Comscore Tracker

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020

Drama terseru di bidang teknologi tahun lalu

Pada 2020, berbagai industri dunia merasakan dampak dari pandemi penyakit virus corona baru (COVID-19). Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku untuk pelaku usaha pengembang/developer aplikasi dan video game di ponsel cerdas/smartphone.

Berbicara mengenai aplikasi, jumlah aplikasi yang beredar dan siap diunduh/download sudah tak dapat dihitung jari. Ada jutaan aplikasi yang tersedia untuk diunduh, baik di Google Android dengan Play Store dan Apple iOS dengan App Store. Karena banyaknya, tidak jarang terjadi sengketa antara pengembang dan pihak Google dan Apple hingga pemerintah satu negara!

Sementara sengketa-sengketa tersebut ada yang sudah terselesaikan pada 2020, beberapa masih berlanjut hingga detik ini. Apa saja kejadian seru yang melibatkan teknologi dan gadget pada tahun lalu? Simak saja!

1. ToTok memata-matai penggunanya!

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020ToTok di App Store sebelum dihapus. theindianwire.com

Dikembangkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) oleh Breej Holding pada 2019, "ToTok" adalah aplikasi obrolan yang populer di Timur Tengah. Sempat mendunia, kepopuleran ToTok tidak berlangsung lama. Pada Desember 2019, The New York Times merilis artikel dan bukti bahwa ToTok adalah "pintu" bagi pemerintah UEA untuk memata-matai.

Terdapat spekulasi bahwa ToTok dikembangkan oleh DarkMatter, firma yang melayani jasa peretasan dan intel siber di Abu Dhabi. Selain itu, kepopuleran ToTok juga dibantu pemerintah UEA yang memblokir aplikasi obrolan serupa, seperti WhatsApp dan Skype. Huawei, dengan App Gallery-nya, pun juga ikut mendukung ToTok.

Sempat kembali pada pertengahan Januari 2020, aplikasi ToTok kembali absen di Play Store dari Februari 2020 hingga saat ini. Ikut dengan Google, Apple pun memblokir ToTok. Kalau kamu memiliki perangkat Android dan iOS, sebenarnya kamu juga bisa meng-install ToTok secara "paksa" di smartphone-mu via laman resminya. Mau coba?

2. Google Photos: Tidak ada lagi unlimited back-up

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020thedigitalhacker.com

Jika HP-mu Android, pasti sudah ter-install Google Photos. Menawarkan fitur penyimpanan terbaik, Google Photos mengizinkanmu mengunggah dan menyimpan foto serta video secara gratis, dengan resolusi rendah. Hanya seri HP buatan Google, Pixel, yang dapat menikmati resolusi tinggi secara gratis.

Tetapi, pada 2020, Google secara mengejutkan menyatakan akan mengakhiri fitur upload gratis! Meskipun saat ini masih tersedia, fitur gratis tersebut akan dihentikan pada Juni 2021. Pixel pun juga tidak gratis!

3. Play Store menghilangkan lebih dari 600 aplikasi, termasuk Cheetah Mobile!

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020Cheetah Mobile tidak terlihat di Play Store. androidauthority.com

Tidak jarang untuk Google mem-ban aplikasi dan game yang dianggap "berbahaya" dari Play Store. Faktanya, fitur Google Play Protect menghilangkan lebih dari 1 miliar aplikasi dan game malware per tahunnya. Tetapi, tahun 2020, kebijakan yang sebenarnya aman tersebut menuai kontroversi.

Pada Februari 2020, Google Play Protect melarang 600 aplikasi karena tidak bermanfaat dan hanya mencari untung lewat iklan berlapis-lapis! Menariknya, sekitar 45 dari 600 aplikasi tersebut adalah produk Cheetah Mobile, developer aplikasi asal Tiongkok yang terkenal dengan AnTuTu, CleanMaster, dan Piano Tiles.

Bukan rahasia, memang beberapa pengguna aplikasi Cheetah Mobile sering mengeluh banyak iklan yang mengganggu! Konsekuensi untuk Cheetah Mobile, tak satu pun aplikasinya ada di Play Store.

4. India ikut melarang aplikasi Tiongkok, dari PUBG hingga TikTok!

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020PUBG India tidak memiliki tanggal rilis pasti. pubgmobile.in

Selain cekcok dengan AS, Tiongkok juga rupanya sedang tidak rukun dengan negara tetangganya, India. Hal tersebut terlihat dari keberanian pemerintah India melarang aplikasi Negeri Panda di Play Store kawasannya hingga saat ini!

Daftar aplikasi Tiongkok yang dilarang pun tidak main-main dan menyasar Aplikasi besar seperti UC Browser, WeChat, hingga TikTok. Bahkan, tadinya, terdapat aplikasi bernama "Remove China Apps" di Play Store India yang berfungsi untuk membasmi aplikasi berbahasa Tionghoa! Aplikasi berbau rasisme tersebut akhirnya dihilangkan pada Juni 2020.

Pada September 2020, India kembali menambahkan 118 aplikasi Tiongkok yang dilarang. Salah satunya adalah Player Unknown Battleground (PUBG) Mobile! Kalau kamu membuka laman web pengembangan map PUBG khusus untuk pasar India, kamu tidak akan melihat tanggal rilis pasti. Hanya "coming soon"!

5. FTC: Bagaimana aplikasi menggunakan data penggunanya, sih?

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020Kantor Federal Trade Commission/FTC di AS. investopedia.com

Pada Desember 2020, Komisi Perdagangan Federal AS (Federal Trade Commission/FTC) menyuruh beberapa perusahaan besar dunia maya menjelaskan bagaimana mereka memperlakukan data pelanggan dan pengguna mereka. Beberapa "raksasa" dunia maya yang termasuk adalah:

  • Amazon
  • Discord
  • YouTube
  • TikTok/Bytedance
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Snapchat/Snap
  • Twitter
  • Reddit

Selain itu, FTC juga ingin mereka menjelaskan bagaimana data pelanggan digunakan untuk mengirimkan iklan, mempelajari user engagement, hingga bagaimana sistem kerja algoritme layanan mereka.

Masih berlangsung hingga saat ini, penyelidikan FTC bisa berbuntut masalah besar karena perusahaan-perusahaan ini bersaing satu sama lain, dan klarifikasi tersebut sama saja memberikan "rahasia dapur".

Baca Juga: 10 Aplikasi Paling Banyak Diunduh pada 2020, Siapa Nomor 1?

6. Dari Google Play Music, terbitlah YouTube Music!

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020firstpost.com

Pada Desember 2020, pengguna Android harus berpamitan dengan Google Play Music. Pasalnya, sejak Oktober 2020, layanan tersebut sudah mulai berhenti beroperasi secara bertahap. Gantinya, YouTube Music menggantikan tempatnya! Fitur serupa, tapi tak sama.

Fans Android pun terpecah. Tidak sedikit yang menentang YouTube Music. Jika ditelusuri, memang YouTube Music akan terus berkembang. Akan tetapi, masih banyak yang tidak bisa melupakan Play Music, terutama dalam hal kekayaan fitur! Meskipun banyak aplikasi serupa Play Music, ternyata aplikasi tersebut tetap tak lekang oleh waktu.

7. Notifikasi COVID-19 di smartphone!

https://www.youtube.com/embed/1Cz2Xzm6knM

Kalau ada kata untuk menggambarkan 2020, maka kata tersebut adalah "COVID-19". Karena pandemi tersebut, tidak ada seorang pun yang bebas keluar dan berinteraksi dengan orang lain. Tetapi, untuk teknologi? Beda cerita.

Pada April 2020, Google dan Apple bersatu menciptakan fitur sistem untuk melacak COVID-19 dan penyebarannya, "Exposure Notification API". Meskipun begitu, fitur tersebut dipandang dengan sinis karena masalah privasi. Sesuai fungsinya, sistem tersebut mampu melacak COVID-19 dan memberitahu dengan siapa saja kamu telah berinteraksi dan berpotensi menyebarkan.

Untuk meredakan kepanikan massa, Google dan Apple mengeluarkan aturan-aturan yang menjanjikan keamanan pengguna Exposure Notification API. Tetapi, masalah utamanya, aplikasi ini tidak tersedia secara luas! Jangankan seluruh dunia, AS pun juga hanya sedikit.

Selain masalah privasi dan ketersediaan, Exposure Notification API juga menuai kritik karena tak mampu menangkap hasil positif COVID-19 hingga pembaruan sistem lambat. Meskipun upaya ini terkesan "lambat" karena hadirnya vaksin, semoga saja sistem ini dapat digunakan oleh Android dan iOS jika ada pandemi di masa depan.

8. Meraup keuntungan dari COVID-19, Zoom merambah dunia!

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020Ilustrasi Aplikasi Zoom. IDN Times/Hana Adi Perdana

Masih soal COVID-19, masyarakat dunia harus tetap di rumah saja agar mencegah penyebaran. Alhasil, komunikasi pun mengandalkan internet. Dalam hal ini, aplikasi meeting daring, Zoom, keluar sebagai pemenangnya! Bagaimana tidak? Banyak instansi, dari perusahaan hingga sekolah memakai Zoom untuk pertemuan tatap muka.

Akan tetapi, Zoom juga menghadirkan masalah. Fenomena "Zoombombing", saat tamu tak diundang masuk ke pertemuan Zoom", kerap menjadi masalah. Salah satu Zoombombing terkenal adalah saat seorang tamu asing menunjukkan hal tak senonoh pada murid-murid di Singapura. Hal tersebut membuktikan celah pada keamanan Zoom.

Akhirnya, Zoom sadar dan melengkapinya dengan fitur enkripsi. Dengan begitu, tak ada yang bisa sembarangan masuk lagi! Tetapi, tidak sebelum 500.000 akun mengeluh dan satu gugatan legal. Ngaruh banyak? Toh, Zoom tetap melihat 300 juta pengguna aktif per hari!

9. Amerika Serikat vs. TikTok

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020

Sejak terlibat dalam perang dagang dengan Tiongkok, AS mulai memblokir produk Tiongkok. Paling terkenal adalah saat AS mem-blacklist Huawei! Akan tetapi, blokir AS tidak sampai di situ saja. Dengan naiknya Tiongkok di dunia maya, maka AS pun juga mencegat Tiongkok secara online.

Aplikasi berbagi video nomor 1 asal Tiongkok, TikTok pun mulai diberangus oleh Negeri Paman Sam! Tentu saja, alasannya pun sama dengan Huawei. AS khawatir TikTok akan menjadi "pintu" pemerintah Tiongkok untuk memata-matai AS. Selain itu, TikTok dikatakan menyebarkan konten asusila.

Sempat diancam akan di-ban September, pemerintah AS tidak jadi melarang TikTok. Tetapi, dengan syarat, TikTok bekerja sama dengan Oracle dan Walmart. Meskipun begitu, stigma beberapa kalangan AS terhadap TikTok pun berubah negatif.

10. Dimulai oleh Fortnite, battle-royale antara developer aplikasi kontra Play Store serta App Store

https://www.youtube.com/embed/euiSHuaw6Q4

Sudah nonton iklan Fortnite tersebut? Jika kamu bingung dengan maknanya, maka kamu bisa melihat tagarnya, #FreeFortnite, dan deskripsinya. Epic Games, pengembang game battle-royale "Fortnite" sedang menyindir iklan tahun 1984 Apple, dan menuduh Apple seperti "Big Brother" pada novel "1984" dari George Orwell! Bagaimana ceritanya?

Hadir pertama kali di iOS dan baru ke Play Store pada awal 2020, Epic Games yang terkenal dengan game-nya, "Fortnite" mencoba metode pembayaran demi menghindari kebijakan potongan 30 persen Apple dan Google. Epic Games menawarkan V-Bucks dengan diskon 20 persen, dibandingkan beli lewat App Store dan Play Store!

Ketahuan, pada Agustus, Apple dan Google sama-sama "menendang" Epic Games dari App Store dan Play Store! Tidak tinggal diam, Epic Games langsung mengajukan gugatan terhadap Apple dan Google. Tuduhannya adalah:

  • Epic Games juga mengadukan Google yang menghancurkan perjanjian kerja sama Fortnite dengan LG dan OnePlus
  • Meraup keuntungan hingga 360 juta dolar AS atau lebih dari Rp5 triliun dari Fortnite, Epic Games menuntut Apple karena perilaku anti-kompetisi.

Apple bahkan menuduh Epic Games seperti seorang "pengutil". Tidak banyak omong, Google hanya memperketat kebijakan in-app purchase dan mewajibkan pembayaran dengan sistem Google, efektif pada 20 Januari 2021.

10 Momen Kontroversial Aplikasi dan Game Mobile di 2020Coalition for App Fairness menentang pajak 30 persen oleh Apple dan Google. appfairness.org

Ternyata, Epic Games tidak sendirian! Koalisi perusahaan rintisan/startup asal India setuju bahwa potongan 30 persen itu terlalu besar! Microsoft pun ikut membela Epic Games yang telah membantu mengembangkan Unreal Engine.

Setelah mengumpulkan perusahaan yang tidak senang dengan kebijakan Apple dan Google, maka berdirilah Koalisi Keadilan Aplikasi (Coalition for App Fairness/CAF) pada September 2020 yang berisikan:

  • Epic Games
  • Spotify
  • Tile
  • Match Group (Tinder)
  • Deezer
  • Qobuz

Peperangan Epic Games terhadap kebijakan 30 persen tersebut sudah berjalan hingga dua tahun dan masih belum tuntas, malah semakin runyam!

Itulah beberapa peristiwa besar yang melibatkan teknologi, terutama smartphone, pada 2020. Selain COVID-19, ternyata perkembangan teknologi pada 2020 pun juga menyisakan cerita yang bahkan masih berlanjut di 2021. Dari drama-drama ini, mana yang membuatmu geleng-geleng kepala? Ada-ada saja, ya!

Baca Juga: 7 Rekomendasi Aplikasi yang Akan Bikin Kamu Lebih Bahagia

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya