Comscore Tracker

Mengapa Kontroler PlayStation Itu Segitiga, Kotak, Lingkaran dan X?

#PANJATPOIN Akhirnya pertanyaan selama ini terjawab sudah

PlayStation merupakan warabala konsol video game buatan Jepang yang rilis pada 3 Desember 1994. Playstation sudah memiliki pasar di seluruh dunia, salah satunya Indonesia.

Untuk beberapa orang, pasti mengingat beberapa judul seperti Final Fantasy, Harvest Moon, God Of War dan Kingdom Hearts. Judul-judul tadi adalah sebagian yang keluar dari warabala PlayStation. Hal ini tentu saja, membuat kamu kembali mengingat masa-masa kecil.

Sampai keluarnya PlayStation generasi 4, selalu ada hal yang tak berubah dari konsol game. Hal tesebut adalah kontroler PlayStation. Sejak PS 1 sampai PS 4, kontroler selalu memakai lambang segitiga, kotak, lingkaran dan X. Apakah kamu pernah mencari tahu mengapa demikian? Lalu mengapa harus menggunakan lambang tersebut, kenapa nggak lambang yang lain?

1. Awal mulanya terinspirasi dari Nintendo

Mengapa Kontroler PlayStation Itu Segitiga, Kotak, Lingkaran dan X?iprice.my

Sebelum Sony membuat PlayStation, Nintendo terlebih dulu muncul dalam industri game. Nintendo mulai menunjukan taringnya waktu mereka membuat platform mesin dingdong dan konsol portabel, atau sebut saja gimbot. Keberhasilan platform tersebut, membuat Nintendo ingin membuat konsol game untuk rumah. Berbekal pengalaman dan inspirasi dari dua plarform tersebut, maka Nintendo Entertaiment System (NES) lahir.

Menggunakan 4 arah pad di sebelah kiri dan 2 pad di sebelah kanan, serta tombol start dan select di tengah. Dengan kontroler seperti itu, orang dengan segala usia bisa mudah memahami.

Baca Juga: Nostalgia Yuk, Ini 7 Game PlayStation 1 yang Hits pada Zamannya

2. Sony sempat bermitra dengan Nintendo, lalu berhenti di tengah jalan

Mengapa Kontroler PlayStation Itu Segitiga, Kotak, Lingkaran dan X?telset.id

Sukses dengan NES, Nintendo membuat konsol baru lagi bernama Super Nintendo Entertainment System (SNES). Kontrolernya juga diperbaharui dengan 2 tambahan pad di sebelah kanan dan tambahan pad di ujung depan kontroler.

SNES juga membuat Sony dan Nintendo melakukan kerjasama. Nintendo membuat konsol, sedangkan Sony membuat aksesoris CD-ROM. Pengerjaan dimulai pada tahun 1988, karena sempat tertunda. Itupun sebelum SNES rilis di pasaran.

Hingga pada tahun 1991, Nintendo di acara Consumer Electronics Shows mengumumkan bahwa Nintendo bekerja sama dengan Philips untuk membuat CD-ROM. Sony yang mengetahui hal tersebut langsung ambil tindakan. Sony memutuskan kerjasama dengan Nintendo dan membuat konsol sendiri di tahun 1994.

3. Setiap simbol dan warna kontroler memiliki arti tersendiri

Mengapa Kontroler PlayStation Itu Segitiga, Kotak, Lingkaran dan X?Pexels/Pixabay

Tahun 2010, Teiyu Goto, orang yang mendesain kontroler PlayStation menjelaskan bahwa ia nggak sembarangan dalam menentukan simbol dan warna kontroler. Ia sudah memikirkan hal tersebut masak-masak.

Teiyu melihat perusahaan lain membuat kontroler dengan huruf alfabet dan warna. Maka ia mencari alternatif simbol yang mudah diingat. Maka terlahirlah simbol segitiga, kotak, lingkaran dan X. Bahkan setiap simbol memiliki warna sendiri dan maknanya.

Segitiga menggunakan warna hijau, merepresentasikan sudut pandang atau penunjuk arah. Sedangkan kotak memakai warna merah muda, merepresentasikan informasi atau dokumen. Untuk Lingkaran dan X memakai warna merah dan biru, merepresentasikan pengambilan keputusan. Keputusan ya atau tidak, 1 atau 0. Maka itulah mengapa setiap tampilan menu selalu tombol lingkaran atau X sebagai pengambil keputusan.

Untuk membedakan dengan kontroler lain, PlayStation menambahkan thumbsticks dan stick yang bisa bergetar. Itulah yang membuat PlayStation berbeda dengan konsol game lainnya.

Nah, sekarang pertanyaanmu soal simbol di tombol game pad PlayStation sudah terjawab, kan?

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Beli Playstation 4 Ketimbang Xbox One

Ishak Okta Sagita Photo Verified Writer Ishak Okta Sagita

engineering wannabe

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya