Comscore Tracker

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilis

Nomer 2 sempat gemparkan industri video game

Dalam industri video game, tak jarang beberapa game horor masuk ke dalam “proses pengembangan bermasalah” atau bahkan dibatalkan perilisannya. Beberapa game horor yang berakhir tidak dirilis umumnya dikarenakan manajemen pengembangan yang buruk, kekurangan dana atau publisher yang tiba-tiba membatalkan game terkait tanpa alasan yang jelas. Penasaran kira-kira game horor apa batal dirilis ke pasaran? Berikut daftarnya.

1. InSANE

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi inSANE (dok. THQ)

Salah satu sutradara kenamaan – Guillermo del Toro, sempat bekerja sama dengan Volition untuk membuat game horor berjudul inSane. Sayangnya, tidak ada informasi yang diketahui tentang game itu selain trailer berdurasi 30 detik yang hanya berisi logo dan sedikit informasi dari Guillermo del Toro. Ia menyebut bahwa inSANE direncanakan untuk bisa mempertanyakan moralitas pemain. InSANE sendiri berakhir tidak dirilis karena pengembangannya dibatalkan tiga tahun setelah diumumkan, tepatnya pada 2013.

2. Silent Hills (P.T.)

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi Silent Hills (dok. Konami)

Sejauh ini, game horor yang paling dikenal karena berakhir dibatalkan adalah game Silent Hills garapan Hideo Kojima dan Guillermo del Toro. Game tersebut pertama kali diumumkan pada 2014 silam lewat demo berjudul P.T. (Playable Teaser). Demo itu sempat tersedia secara gratis di PlayStation Store, sebelum akhirnya Konami selaku developer menariknya pasca berpisah dengan Kojima. Banyak petisi yang meminta jika pengembangan Silent Hills dilanjutkan, tapi sayangnya hal tersebut nampaknya tidak akan terjadi.

3. Sadness

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi Sadness (dok. Nibris)

Selanjutnya adalah Sadness, game horor psikologis dengan fokus pada paranoia dan narkolepsi, yang mulai dikembangkan untuk Nintendo Wii pada 2006 dan direncanakan untuk rilis pada 2009 atau 2010. Namun hari demi hari sejak pertama kali diumumkan, tidak ada kejelasan dari Nibris selaku developer mengenai pengembangan game tersebut. Bahkan juga tidak ada concept art yang dirilis ke publik terkait game itu. Akhirnya pada awal 2010, dikonfirmasi bahwa Sadness sepenuhnya dibatalkan.

Baca Juga: Mencekam, Ini 7 Game Horor Non-Supranatural Terbaik

4. Come Midnight

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi Come Midnight (dok. People Can Fly)

Pasca kesuksesan Painkiller, People Can Fly selaku developer memutuskan untuk memulai pengembangan game survival horor dengan elemen detektif berjudul Come Midnight. Pengembangan game tersebut berjalan cukup mulus, dengan banyak pemain semakin tidak sabar untuk bisa melihat produk akhirnya. Sayangnya secara tiba-tiba, THQ selaku publisher membatalkan Come Midnight. Salah satu alasan terbesarnya adalah kala itu, THQ terlibat dalam pengembangan terlalu banyak game, sehingga harus melepas beberapa.

5. Tangiers

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi Tangiers (dok. Alex Harvey)

Jika game-game sebelumnya telah dikonfirmasi batal, Tangiers justru memicu banyak pertanyaan karena tidak ada kabar mengenai pengembangannya sejak diumumkan pada 2013 silam. Game horor dengan elemen stealth itu pada awalnya direncanakan untuk rilis pada 2014, sebelum akhirnya diundur ke 2015. Saat ini, satu-satunya tanda di mana Tangiers masih “hidup” adalah pada laman Kickstarter-nya, di mana sang developer terkadang membagikan sejumlah detail mengenai game yang sedang dikerjakan.

6. Redwood Falls

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi Redwood Falls (dok. Kuju Entertainment)

Redwood Falls merupakan game survival horor dalam kacamata FPS yang direncanakan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Unreal Engine 3. Tak lama setelah demo-nya dirilis ke publik, pengembangan lebih lanjut untuk Redwood Falls kemudian diberi lampu hijau. Tapi sayang tak lama setelahnya, Redwood Falls dikonfirmasi dibatalkan karena Kuju Entertainment selaku developer, telah dibeli oleh perusahaan baru. Satu-satunya yang tersisa dari Redwood Falls saat ini adalah concept art dan cuplikan demo.

7. Legions of Fear

7 Game Horor yang Sayangnya Berakhir Tidak Dirilisilustrasi Legions of Fear (dok. Delphine Software)

Legions of Fear merupakan game survival horor dengan mekanisme point-and-click yang rencananya akan dirilis di PC dan PS2 pada 2002 silam. Delphine Software selaku developer yang kala itu menghadapi kebangkrutan menarik perhatian Sony, pasca demo untuk Legions of Fear dirilis. Namun sayang, karena pendanaan yang masih kurang dan terlalu mengembangkan banyak game secara bersamaan, Delphine Software berujung bangkrut dan meninggalkan enam game yang tidak selesai, termasuk Legions of Fear.

 

Itulah tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game horor yang sayangnya berakhir tidak dirilis. Jika disuruh memilih salah satu, mana dari 7 game di atas yang kamu inginkan untuk bisa dirilis?

Baca Juga: Daftar 7 Game Horor Mengerikan yang Berlatar di Asia

Topic:

  • Fatkhur Rozi

Berita Terkini Lainnya