Comscore Tracker

Bek Ganas Belanda Jadi Suksesor Hakimi di Inter Milan

Denzel Dumfries diproyeksikan jadi pengganti Hakimi

Jakarta, IDN Times - Bek yang tampil ganas bersama Belanda di Piala Eropa 2020, Denzel Dumfries, resmi gabung ke Inter Milan. Dumfries direkrut Inter demi mengisi pos yang ditinggalkan Achraf Hakimi pasca cabut ke Paris Saint-Germain.

Manajemen Inter merekrut Dumfries dengan harga yang terbilang murah. Mereka cuma keluar duit sebesar 12,5 juta euro atau setara Rp212 miliar, dengan dihiasi add-ons, untuk dibayarkan kepada PSV Eindhoven. Dumfries diikat Inter dengan durasi selama empat tahun.

Perekrutan Dumfries diumumkan hanya beberapa menit setelah Inter resmi menggaet Edin Dzeko yang diproyeksikan sebagai pengganti Romelu Lukaku.

Baca Juga: Awas, Inter Milan Bisa Babak Belur Usai Dihantam Eksodus Bintang

1. Kesempatan emas

Gabung ke Nerazzurri, Dumfries mengaku begitu bahagia. Dia sudah tak sabar merasakan kerasnya persaingan di Serie A.

"Saya bahagia gabung ke juara Italia. Rasanya begitu menyenangkan, karena mendapat kesempatan besar. Saya berharap bisa mengarungi musim luar biasa, mungkin juara lagi di kompetisi dan tampil hebat dalam ajang Liga Champions," kata Dumfries dikutip Inter TV.

2. Laris manis di Eropa

Bek Ganas Belanda Jadi Suksesor Hakimi di Inter MilanDanzel Dumfries (skysports.com)

Dumfries sebenarnya jadi buruan banyak klub di bursa transfer musim panas 2021. Setelah tampil ganas bersama Belanda pada Piala Eropa 2020 lalu, Dumfries memikat perhatian dari sejumlah raksasa Eropa, khususnya Premier League.

Selain Inter, Everton juga jadi klub lainnya yang begitu bernafsu mendatangkan Dumfries. Namun, pada akhirnya tawaran dari Everton tak mampu memikat hati Dumfries hingga akhirnya gabung Inter.

Baca Juga: Lukaku Cabut, Inter Milan Bidik Jimat Napoli dan Italia

3. Cocok dengan skema tiga bek

Bek Ganas Belanda Jadi Suksesor Hakimi di Inter MilanDenzel Dumfries (eurosport.com)

Gaya main Dumfries memang cukup cocok untuk skema pelatih Simone Inzaghi. Tak cuma piawai jadi bek sayap, Dumfries bisa nyetel pula kalau dipasang sebagai wing-back dalam skema tiga bek.

Lihat saja aksinya saat Belanda berlaga di Piala Eropa, pria 25 tahun itu sangat bertenaga dan tak kenal lelah mengejar bola. Dumfries juga agresif dan gemar cetak gol hingga umpan, sama seperti Hakimi.

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya