Comscore Tracker

5 Game FPS Lawas yang Masih Layak untuk Dimainkan pada 2022 

Sudah siap nostalgia dengan game-game ini?

Perkembangan game FPS (First-Person Shooter) mengalami peningkatan yang pesat dari segi spesifikasi device yang diperlukan untuk bermain. Memang sebagai gamers, kita berhasil dimanjakan dengan berbagai macam fitur-fitur menarik yang ada pada game tersebut. Mulai dari kualitas grafik sampai gameplay yang makin beragam.

Lalu apakah game FPS harus selalu dibarengi dengan spesifikasi yang luar biasa agar mampu memanjakan pemainnya? Nyatanya tidak. Buktinya ada beberapa game FPS tertentu yang masih mampu menarik minat para gamers meski tidak memerlukan spesifikasi yang terlalu berat. Simak list-list game FPS jadul rekomendasi dari penulis yang masih worth it kamu mainkan di tahun ini.

1. Battlefield: Bad Company 2

https://www.youtube.com/embed/ZUIdMMSLHOQ

Battlefield Bad Company 2 adalah salah satu game dari Battlefield Series yang bisa dibilang sangat sukses pada masanya. Game yang dirilis pada tahun 2010 ini sering dianggap sebagai game paling memorable dalam komunitas Battlefield. Mereka menganggap bahwa seri game ini seakan mampu menjawab segala kepuasan yang ingin dirasakan oleh semua player Battlefield. MetaCritic mencatat angka 87 pada game ini yang menandakan game ini sukses mendapat perhatian positif dari para player. 

Ketika kamu memainkan game ini, kamu akan merasakan bagaimana serunya menjadi seorang tentara dengan efek seperti dalam film perang Hollywood. Bunyi senjata yang keras, ledakan bangunan yang realistis, alur cerita yang menyentuh, map design yang bagus dan kecepatan peluru yang sangat real adalah beberapa hal yang dapat kamu rasakan dari game ini. Uniknya lagi adalah kamu dapat merasakan hal-hal tersebut hanya dengan spesifikasi low-end PC loh!

2. Battlefield 4

https://www.youtube.com/embed/_91_-1PEWDA

Masih dari seri Battlefield, kali ini ada Battlefield 4, penerus modern dari Battlefield Bad Company 2. Batlefield 4 bisa dibilang sebagai game Battlefield sukses lainnya yang mampu menarik minat para players untuk kembali memainkan seri ini setiap harinya. Game yang lahir pada tahun 2013 ternyata masih punya server-server multiplayer yang aktif sampai sekarang. Kamu masih punya kesempatan yang luas untuk terjun dalam mode tersebut.

Banyak hal-hal menarik yang penulis anggap sebagai improvement dari seri game Battlefield sebelumnya. Adapun hal tersebut seperti bentuk map yang cukup seimbang untuk gaya main kamu, variasi senjata yang sangat banyak, hit registration yang lebih baik, kinerja setiap senjata yang efektif, dan lain-lain. Mengejutkannya, Battlefield 4 mempunyai kualitas grafis yang masih mampu bersaing dengan game-game FPS top pada zaman sekarang. Kamu bahkan masih mampu merasakan betapa serunya game ini dengan spesifikasi low-end pc. Hal ini karena Battlefield 4 didukung oleh optimisasi yang baik. 

Baca Juga: 7 Game Roblox yang Paling Seru, Termasuk Squid Game!

3. Call of Duty: World at War

https://www.youtube.com/embed/KSaIPmxNxeM

Lagi mencari game FPS bertema Perang Dunia II namun dengan spesifikasi yang "ramah lingkungan"? Selamat! Jawaban yang pas bagi kamu adalah Call of Duty: World at War. Game besutan Treyarch pada tahun 2008 ini sukses mencatat angka 83 pada situs MetaCritic. Bagaimana tidak? Game ini mampu menghadirkan jalan cerita yang dapat menyentuh emosi kamu dibalut dengan suasana baku tembak yang sadis ala Perang Dunia II.

Game ini dapat kamu nikmati dengan spesifikasi low-end PC. Meski punya spesifikasi yang terjangkau, namun pengalaman yang kamu dapatkan sudah pasti tidak mengecewakan karena kamu akan diajak oleh dua protagonis utama, Pvt. Miller & Pvt. Petrenko, untuk merasakan sensasi menjadi tentara Perang Dunia bagi Amerika dan Rusia. 

4. Crysis 3

https://www.youtube.com/embed/je0uqYNT1OQ

Pada masanya, Crysis 3 berhasil menjadi game FPS dengan grafis paling modern melebihi game-game FPS lainnya. Game yang lahir pada tahun 2013 ini berhasil mendapat sejumlah penghargaan bergengsi, yaitu Best Game Design, Best Graphics, Best Action Game 2013, dan Best German Game 2013. 

Crysis 3 merupakan game FPS bergenre sci-fi. Kamu berperan sebagai The Prophet, manusia setengah robot yang mempunyai misi untuk membalaskan dendam pada sebuah perusahaan bernama Cell Corporation yang mempunyai kaitan erat dengan bangsa alien. Sudah pasti jenis senjata yang kamu temukan pada game ini adalah serba futuristis. Namun, Crysis 3 mempunyai mekanik gameplay yang kompleks. Kamu nggak bisa bermain terlalu barbar seperti game-game FPS pada umumnya. 

5. Far Cry 3

https://www.youtube.com/embed/2Kbn8Q3PABI

Far Cry 3 adalah game FPS dengan nuansa tropis yang sangat kental. Game yang dirilis tahun 2012 ini sukses meraih penghargaan bergengsi seperti BAFTA Games Award 2013, ACTRA Montreal Award 2013, Canadian Videogame Award, dan Game Developers Choice Award. Dari situs MetaCritic, skor yang dicetak oleh game ini sangat tinggi yaitu 88. 

Adapun hal-hal menarik yang dapat kamu rasakan ketika bermain game ini adalah mekanik gameplay yang fun, storyline yang menarik, berburu banyak hewan dalam hutan, dan sedikit mempelajari campuran kata-kata yang berasal dari Bahasa Indonesia. Ya, kamu tidak salah baca! Kamu akan menemukan elemen tersebut ketika bermain game ini. Uniknya, game ini mempunyai optimisasi yang baik sehingga masih mampu untuk dimainkan pada spesifikasi low-end PC

Tahun 2022 boleh saja diisi oleh game-game FPS modern dengan spesifikasi yang gahar. Namun apakah spesifikasi yang gahar sudah mampu menjamin kualitas gameplay dari game FPS tersebut? Tentu saja tidak. Buktinya, game-game yang telah disebutkan di atas mampu memberikan ide segar bagi kamu untuk menyiapkan gaming setup demi bernostalgia lagi pada tahun 2022 ini. 

Baca Juga: 5 Game Konami Terbaik Sepanjang Masa, Deretan Game Legenda

Andra Setiawan Weltofa Photo Writer Andra Setiawan Weltofa

Penulis artikel bermanfaat anti-boring! / Instagram: @andraweltofa / YouTube: Andra Sense

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agsa Tian
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya