Comscore Tracker

[REVIEW] Sniper Ghost Warrior Contracts 2—Realistis seperti Biasanya

Performa solid dari sang Penembak Jitu

Sniper Ghost Warrior Contracts 2 atau disingkat SGW Contracts 2 adalah game aksi yang dirilis dan dikembangkan oleh CI Games, sebuah perusahaan pengembang asal Polandia. Game ini sendiri merupakan seri keenam dari semua serial Sniper Ghost Warrior yang pernah dibuat. Seperti yang kita tahu, permainan video ini pastinya akan berkutat pada pengalaman aksi stealth yang mendebarkan.

Diluncurkan pada 5 Juni 2021 untuk platform Windows (PC), PS4, Xbox One dan Xbox Series X, game satu ini pastinya tampil dengan desain yang menyegarkan. Oh, ya, untuk versi PS5, developer merilisnya pada 24 Agustus 2021 yang tentunya diimbangi dengan grafis memesona. Bagaimana ulasan terhadap game ini? Berikut review Sniper Ghost Warrior Contracts 2 dari penulis. Disimak, ya!

1. Kisah klise yang masih mendebarkan

[REVIEW] Sniper Ghost Warrior Contracts 2—Realistis seperti BiasanyaPemain dapat mengamati dan membidik target dari atas tebing dalam Sniper Ghost Warrior Contracts 2. (dok. CI Games/Sniper Ghost Warrior Contracts 2)

Jika pernah memainkan SGW Contracts sebelumnya, kita akan tahu bahwa kisah yang ditampilkan dalam game ini cukup klise dan datar. Jangan bandingkan plot dalam SGW Contracts 2 dengan Call of Duty, Battlefield, atau Medal of Honor. Bahkan, jika dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, sejatinya tak ada perkembangan signifikan yang berkaitan dengan plot atau jalan ceritanya.

Ya, kali ini, kita akan memainkan protagonis bernama Raven, seorang prajurit dengan kualifikasi tinggi dalam menembak jarak jauh. Namun, tugas kita dalam permainan ini tidaklah mudah. Raven akan ditugaskan di Timur Tengah, tepatnya Kuamar atau perbatasan antara Libanon dan Suriah. Wilayah ini dikuasai oleh diktator kejam selama lebih dari 2 dekade. Bisa ditebak bahwa pemain akan melakukan misi, penyelidikan, dan pertempuran di sini.

Misi-misi yang cukup repetitif ini masih bisa kita jalankan dengan mengasyikkan dan jauh dari rasa bosan. Pasalnya, pengembang berhasil memasukkan improvisasi keren berupa map yang sangat luas. Selain itu, kamu pun bisa menjalankan misi atau plot cerita sesuai dengan urutan yang kamu buat sendiri.

Namun, terlepas dari semua yang ada, hal keren yang selalu pakem dalam kisah Sniper Ghost Warrior juga ditampilkan di sini. Yup, menjalankan misi dengan cara stealth dan taktis adalah bagian paling nikmat dalam game ini. Mengamati target dari jauh dan melumpuhkannya dengan gaya visual beradegan lambat sudah menjadi salah satu keseruan dalam mengikuti kisah si Penembak Jitu.

2. Gameplay masih dirasa identik dengan seri sebelumnya

[REVIEW] Sniper Ghost Warrior Contracts 2—Realistis seperti BiasanyaPemain mengendap-endap di tengah visual lingkungan yang apik dalam Sniper Ghost Warrior Contracts 2. (dok. CI Games/Sniper Ghost Warrior Contracts 2)

Berbicara mengenai gameplay dan sistem permainannya, SGW Contracts 2 masih menampilkan cara-cara yang khas dan identik. Bagi penulis pribadi, mekanisme dalam game ini justru positif karena mempertahankan konsep gameplay lama yang sudah pakem dan tidak akan membutuhkan adaptasi yang terlalu dalam. Intinya, di tengah lingkungan seperti apa pun, kita wajib bersabar dan menunggu momen tepat untuk bergerak.

Bagian paling epik tentu saja pada saat kita menggunakan senapan sniper yang canggih. Dengan cara mengendap-endap tanpa suara, kamu bisa mengamati gerak-gerik musuh dari jarak yang sangat jauh. Namun, butuh penghitungan matang jika ingin melepaskan tembakan jarak jauh. Pasalnya, kita harus memperhitungkan arah angin, kecepatan peluru, dan jarak real antara pucuk senapan dengan target.

Ada lima peta yang bisa dijelajahi dan semuanya bebas untuk kamu eksplorasi lebih dalam. Map dalam game ini gak kaleng-kaleng karena menampilkan lingkungan yang luas, kompleks, dan tentu padat. Terlihat bahwa developer memang tidak ingin menggiring SGW Contracts 2 terlalu jauh dari sistem waralaba yang sudah lebih dulu pakem. Memainkannya selama lebih dari lima jam membuat penulis berkesimpulan bahwa mekanisme di dalamnya masih sangat identik dengan seri sebelumnya—ini tentunya bagus bagi pemain lama.

Baca Juga: [REVIEW] Gods Will Fall—Pembebasan Umat Manusia dari para Dewa

3. Sisi visual adalah bagian terbaiknya

[REVIEW] Sniper Ghost Warrior Contracts 2—Realistis seperti BiasanyaEfek peperangan lebih terlihat nyata dalam Sniper Ghost Warrior Contracts 2. (dok. CI Games/Sniper Ghost Warrior Contracts 2)

Sekali lagi, penulis tekankan agar jangan menyamakan game ini dengan Call of Duty atau Battlefield yang terkenal dengan plot dan grafis mengagumkan itu. Mereka tidak sama. Meskipun demikian, SGW Contracts 2 tetap tampil dalam balutan visual yang memesona. Sepintas grafisnya memang agak mirip dengan tampilan SGW Contracts seri pertama. Namun, ternyata ada banyak peningkatan yang bisa kita lihat dalam game ini.

Fakta bahwa SGW Contracts 2 juga dirilis untuk konsol PS5 dan Xbox Series X membuat game ini wajib bersuara banyak jika membicarakan soal grafis. Untuk versi PC pun juga diminta spesifikasi yang cukup berat, yakni RAM 16 GB, GPU setara GeForce 1070, dan prosesor Intel i7 7700. Sementara, ukuran file-nya masih tergolong standar, yakni sekitar 22 GB.

Beberapa efek dari peperangan di lapangan sudah bisa tergambar dengan apik dan cukup nyata. Senapan milik kita pun juga ditampilkan nyaris sempurna layaknya senjata asli. Tampilan paling legendaris dalam seri kali ini adalah adegan lambat atau slow motion yang otomatis akan muncul jika peluru berhasil melumpuhkan target. Dengan grafis kekinian, tampilan adegan tersebut akan terlihat cukup brutal dan mengerikan.

4. Kualitas audio yang bukan pada kelasnya

[REVIEW] Sniper Ghost Warrior Contracts 2—Realistis seperti BiasanyaDrone memudahkan misi dan tugas kita saat memainkan Sniper Ghost Warrior Contracts 2. (dok. CI Games/Sniper Ghost Warrior Contracts 2)

Sayangnya, kualitas audio tidak sebaik yang dibayangkan. Ya, ada banyak adegan yang berisi percakapan garing, kaku, dan tidak menggambarkan betapa besarnya SGW Contracts 2, setidaknya di telinga penulis. Bahkan, pengisi suara dari beberapa karakter game ini terkesan sangat kikuk layaknya membaca naskah.

Terlepas dari sisi negatifnya, audio yang ditampilkan dalam game ini tidak sepenuhnya buruk. Suara dari lingkungan dan kondisi pertempuran sudah dirasa oke meskipun tidak sekelas dengan game first-person shooter (FPS) bergengsi lainnya. Ingat bahwa audio tidak dibuat bombastis karena memang gaya dalam serial Sniper Ghost Warrior ini lebih dominan pada elemen stealth.

5. Sudah tampil solid seperti biasanya

[REVIEW] Sniper Ghost Warrior Contracts 2—Realistis seperti BiasanyaPemain bisa membidik keberadaan musuh dari jauh dalam Sniper Ghost Warrior Contracts 2. (dok. CI Games/Sniper Ghost Warrior Contracts 2)

Steam menjual SGW Contracts 2 seharga Rp199.999 dan bagi penulis, itu cukup murah jika melihat kualitas yang dihadirkan. Terlepas dari kualitas audionya yang terlalu standar, game ini mampu tampil solid dalam balutan gameplay dan grafis yang memanjakan mata. Apalagi, jika kamu memainkannya di PS5 atau Xbox Series X dengan sokongan layar 4K, pasti grafisnya akan terdongkrak cukup signifikan dibanding versi PS4-nya.

CI Games juga patut mendapat apresiasi berkat karyanya yang tidak bergerak ke luar konteks terlalu jauh. Ya, meskipun terlihat bermain aman, developer terbukti bisa mempertahankan serial terbarunya ini menjadi karya yang pakem dan senada dengan seri-seri terdahulunya.

Skor akhir untuk Sniper Ghost Warrior Contracts 2 atau SGW Contracts 2 adalah 4/5. Poin lebih penulis berikan karena ia masih mempertahankan sistem permainan solid yang legendaris. Nah, bagaimana denganmu? Apa kamu sudah memainkan kisah-kisah Sniper Ghost Warrior?

Baca Juga: [REVIEW] Valheim—Bangun Kejayaan Epik di Dunia Viking

https://www.youtube.com/embed/NYysxaq6mas

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya