Comscore Tracker

Pahami Kecenderungan Audiens untuk Ciptakan Strategi Konten

Kualitas konten tetap jadi syarat utama

Jakarta, IDN Times - Ada banyak cara yang harus diperhatikan agar bisa menarik perhatian audiens terhadap konten yang kita buat. Meski menghadirkan konten yang bagus dan berkualitas merupakan syarat yang utama, kita juga perlu memahami bagaimana pola perilaku audiens dalam mengonsumsi informasi. Dengan begitu, konten yang kita buat dapat diterima dengan lebih baik oleh audiens yang tepat.

Pada kesempatan kali ini, ada Hidayat Taufik dari tim Audience Development, yang membagikan beberapa insight mengenai pola perilaku audiens dalam mengonsumsi informasi. Menggeluti bidang Search Engine Optimization (SEO), Taufik kerap memperhatikan konten-konten apa saja yang banyak dikonsumsi orang serta mempelajari pola perilaku audiens di balik itu. 

1. Pembaca gemar mencari tahu hal-hal yang sedang viral

Pahami Kecenderungan Audiens untuk Ciptakan Strategi KontenDok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Menurut data yang diperoleh terkait artikel-artikel yang banyak diakses audiens, Taufik dapat menarik kesimpulan bahwa dalam mengonsumi informasi, audiens memiliki kecenderungan untuk mencari hal-hal yang sedang viral. “Dapat disimpulkan bahwa mayoritas dari pembaca lebih menyukai konten yang bersifat timeless dan trending. Mereka juga antusias mencari informasi tentang public figure/hal yang sedang viral di media sosial. Dengan kondisi ini, publisher dan jurnalis dituntut untuk bisa bijak dalam menyajikan informasi. Redaksi entertainment IDN Times, misalnya, menolak untuk menyajikan berita dengan angle yang negatif dan cuma clickbait,” jelas Taufik.

2. Umumnya, popularitas konten entertainment lebih tinggi

Pahami Kecenderungan Audiens untuk Ciptakan Strategi KontenDok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Taufik pun menjelaskan bahwa pada kenyataannya popularitas konten entertainment memang lebih tinggi dibanding dengan konten dengan muatan berat seperti politik. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. “Sebagian besar dari mereka hanya tertarik pada artikel yang sifatnya menghibur, ringan, serta menyenangkan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, ya, karena kejenuhan yang diakibatkan oleh situasi PSBB, atau karena memang situasi politik sedang ‘adem’ saat ini,” ujar Taufik.

Selain mencari informasi mengenai hal-hal yang sedang viral, bentuk konten lain yang relatif banyak dicari oleh pembaca adalah yang bersifat situasional atau yang relevan dengan kondisi masyarakat pada saat itu. “Selain entertainment dan informasi, topik lain yang paling banyak dicari adalah hobi, seperti chord gitar dan tanaman hias. Namun, yang satu ini bisa dibilang dinamis dan bisa berubah, ya, tergantung pada situasi. Saat breakout COVID-19, misalnya, artikel tentang kesehatanlah yang merajai ranking pencarian di Google Analytics,” Taufik memberi contoh.

3. Waktu baca lebih banyak media sosial

Pahami Kecenderungan Audiens untuk Ciptakan Strategi KontenDok. IDN Media/Herka Pangaribowo

Jika diperhatikan secara lebih detail, perilaku pembaca juga ditentukan oleh apa yang mereka akses di smartphone mereka. “Artinya, audiens yang mengakses informasi dari media sosial akan cenderung menghabiskan waktu baca lebih banyak di website. Beragam informasi yang dihidangkan di media sosial tentu mendorong audiens untuk membaca lebih banyak apabila dibandingkan dengan mereka yang masuk dari Google search,” terang Taufik. 

Sementara itu, jika dibandingkan per kanalnya, pembaca yang suka membaca konten entertainment cenderung akan menghabiskan waktu lebih lama dan membaca lebih banyak artikel dibanding pembaca yang membaca konten news atau politik. Dengan mengetahui kecenderungan pembaca dalam mengonsumsi informasi, publisher diharapkan dapat membuat strategi konten yang lebih tepat sesuai dengan karakter audiens.

Topic:

  • Amelia Rosary

Berita Terkini Lainnya