Comscore Tracker

Makan Nasi Kuning dengan Batagor, Ini 5 Kuliner Malam Unik di Bandung

Ada penjual nasi kuning yang anti mainstream lho

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menikmati kota Bandung ketika malam telah tiba. Salah satunya dengan wisata kuliner di malam hari. Ya, Bandung menawarkan banyak destinasi kuliner malam hari yang menarik untuk kamu coba.

Berikut beberapa rekomendasi kuliner malam yang unik di kota yang berjuluk Paris van Java ini. 

1. Nasi Kuning Pungkur yang anti mainstream

Makan Nasi Kuning dengan Batagor, Ini 5 Kuliner Malam Unik di Bandunginstagram.com/infobdgcom

Biasanya pedagang nasi kuning menjual dagangannya di pagi hari sebagai santapan untuk sarapan. Namun pedagang nasi kuning yang berjualan di Jalan Pungkur ini berbeda, mereka mulai berjualan di malam hari, tepatnya dari jam 21.30 hingga subuh.

Pendamping nasi kuning di tempat ini pun mungkin agak berbeda. Kamu bisa memilih beberapa makanan pendamping seperti rendang, jengkol, bahkan batagor. Ya, selain berjualan nasi kuning, lapak ini juga berjualan batagor dan uniknya kamu bisa menjadikan batagor sebagai pendamping nasi kuning lengkap dengan bumbu kacangnya. 

Meski berjualan hanya di malam hari bahkan baru buka larut malam dan tempatnya di depan toko, nasi kuning yang satu ini selalu ramai oleh pembeli. Gimana, apa kamu tertarik untuk makan nasi kuning dengan batagor?

2. Bubur Ayam Gibas yang punya topping melimpah

Makan Nasi Kuning dengan Batagor, Ini 5 Kuliner Malam Unik di Bandunginstagram.com/the.lucky.belly

Sajian bubur yang satu ini juga juga bisa jadi pilihan kuliner malam kamu di Bandung.  Bubur Gibas terkenal dengan suwiran daging ayam yang melimpah.

Ketika kamu memesan bubur di sini maka kamu akan mendapat 2 mangkuk, satu berisi bubur dan satu lagi berisi topping untuk bubur. Bukan hanya suwiran ayam, kamu juga bisa memlih toping telur, cakwe, dan ati ampela. Oh iya ayam yang digunakan di tempat ini merupakan daging ayam kampung yang menambah cita rasa bubur tersebut. 

Bubur ayam yang berlokasi di Jalan Kebon Jati no. 187 buka setiap pagi mulai dari jam 05.30 hingga 11.30 dan berjualan kembali dari jam 16.00 sampai 23.30. Setiap hari Minggu bubur ini hanya buka pagi hari dan setiap hari Senin hanya buka sore hari. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Kafe Romantis di Bandung, Berdua Gak Sampai Rp150 Ribu

3. Perkedel Bondon yang selalu dipenuhi antrean

Makan Nasi Kuning dengan Batagor, Ini 5 Kuliner Malam Unik di Bandunginstagram.com/marvin_liong

Jika kamu cari camilan tengah malam, kamu bisa membeli Perkedel Bondon yang berlokasi di Jalan Kebon Jati No.42, sekitar Stasiun Hall. Usaha ini sudah dirintis sejak tahun 1982 dan cara menggoreng perkedel ini masih dibuat secara tradisonal dengan menggunakan arang sebagai bahan bakarnya.

Jika kamu ingin mencoba perkedel ini, kamu harus datang pada jam 23.00 karena perkedel ini baru akan dimasak pada saat itu. Meski hanya perkedel, jika sedang ramai  kamu akan diberi nomor antrean sesuai kedatangan kamu. Jadi usahakan kamu datang lebih awal dan bersabar jika mau mencicipi perkedel yang satu ini. 

4. Roti Bakar Gang Kote yang betul-betul dibakar di atas bara api

Makan Nasi Kuning dengan Batagor, Ini 5 Kuliner Malam Unik di Bandunginstagram.com/bemp777/

Roti Bakar biasanya diolah di atas wajan datar yang diberi mentega, namun roti bakar yang satu ini berbeda karena benar-benar dibakar di atas bara api. Pilihan rasa yang ditawarkan penjual roti bakar ini lumayan banyak mulai dari varian rasa manis dan asing bahkan selai yang mungkin jarang kita dengar yakni lobi-lobi. Penjual roti bakar yang sudah berjualan sejak 1969 ini juga tidak pelit dalam memberikan isian roti bakarnya. 

Roti Bakar ini sebetulnya bernama 234, namun lebih dikenal dengan nama Roti Bakar Gang Kote karena lokasi berjualannya di mulut Gang Kote di sekitar Jalan Sudirman.

Roti Bakar Gang Kote berjualan mulai dari sore hari sekitar jam 15.00 sampai 22.00

5. Minum teh malam hari di tengah pasar

Makan Nasi Kuning dengan Batagor, Ini 5 Kuliner Malam Unik di Bandunginstagram.com/ikanation

Di bagian dalam Pasar Cihapit terdapat kedai teh bernama Akasa yang menjual teh dari berbagai daerah nusantara dan terkadang ada teh dari luar negeri juga. Meski di dalam pasar, kedai teh ini terlihat menarik dengan tulisan yang mencolok dibagian atasnya "Hiroshima hancur karena bom, warung hancur karena cashbon."

Sebelum menjual teh, Akasa merupakan toko buku di pasar ini dan kamu juga masih bisa menemukan buku-buku di tempat ini.

Kedai teh ini buka setiap hari kecuali hari Senin dan untuk jam buka kamu harus cek instagram mereka @akasabookstrore dimana mereka biasanya mengumumkan jam bukanya melalui instastory. Biasanya kedai ini buka jam mulai buka jam 16.00 atau jam 18.00 hingga malam hari. 

Itulah beberapa kuliner malam unik yang ada di Bandung, apa kamu tertarik untuk mencobanya? 

Baca Juga: Masuk Gang dan di Tengah Pasar, 5 Kuliner Bandung Ini Tetap Diburu

Agithyra Nidiapraja Photo Writer Agithyra Nidiapraja

https://www.instagram.com/nidiapraja/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya