Comscore Tracker

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara Maju

Lebih murah dan tidak merusak alam

Jakarta, IDN Times - Sekarang ada transportasi umum baru di Jakarta lho. Namanya MRT. Harusnya kalian yang sedang di Jakarta lagi ramai membicarakannya kan dan sedang mencobanya? Sekilas kalau dilihat, MRT tidaklah lebih dari sebuah kereta. Namun, apa yang membedakannya dengan kereta pada umumnya yang kita gunakan? Berikut ini penjelasannya.

1. MRT merupakan singkatan dari angkutan umum cepat massal

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Ashari Arief

Dalam bahasa Inggris, MRT adalah singkatan dari mass rapid transit. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan transportasi umum di area urban berskala besar. Singkatan itu bisa juga diartikan sebagai moda raya terpadu. Tidak seperti bis dan trem, MRT adalah transportasi yang digerakkan oleh listrik dan melewati jalur eksklusif sesuai dengan rutenya yang mana jalur itu tidak bisa diakses oleh pejalan kaki ataupun kendaraan lain. Sering pula MRT memiliki terowongan yang terpisah atau jalur layang.

2. MRT sudah ada sejak pertengahan abad 19

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara Maju(MRT kuno di London) Pinterest/Nelie Wombat

Ketika melihat MRT, mungkin kalian berpikir ini semua sangatlah modern dan merupakan teknologi terbaru yang ada. Salah besar. MRT sendiri sebenarnya telah ada sejak 1800-an, tepatnya 1863 yang mana MRT muncul pertama kali di London. Namanya adalah Metropolitan Railway dan jalur ini bertahan hingga 1933.

3. Sama seperti kereta api, MRT memiliki banyak stasiun

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Sukma Shakti

Untuk yang di Jakarta, setidaknya ada 21 stasiun pemberhentian MRT yang telah hadir, sangat jauh lebih sedikit ketimbang milik Jepang, yaitu Tokyo Metro. Sistem MRT di sana memiliki 179 stasiun. Tidak jarang sistem MRT di sana digunakan sebagai bahan ujian ilmu sosial tentang peta buta Jepang. Untuk stasiun terdalam di dunia dimiliki oleh stasiun di Ukraina, stasiun Arsenalna.

4. Tidak hanya di Indonesia, MRT banyak digunakan di negara-negara maju

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara Majuunsplash.com/Bob Jansen

Mungkin kalian tidak akan mengenalnya dengan nama MRT ketika berada di luar negeri. Umumnya masyarakat lebih menyebutnya dengan Metro, namun ada kalanya namanya tersebut ditentukan lewat jalurnya sendiri. Subway dan Underground adalah sebutan umum lainnya. Di Jerman, namanya  Untergrundbahn sedangkan di Swedia adalah Tunnelbana.

Baca Juga: Keren, 5 Negara Ini Juga Punya Kereta Unik Lho! 

5. MRT ditemukan sebagai solusi pengganti kareta api uap yang lebih efisien dan ramah lingkungan

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Afriani Susanti

Di kala dulu, kereta api masih menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya dan hasil pembakaran tersebut cukup mengganggu karena memberikan polusi udara sekaligus mencekik para penggunanya. Orang-orang pun mencari cara bagaimana menggantikan transportasi tersebut dan pada akhirnya menemukan MRT. Dengan menggunakan listrik, MRT dinilai lebih efisien, cepat dan bersih daripada kereta api biasa. Mulai dari sini MRT pun menggantikan posisi kereta api.

6. Walaupun banyak ditemui di negara Barat, MRT terbesar ternyata ada di Asia

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara Maju(MRT di Taipei, Taiwan) pixabay.com/collinliu

China adalah negara yang memiliki sistem MRT terbanyak di dunia. Mereka memiliki 31 sistem dan tiap sistemnya mampu menempuh lebih dari 4.500 km. Itu membuat China menjadi negara dengan ekspansi MRT terbesar yang pernah ada. MRT dengan jalur terpanjang terdapat di stasiun Shanghai Metro. Stasiun MRT tersebut juga dianggap sebagai salah satu yang terpadat di dunia.

7. Untuk sekarang MRT dinilai lebih baik daripada KRL dan LRT

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Sukma Shakti

Mungkin kalian masih agak bingung apa perbedaannya dengan KRL dan LRT. Menurut kanal YouTube Kok Bisa?, KRL adalah singkatan dari Kereta Rel Listrik dan LRT adalah light rapid transit atau bisa juga kependekan dari lintas raya terpadu. Sebenarnya kedua sistem ini merupakan bagian dari MRT, namun dibedakan menurut jalurnya dan kemampuannya.

MRT juga dinilai memiliki keamanan yang baik. Jumlah kecelakaan yang terjadi sangatlah sedikit, terlebih untuk masalah seperti tabrakan karena penggunaan dua jalur yang bersamaan. Permasalahan utama dari MRT datang dari dalam dan tidak jauh berbeda dengan kondisi kereta lainnya. Pencopetan, pencuri tas, pelecehan seksual, itulah yang sering terjadi.

8. Bentuk jalur MRT ada beragam

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Sukma Shakti
9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Sukma Shakti
9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Sukma Shakti

Setidaknya ada sembilan sistem jalur MRT yang sudah ada di dunia ini. Beberapa negara menerapkan sistem jalur kombinasi yang menggabungkan sistem jalur yang sudah ada, Untuk Indonesia, jalur MRT di Jakarta adalah sistem jalur line yang artinya hanya sebuah jalur saja yang tidak bercabang.

9. MRT akan sangat cocok diaplikasikan untuk tempat yang padat penduduk

9 Hal tentang MRT, Teknologi Transportasi Umum untuk Negara MajuIDN Times/Ashari Arief

Pembangunan MRT memang memakan biaya yang cukup besar. Untuk proyek MRT yang akan dibangun di Surabaya memakan dana mencapai triliunan. Namun sebagai gantinya, masyarakat dapat menikmati transportasi umum yang memiliki kapasitas besar yang murah dan tidak merusak lingkungan.

Bagaimana? Apakah kalian berharap di kota kalian juga akan muncul MRT? Komen kota apa yang sebaiknya ada MRT dan seperti apa MRT yang bagus untuk kota itu.

Baca Juga: 12 Potret Seru Selebriti Jajal MRT, Ada yang Bareng Presiden 

Topic:

  • Anata Siregar
  • Abraham Herdyanto

Just For You