Comscore Tracker

Saat Sakit Hati Membuat Luis Suarez Jadi Lebih Kuat

Suarez berbahagia bersama Atletico Madrid kini

Jakarta, IDN Times - Penyair Indonesia, M. Aan Mansyur, pernah berujar dalam salah satu puisinya bahwa ia senang berada di antara orang yang patah hati. Mungkin, jika ia dekat-dekat dengan Luis Suarez saat ini, ia akan berbahagia. Kenapa demikian?

Dalam salah satu puisinya, Melihat Api Bekerja, Aan mengungkapkan orang-orang yang patah hati adalah orang yang berbahaya. Dalam diam, mereka tahu sudah ada yang dicuri dalam diri mereka. Walhasil, mereka pun bisa melakukan hal-hal tak terduga.

Memang, ketika patah hati, kreativitas kadang-kadang bisa tiba-tiba menyeruak dari otak kanan. Lagu-lagu yang tercipta, beserta sajak-sajak yang tergurat, terkadang hadir dari hati yang sudah terluka. Tak heran, Plato juga pernah berujar bahwa dengan sentuhan cinta, semua orang bisa menjadi penyair.

Begitu juga yang kini dialami Luis Suarez. Rasa sakit hati yang ia dapat saat membela Barcelona, membuatnya jadi pemain yang lebih kuat di Atletico Madrid.

1. Sakit hati karena tertendang dari Barcelona

Saat Sakit Hati Membuat Luis Suarez Jadi Lebih KuatFourFourTwo

Selama membela Barcelona, Suarez sudah memberikan segalanya. Ketika masih bermain bersama Lionel Messi dan Neymar dengan julukan trio MSN, Suarez turut menyumbangkan treble winner buat Barcelona di musim 2014/15.

Ketika Barcelona limbung selepas Neymar pergi, Suarez mampu menjadi tandem sejati buat Messi. Dalam balutan formasi dasar 4-4-2, mereka berdua jadi momok bagi pertahanan lawan. Messi mengacak-ngacak, Luis Suarez masuk ke ruang-ruang yang sudah diciptakan Messi.

Rasa cinta Suarez untuk Barcelona juga terbukti lewat torehan yang sudah diberikan. Selain trofi, total dari 283 laga yang Suarez lakoni bersama Barcelona di semua kompetisi, ia mampu menyumbangkan 195 gol dan 113 asis.

Walhasil, dengan segala capaian ini, Suarez dielu-elukan di Camp Nou. Messi pun klop bermain bersamanya, karena ia menilai pemain asal Uruguay itu jadi salah satu sosok yang mampu memahami sekaligus membantunya di atas lapangan, tanpa mengecilkan peran pemain Barcelona yang lain.

Namun, manajemen Barcelona plus Ronald Koeman berpikiran lain. Usia Suarez saat ini sudah tidak muda lagi, yakni 34 tahun. Dengan dalih peremajaan skuat, ia didepak, Koeman bahkan sampai rela mengatakan ia tidak masuk dalam rencananya musim depan.

Suarez sedih. Rasa cintanya kepada Barcelona yang sudah terbentuk selama enam musim tidak berbalas. Akan tetapi, hidup harus terus berjalan dan Suarez pergi dengan hati terluka. Beruntung, ada Atletico Madrid yang mau menampungnya.

Di Atletico-lah, Suarez mendapatkan media untuk melampiaskan rasa sakit hatinya.

2. Masa-masa di Atletico yang penuh adaptasi

Saat Sakit Hati Membuat Luis Suarez Jadi Lebih KuatLuis Suarez di Atletico Madrid. (Twitter.com/LuisSuarez9)

Singkat cerita, Atletico dan Suarez mulai saling berhubungan. Namun, memang untuk membutuhkan rasa cinta perlu proses. Apalagi, Suarez sudah terbiasa dengan segala hal tentang Barcelona. Ia harus beradaptasi lagi.

Di awal-awal masa bermainnya untuk Atletico, Suarez tidak terlalu produktif. Malah, justru Joao Felix yang kerap mencuri perhatian lewat pergerakan eksplosifnya di lini pertahanan lawan. Felix pun sempat menjadi mesin gol Atletico.

Proses yang berliku pun dilalui Luis Suarez untuk beradaptasi, sembari perlahan mengikis kenangan indah bersama Barcelona. Dalam prosesnya ini, banyak yang akhirnya membantu Suarez menjalin hubungan dengan Atletico.

3. Simeone membantu adaptasi Suarez di Atletico

Saat Sakit Hati Membuat Luis Suarez Jadi Lebih KuatLuis Suarez di Atletico Madrid. (Twitter.com/LuisSuarez9)

Beruntung, Diego Simeone selaku orang tua (baca: manajer) Atletico paham akan hal tersebut. Ia pun membuat sistem yang membuat Suarez nyaman bermain di Atletico. Formasi dasar 4-4-2 yang jadi pakem Atletico, coba divariasikan Simeone.

Sosok asal Argentina itu pun menjajal variasi dari 4-4-2 dengan menerapkan skema dasar 3-5-2 dan 3-4-3. Tujuannya satu, agar Atletico bisa memainkan bola lebih banyak di area sepertiga akhir lawan.

Dengan lebih banyak memainkan bola, maka hal tersebut dapat mengacaukan koordinasi di lini pertahanan lawan. Saat koordinasi itu kacau, akan ada ruang-ruang kosong yang pada akhirnya mampu dimanfaatkan Suarez. Di usianya yang sudah 34, Luis Suarez tetap memiliki ketajaman mumpuni.

Penyesuaian yang dilakukan Simeone berhasil. Ditopang sosok-sosok macam Felix, Angel Correa, Koke, dan Yannick Carrasco, Atletico jadi tim yang dengan kekuatan ofensif yang mengerikan, dengan Suarez sebagai penyerang tunggal di depan.

Jangan heran juga, penampilan Suarez bersama Atletico di musim ini menanjak. Di ajang LaLiga, penggawa Timnas Uruguay itu mampu mencetak 16 gol dari 20 laga. Produktifnya Suarez ini juga berpengaruh terhadap torehan gol Atletico di LaLiga.

Whoscored mencatat, Atletico berhasil menorehkan 45 gol sejauh ini di LaLiga, tertinggi kedua setelah Barcelona (50 gol) dan unggul tiga gol atas Real Madrid (43 gol). Rasa sakit hati yang dirasakan Suarez terlampiaskan lewat penampilan impresifnya untuk Atletico.

Baca Juga: Aksi Nakal Suarez Cubit Kaki Bek Chelsea

4. Apakah Suarez terlibat dalam pertahanan?

Saat Sakit Hati Membuat Luis Suarez Jadi Lebih KuatLuis Suarez di Atletico Madrid. (Twitter.com/LuisSuarez9)

Ketika menjalin hubungan, rasa saling memahami tentu harus tercipta. Itu juga yang dilakukan Suarez terhadap Atletico. Sadar bahwa Atletico adalah tim dengan orientasi pertahanan yang baik, ia pun menyesuaikan diri dalam sistem pressing Atletico.

Sebagai sosok tunggal di depan, Suarez memang tidak menekan bek lawan secara membabi buta. Ia lebih memilih untuk menekan bek lawan dengan cara memutus aliran bola bek. Toh, meski usianya sudah 34 tahun, Suarez masih lincah dan lihai dalam membaca pergerakan lawan.

Ia juga tidak perlu khawatir. Di belakangnya, sudah ada Felix, Carrasco, Koke, serta Marcos Llorente yang siap menyergap lawan. Luis Suarez mampu beradaptasi dengan gaya pressing Atletico yang memang sudah dikenal kuat sejak musim 2011/12 lalu.

5. Kini, Suarez bisa kembali tersenyum

Saat Sakit Hati Membuat Luis Suarez Jadi Lebih KuatLuis Suarez di Atletico Madrid. (Twitter.com/LuisSuarez9)

Tangis yang pernah diperlihatkan Suarez saat pamit dari Barcelona sudah menjadi masa lalu. Bagaimanapun, Barcelona adalah tempat yang spesial buatnya. Selain bisa bermain dengan Messi, ia merasakan cinta yang hangat di sana.

Namun, Atletico juga tidak kalah hangatnya. Mereka menampung dan menghibur Suarez yang tengah terluka, menyediakannya tempat untuk berkeluh kesah dan melampiaskan rasa sakit hatinya. Hasilnya ciamik. Ada efek positif dari hubungan Suarez dan Atletico ini.

Suarez mampu mempertahankan ketajamannya di Atletico berkat penyesuaian yang dilakukan Simeone. Di sisi lain, Atletico Madrid juga mampu memuncaki klasemen sementara LaLiga berkat penampilan apik Luis Suarez. Ya, kadang orang yang sakit hati memang hanya perlu diberi ruang untuk berekspresi.

Baca Juga: Kontrak Fantastis Messi Tersebar, Luis Suarez Bicara Ini 

Topic:

  • Sandy Firdaus
  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya