Comscore Tracker

Penyakit Spanyol yang Belum Teratasi: Suka Bingung

Spanyol buntu saat lawan Swedia

Jakarta, IDN Times - Pada gelaran Piala Dunia 2018, Timnas Spanyol hadir dengan sebuah harapan. Setelah kegagalan total di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016, mereka coba mengembalikan reputasi mereka sebagai tim juara.

Namun, pada akhirnya, Spanyol justru kelabakan. Selain karena insiden pemecatan Julen Lopetegui jelang turnamen berakhir, salah satu hal yang membuat Spanyol sulit bersaing, hingga akhirnya tumbang dari Rusia adalah masalah di sistem permainannya.

Siapa sangka, alih-alih terselesaikan, masalah ini muncul kembali di Piala Eropa 2020. Bahkan, problem ini sudah terlihat ketika Spanyol ditahan imbang oleh Swedia di laga perdana fase grup Piala Eropa 2020.

1. Oper-oper, tapi akhirnya bingung

Penyakit Spanyol yang Belum Teratasi: Suka BingungSpanyol vs Swedia. (twitter.com/SeFutbol)

Dalam pertandingan lawan Swedia di laga pembuka fase grup Piala Eropa 2020, Spanyol sejatinya tampil sangat dominan. Dari segi persentase penguasaan bola dan penciptaan peluang, mereka menang telak atas Swedia.

Bayangkan, Spanyol menorehkan persentase penguasaan bola sebesar 86 persen berbanding 14 persen milik Swedia. Mereka mampu menciptakan 17 tembakan berbanding empat milik Swedia di pertandingan tersebut. Namun, mengapa Spanyol begitu susah mencetak gol?

Salah satu penyebab dari sulitnya Spanyol mencetak gol di laga ini adalah kebingungan yang diciptakan mereka sendiri. Berdasarkan heatmap dari Whoscored, terlihat Spanyol lebih banyak berkutat di area sepertiga tengah. Jarang para pemain Spanyol menginjakkan kaki di area sepertiga akhir.

Kebingungan inilah yang membuat Spanyol pada akhirnya kesusahan mencetak gol ke gawang Swedia. Mereka bisa mengalirkan bola sampai tengah, ditopang oleh para pemain sayap yang menyajikan opsi melebar, tetapi akhirnya bola itu tidak mendarat di kotak penalti Swedia.

Baca Juga: Dosa Spanyol Usai Morata Kena Semprot Fans

2. Lini serang Spanyol yang minim kreasi

Penyakit Spanyol yang Belum Teratasi: Suka BingungSpanyol vs Swedia. (twitter.com/SeFutbol)

Selain kebingungan, salah satu hal lain yang membuat Spanyol kesulitan mencetak gol di laga lawan Swedia adalah minimnya kreasi di lini serang. Serangan Spanyol terlalu banyak bertumpu di sisi sayap pada pertandingan ini.

Memang, Jordi Alba dan Marcos Llorente selaku full-back sering membantu serangan sepanjang laga. Mereka juga beberapa kali melakukan penetrasi ke lini pertahanan Swedia. Namun, penetrasi ini jadi tidak ada arti karena para pemain depan Spanyol juga tidak terlalu kreatif.

Tampak trio Alvaro Morata, Ferran Torres, dan Dani Olmo, belum bisa saling berkombinasi dengan baik. Khusus buat Morata, terlepas dari kritik yang dialamatkan padanya karena banyak membuang peluang, tidak bisa pula menjalankan perannya sebagai poacher dengan baik di laga tersebut.

Ditambah, Spanyol tidak didukung oleh pemain tengah yang mampu jadi distributor bola bagi para penyerang. Cuma Pedri yang tampil impresif. Namun, dia tak didukung oleh Koke yang diharapkan dapat jadi tandemnya.

Alhasil, menyambung dengan kebingungan Spanyol dalam bermain, minimnya kreasi di lini serang ini membuat Spanyol terlihat seperti hanya bermain-main saja di sayap. Mereka tidak mampu menceploskan bola ke gawang Swedia, hingga akhirnya mereka gagal menang di laga ini.

3. Gara-gara tak ada pemain Real Madrid?

Penyakit Spanyol yang Belum Teratasi: Suka Bingungpotret Marco Asensio bersama Timnas Spanyol(90min.com)

Tidak adanya pemain Real Madrid di skuad Piala Eropa 2020 ini memang jadi pembicaraan. Memang, jika seandainya ada pemain-pemain macam Sergio Ramos, Isco, Lucas Vazquez, hingga Marco Asensio, Spanyol mungkin lebih punya banyak opsi, terutama di lini serang.

Meninjau kebuntuan Spanyol di laga lawan Swedia, tampaknya ketiadaan pemain Madrid memberikan pengaruh besar buat skuad Spanyol di Piala Eropa 2020. Sebab, dari deretan pemain Madrid yang disebutkan di atas, selain mereka kreatif, pengalamannya juga kaya. Solusi yang dihadirkan tentu akan berbeda dan bisa berguna buat Spanyol.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique, harus segera melakukan pembenahan di sisa dua laga fase grup Piala Eropa 2020 mendatang. Jika tidak, bisa jadi tragedi di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016 akan terulang kembali.

Baca Juga: Spanyol Ditahan Swedia, Alvaro Morata Dicemooh Fans

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya