Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Game Garapan Studio China yang Tengah Mendominasi Industri Gaming

5 Game Garapan Studio China yang Tengah Mendominasi Industri Gaming
Neverness to Everness (dok. Hotta Studios)
Intinya Sih
  • Studio game China kini mendominasi pasar global lewat kesuksesan besar di berbagai genre, mulai dari gacha hingga RPG aksi dengan kualitas produksi tinggi dan daya tarik visual yang kuat.
  • Genshin Impact, Neverness to Everness, dan Honor of Kings mencatat pendapatan fantastis serta basis pemain masif, menegaskan dominasi game asal China di ranah mobile dan live-service.
  • Black Myth: Wukong dan Where Winds Meet menunjukkan kemampuan studio China menghadirkan pengalaman single-player epik yang memadukan budaya lokal dengan standar teknis kelas dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Industri gaming China sudah lama ada, tapi baru dalam beberapa tahun terakhir namanya benar-benar meledak di pasar internasional. Dalam satu dekade terakhir, pemain telah melihat game gacha asal China sukses mengubah wajah pasar game free-to-play di PC, konsol, maupun mobile, sebuah game single-player berhasil memecahkan rekor di Steam dan kemungkinan besar rekor itu akan diulang oleh penerusnya yaitu Black Myth: Zhong Kui, begitu dirilis nantinya. Berikut beberapa game garapan studio China yang tengah mendominasi industri gaming.

1. Genshin Impact

Genshin Impact yang meluncur pada tahun 2020 langsung mencuri perhatian pemain lewat gameplay-nya yang sederhana namun adiktif, visual yang memukau, pembaruan konten yang konsisten dan desain karakter yang ikonik. Sistem gacha-nya terbukti jadi senjata ampuh yang membuat pemain terus kembali dan terus merogoh kocek hingga di titik mendorong model live-service yang kemudian banyak ditiru game lain. Kesuksesan Genshin Impact juga membuat dua game berikutnya dari miHoYo yaitu Honkai: Star Rail dan Zenless Zone Zero langsung disambut antusiasme tinggi ketika dirilis dan ketiganya masih dimainkan banyak pemain sampai hari ini.

2. Neverness to Everness

Neverness to Everness tengah menjadi game gacha paling ramai diperbincangkan saat ini. Dikembangkan oleh Hotta Studio, game ini langsung menarik perhatian sejak hari pertama perilisan dengan meraup pendapatan lebih dari US$14 juta. Hanya dalam kurun waktu sekitar dua minggu, total pendapatannya melejit melampaui US$500 juta dengan jumlah unduhan yang sudah menyentuh angka 30 juta lebih. Tak berlebihan rasanya untuk menyebut game ini sebagai salah satu game dengan perilisan tersukses di tahun 2026. Kesuksesan Neverness to Everness tentu bukan tanpa alasan, karena game ini menawarkan latar perkotaan yang fresh, 15 karakter playable, aspek sinematik berkualitas tinggi dan sistem combat yang seru.

3. Honor of Kings

Di pasar luar China, Honor of Kings dulu dikenal sebagai Arena of Valor sebelum akhirnya dirilis secara global dengan nama aslinya pada tahun 2024. Dari sisi pendapatan, angka yang diraih game ini sangat mengesankan di mana pada tahun 2019 saja, gabungan pemasukan Honor of Kings dan Arena of Valor sudah menyentuh US$4,5 miliar, dan game ini terus mendominasi pasar game mobile hingga tahun 2025. Meski popularitasnya masih berpusat di negara-negara Asia, itu sama sekali tidak mengurangi kehebatan game ini. Buktinya, berdasarkan data Appmagic, Honor of Kings kini masuk lima besar aplikasi dengan pendapatan tertinggi di seluruh dunia, sejajar dengan TikTok, ChatGPT, Google One dan YouTube.

4. Black Myth: Wukong

Dikembangkan oleh Game Science, Black Myth: Wukong yang mengangkat kisah epik Journey to the West benar-benar mengguncang industri gaming ketika dirilis pada pertengahan tahun 2024. Di hari perilisannya, lebih dari 2,4 juta pemain memainkan game ini secara bersamaan hanya di Steam dan itu, membuat game ini mencatatkan rekor kedua tertinggi sepanjang sejarah platform tersebut. Hanya dalam tiga minggu, pendapatannya sudah menyentuh angka US$800 juta, jauh melampaui estimasi biaya produksinya yang hanya sekitar US$70 juta. Per Januari 2025, total penjualannya dilaporkan mencapai 25 juta kopi dan yang lebih mengesankan lagi, hampir dua tahun sejak dirilis, game ini masih rutin meraih 15,000 pemain aktif bersamaan di Steam.

5. Where Winds Meet

Where Winds Meet merupakan game aksi RPG yang terasa seperti surat cinta untuk sejarah dan mitologi China. Game ini menawarkan mode single-player yang solid dan bisa dinikmati secara gratis, disamping mode multiplayer yang akan membuat pemain tetap betah bermain lewat beragam konten baru yang dihadirkan. Alih-alih mengandalkan sistem gacha karakter, game ini justru memusatkan perhatian pada kebebasan eksplorasi dunianya, mulai dari beragam gaya hidup unik hingga sistem combat yang kaya variasi. Karenanya, tak mengherankan jika Where Winds Meet sudah lebih dulu meledak di negaranya sendiri sebelum akhirnya dirilis secara global dan meraih kesuksesan serupa.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game garapan studio China yang tengah mendominasi industri gaming. Ada game kesukaanmu?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More