Comscore Tracker

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020

Menjembatani dunia hingga ke pelosok Indonesia

Pada 18 November 2020, organisasi nirlaba yang memantau perkembangan dan penggunaan internet secara terbuka dan aman, The Internet Society, menganugerahkan Jonathan B. Postel Service Award kepada Onno W. Purbo, selaku pakar teknologi informasi (TI) Indonesia.

"Sebuah kehormatan bagi saya untuk menerima penghargaan tertinggi dan tak ternilai yang diberikan oleh The Internet Society kepada Indonesia. Dengan gadget dan perlengkapan sederhana yang telah dimodifikasi, seseorang dapat mendapatkan akses informasi dan pengetahuan yang adalah sebuah pondasi untuk kemajuan setiap bangsa. The Internet Society telah mengakui bahwa pendekatan tersebut dinilai tepat menuju internet untuk semua. Namun, pekerjaan saya masih belum selesai. Postel Service Award ini memaparkan perjalanan yang harus saya tempuh dalam mengobarkan antusiasme untuk maju menuju masyarakat berbasis pengetahuan," ujar Purbo.

Menerima penghargaan tertinggi di bidang internet dunia sejak 1999 yang dinamai sesuai dengan tokoh komunitas dunia maya legendaris, Jonathan B. Postel, Onno W. Purbo dianggap telah berkontribusi terhadap komunitas internet di Indonesia dengan menjadi tokoh yang vokal terhadap demokratisasi internet untuk seluruh penduduk Indonesia, terutama di daerah pedesaaan.

Memberi selamat kepada Purbo, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, berharap bahwa penghargaan tersebut bisa menjadi batu loncatan untuk perkembangan internet Indonesia, dan bagi pejuang internet lainnya agar bisa mengikuti langkah Purbo.

"Kontribusi Pak Purbo pada sektor digital sangat berharga, dan penghargaan ini menjadi tanda pencapaiannya dan teladannya bagi orang lain. Inisiatifnya terhadap akses internet dan jaringan komunitas telah mengusung gagasan untuk internet yang terjangkau dan dapat diakses di berbagai daerah di Indonesia. Saya yakin penghargaan ini akan menginspirasi banyak orang untuk berinovasi dan mengikuti langkahnya serta mengatasi tantangan di komunitas mereka terutama dalam meningkatkan digitalisasi,” kata tutur Plate.

1. Pendekatan internet pada masyarakat yang lebih humanistis

Dilansir laman resmi The Internet Society, Purbo memiliki caranya sendiri untuk menyebarkan pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang internet, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil seperti pedesaan.

Salah satu caranya yang unik adalah dengan melibatkan masyarakat! Bukan dengan coding atau dengan menyetel antena, melainkan dengan membagikan pengetahuannya mengenai internet kepada masyarakat.

"Para teknis internet lainnya, mereka sangat saintifik, memecahkan masalah internet dengan coding atau antena, dan dengan produk sejenisnya. Pendekatan saya lebih manusiawi. Kebanyakan teknisi memperkenalkan produk mereka, saya lebih ingin membagikan pengetahuan," ujar Purbo.

2. Menggunakan media sosial sebagai "kelas"

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020Onno W. Purbo. cnnindonesia.com

Purbo dianggap telah menggunakan pengalaman, pengetahuan, dan keahliannya bukan hanya untuk membangun jaringan dan membuka akses internet bagi rakyat Indonesia, melainkan juga membagikan ilmunya kepada mereka.

Mengingat media sosial adalah salah satu sarana komunikasi yang paling digunakan, Purbo, yang telah menulis lebih dari 40 buku mengenai internet di Indonesia, memanfaatkan saluran media sosial dan melayani ratusan ribu yang ingin belajar dan berkonsultasi mengenai pertanyaan dan masalah internet.

“Saya menggunakan media sosial sebagai [ruang] kelas besar dan gratis. Proses pemberdayaan yang efektif dan efisien tidak mungkin dilakukan dengan mekanisme lama, seperti menyewa ruangan atau gedung dengan event organizer (EO) yang profesional. Saat ini, misalnya, ribuan penonton dapat dengan mudah melihat video saya di YouTube," ujar Purbo yang juga berprofesi sebagai dosen di IBI Darmajaya.

3. "Murid-murid" Purbo yang tidak sedikit

https://www.youtube.com/embed/1NRJf8OAdc8

Dengan hampir 700.000 follower di media sosial setiap harinya, Purbo menjangkau audiens yang sangat besar. Setiap hari, ia rajin mengunggah beberapa video pelajaran mengenai internet yang dapat diakses oleh semua orang di kanal resminya, "Onno Center", atau akun Twitter-nya, @onnowpurbo.

“Per hari, saya memposting rata-rata tiga video berdurasi 10 menit, menjawab sekitar 20 hingga 30 pertanyaan di YouTube, dan lima hingga 10 pertanyaan di Twitter. Sangat interaktif dan tidak membuang waktu. Mereka mengajukan pertanyaan, dan saya menjawab," imbuh Purbo.

Saat ini, ia pun terlibat memberikan layanan e-learning gratis dan terbesar di Indonesia yang telah menggelar lebih dari 700 kursus kepada hampir 40.000 peserta dan melatih lebih dari 8.000 guru tentang pengoperasian e-learning.

“Saya mengajarkan pengetahuan dasar yang dibutuhkan orang untuk menggunakan jaringan mereka, seperti komputasi awan (cloud computing) dan sistem operasi. Orang-orang selalu bertanya kepada saya bagaimana kami dapat mengajar kaum muda untuk melakukan pemrograman. Ini adalah salah satu cara untuk melakukannya,” ujar pria yang telah menerima gelar Doktor di Kanada ini.

Baca Juga: 11 Ilmuwan Indonesia yang Menciptakan Hal Hebat dan Dikenal di Dunia

4. Kiprah Purbo di internet Indonesia

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020Onno W. Purbo. liputan6.com

Dari sekian banyak prestasinya, Purbo terkenal karena merintis bidang internet di Indonesia. Hal tersebut dilakukan melalui penggunaan teknologi nirkabel dan Voice over Internet Protocol (VOIP) yang canggih. Kemudian, ia juga memperjuangkan deregulasi frekuensi WiFi dan memperkenalkan warung internet (warnet), jaringan RT-RW-Net, dan jaringan seluler komunitas ke Indonesia.

Selain itu, Purbo juga memprakarsai koneksi internet pertama di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menggunakannya untuk membangun jaringan pendidikan pertama di Indonesia. Purbo mengatur jaringan telepon komunitas pertama melalui internet dan memimpin pengenalan kembali mata pelajaran "Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)" ke dalam kurikulum sekolah menengah di Indonesia.

“Saat kita mengajari orang [keterampilan literasi digital], pasar pun ikut tercipta. Pada awal 2000-an, orang-orang membangun warnet ini karena masih tergolong baru dan tidak banyak yang memiliki akses. Dalam enam bulan, mereka balik modal. Tetapi, dalam prosesnya, mereka pun harus mengajari pengguna cara menggunakan internet, sehingga mereka menciptakan pasar sendiri,” jelas Purbo.

5. Kesenjangan internet di Indonesia

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020Onno W. Purbo. satu-indonesia.com

Akan tetapi, perjuangan Purbo bukan hanya di media sosial saja. ia pun juga menghabiskan waktu bertahun-tahun mempromosikan layanan internet yang dapat diakses dan gratis untuk seluruh penduduk Indonesia, tanpa kecuali.

Lalu, di mana masalahnya? Ia mengatakan bahwa ada tiga hambatan utama untuk mengakses di Indonesia, yaitu bahasa, infrastruktur, dan kesenjangan pengetahuan teknologi umum.

“Kebanyakan orang kesulitan membaca dan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, dan sayangnya, sebagian besar pengetahuan di internet tersedia hanya dalam Bahasa Inggris,” ujar Purbo.

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020Data Penggunaan Internet di Indonesia (IDN Times/Arief Rahmat)

Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 83.000 desa. Masalahnya, Purbo memaparkan bahwa sementara pemerintah Indonesia menganggap seluruh daerah telah "tersentuh" internet, kenyataannya, paling sedikit 9.000 desa tidak memiliki akses internet.

Oleh karena itu, ia bekerja untuk memberikan sinyal WiFi bahkan ke desa-desa paling terpencil.

"Kita perlu membangun infrastrukturnya dengan koneksi titik-ke-titik dari satu pulau ke yang lain, sehingga terhubung. Dengan terhubung ke pulau lain, itulah tulang punggung koneksi jaringan jarak jauh. Jika tidak, kita takkan bisa membuka jaringan internet di pulau tersebut," papar Purbo.

6. Wokbolic, perangkat WiFi ala Purbo

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020Onno dengan Wokbolic. tekno.kompas.com

Purbo menggunakan program pemetaan untuk memantau kecepatan koneksi dan mendorong sinyal dari satu tempat ke tempat lain, menggunakan mesin dasar yang dipasang di rumah-rumah tertentu di satu desa. Sinyal-sinyal ini bisa menjangkau jarak yang amat jauh, bahkan lebih dari 300 km.

Beradaptasi dengan keadaan, Purbo telah mengembangkan antena WiFi dengan wajan (wok) dan kaleng! Jika WiFi pada umumnya dapat menjangkau jarak sekitar 50 meter. Namun, dengan kaleng, sinyal radio dapat diperkuat hingga 1 kilometer.

Purbo menjelaskan bahwa wajan dan kaleng bekerja bak antena parabola hingga sinyal radio menjangkau 4 kilometer. Penemuan tersebut disebut "Wokbolic".

“Saya berterima kasih kepada teman-teman di komunitas atas ide kaleng dan Wokbolic. Ini semua adalah hasil dari diskusi intensif berbulan-bulan untuk menemukan teknologi internet nirkabel dengan harga terjangkau,” kata Purbo.

7. Purbo: Keadilan internet bagi seluruh rakyat Indonesia adalah visi

Harumkan Indonesia dalam Teknologi, Onno Purbo Sabet Postel Award 2020Onno W. Purbo mengajarkan anak mengenai internet. darmajaya.ac.id

“Saya pikir jika kita ingin mendidik orang, kita harus menyebarkan pengetahuan kita secara cuma-cuma, bukan dengan hak cipta atau mengeksploitasinya secara ekonomi.”

Sesuai dengan pernyataannya, Purbo ingin internet di Indonesia dapat diakses secara cuma-cuma dan mudah demi memajukan bangsa. Hal ini pun memungkinkan rakyat Indonesia membangun internet murah berbasis komunitas! Dia pun berbangga dengan jumlah orang yang ia telah ajari, mencapai ratusan ribu.

Apa yang melatarbelakangi visi ini? Purbo berkilas balik pada ayahnya, seorang pencinta lingkungan yang telah berkontribusi untuk perkembangan desa di zamannya. Melihat teladan ayahnya, Purbo ingin menggunakan keahliannya dalam kesehariannya menyebarkan informasi melalui internet pada masyarakat Indonesia.

Purbo pun menekankan bahwa penghargaan tertinggi di bidang internet tersebut bukan untuk dirinya, melainkan untuk komunitas internet Indonesia yang terus berjuang demi membentuk masyarakat Indonesia berbasis pengetahuan.

"Ini bukan tentang saya. [Penghargaan] ini merupakan pengakuan atas upaya kami membangun jaringan komunitas. Selama bertahun-tahun, orang lain selalu berkata bahwa kami melakukan hal yang salah. Kami tidak menyadari bahwa ini adalah cara yang tepat untuk melakukannya. Pengakuan tersebut memberi tahu kami bahwa kami menuju ke arah yang benar," ujar Purbo mengenai Postel Service Award yang diterimanya.

Baca Juga: 7 Penemu Indonesia Ini Justru Lebih Diakui Banget Secara Internasional

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya