (AED).

Untuk media, ada juga aturan khusus yang berlaku. Bagi fotografer yang masuk area lapangan, mereka wajib melalui pengecekan suhu tubuh, memakai masker, dan memiliki saturasi oksigen di atas 94 persen. Wartawan di tribune juga wajib melalui proses yang sama, plus menjaga jarak di tribune.

9. Memasuki half time

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Liga-Indonesia.id

Ketika hialf time, kedua tim harus melalui jalur yang berbeda saat memasuki ruang ganti. Hand sanitizer juga harus tersedia di area tunnel, agar dapat digunakan pemain dan wasit sebelum masuk ke ruang ganti. Pemain dan wasit juga dilarang berkomunikasi.

Tim juga dilarang berkumpul. Lalu, saat akan memulai babak kedua, seluruh pemain langsung masuk ke lapangan tanpa berkumpul di tunnel.

Baca Juga: Pesan Kapolri Usai Pramusim Liga 1 Diizinkan

10. Pertandingan selesai

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB Ezechiel N'Douassel, pemain Persib Bandung.ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Setelah pertandingan selesai, pemain dilarang bertukar seragam. Wasit langsung menuju lingkaran tengah sampai pemain meninggalkan lapangan, dan tidak ada jabat tangan dengan pemain.

Sebisa mungkin jabat tangan dihindari dan diganti dengan aplaus dari kejauhan. Para pemain harus langsung menuju ruang ganti tanpa berkerumun di area pinggir lapangan dan tunnel.

11. Kepulangan pemain dan wasit

Menilik Protokol Kesehatan yang Dibuat PSSI dan PT LIB ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Kedua tim tidak diperkenankan pulang secara bersamaan. Selain itu, tidak ada kunjungan VVIP ke ruang ganti pemain. Pemain juga dilarang berlama-lama di ruang ganti. Selain itu, tidak ada aktivitas di mixed zone. termasuk wawancara dengan pemain dan pelatih.

Menilik protokol yang sudah disusun PSSI dan PT LIB ini, tampak bahwa mereka sudah mengatur sedemikian rupa, mulai dari kedatangan hingga kepulangan pemain. Pertanyaannya sekarang, akankah implementasi dari protokol ini bisa konsisten?

Baca Juga: [BREAKING] Polri Beri Izin Turnamen Pramusim Liga 1 dan Liga 2

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya