Comscore Tracker

Ngopiuklam87, Ngopi Sambil Keliling Kota Malang

Pariwisata lesu, otobus ubah armada jadi kafe berjalan

Minum kopi kini sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Tak jarang orang yang memang sengaja menyempatkan diri untuk meningkapi secangkir kopi sambil bercengkrama dengan kolega. Tapi pernahkan anda berfikir untuk minum kopi sambil berkeliling kota.

Ya, baru-baru ini sebuah armada milik perusahaan otobus (PO) Pandawa 87 memberikan pelayanan berbeda. Armada bus yang bisa melayani perjalanan pariwisata tersebut diubah menjadi kafe berjalan. Sembari minum kopi, masyarakat dibawa berkeliling Kota Malang yang dikemas dalam "Ngopiuklam87". Tentu hal itu menyajikan pengalaman berbeda yang cukup menarik. 

1. Berawal dari lesunya sektor pariwisata

Ngopiuklam87, Ngopi Sambil Keliling Kota MalangPenumpang sedang menikmati trip keliling Kota Malang sambil mengabadikan momen. IDN Times/ Alfi Ramadana

Ide membuat kafe berjalan tersebut berawal dari kegelisahan sang pemilik. Seperti diketahui, pandemik COVID-19 memang mengubah semuanya. Pariwisata yang sebelumnya menjadi tumpuan utama seketika menjadi lesu. Hal itu menyebabkan puluhan armada bus yang biasanya mengantarkan para wisatawan ke berbagai tujuan wisata seketika berhenti. Lantaran tidak mau armada bus hanya berada di garasi, Direktur PO Pandawa 87, Gian Aljabal mencoba sebuah ide baru yakni mengubah bus menjadi kafe berjalan. 

"Empat bulan ini sektor wisata memang lesu. Jadi daripada armada hanya nganggur di dalam garasi, maka kami berfikir bagaimana kalau buat sesuatu yang baru dan berbeda. Akhirnya muncul ide untuk mengubah bus menjadi kafe berjalan. Jadi masyarakat bisa minum kopi sambil berwisata berkeliling kota," kata Gian Aljabal, Sabtu (11/7/2020). 

2. Ubah interior bus menjadi lebih menarik

Ngopiuklam87, Ngopi Sambil Keliling Kota MalangInterior bus diubah menjadi layaknya kafe dengan kursi dibuat berhadapan dan tengahnya ada meja. IDN Times/ Alfi Ramadana

Demi memaksimalkan idenya tersebut, Gian melakukan modifikasi interior bus. Interior yang semula untuk mendukung perjalanan pariwisata jauh diubah menjadi layaknya kafe. Kursi dibuat berhadap-hadapan dengam bagian tengah ada meja panjang kecil. Beberapa interior tambahan seperti lampu warna-warni juga ditambahkan untuk menambah kesan layaknya di kafe. Tak lupa perlengkapan musik juga dipasang guna menunjang kenyamanan para penumpang. Mereka juga diperbolehkan jika ingin berkaraoke selama perjalanan. 

"Kalau untuk mengubah interiornya ini tidak perlu waktu lama. Paling satu dua hari sudah selesai karena memang bus ada di garasi," imbuh Gian. 

3. Layani empat trip setiap hari

Ngopiuklam87, Ngopi Sambil Keliling Kota MalangTak hanya anak muda, ngopi keliling kota juga diminati semua kalangan. IDN Times/ Alfi Ramadana

Kafe berjalan yang dikemas dalam tajuk "Ngopiuklam87" itu sudah mulai beroperasi selama dua pekan terakhir. Setiap harinya ada empat trip yang disiapkan masing-masing pukul 08.00, 13.00, 16.00 dan 19.00 WIB. Rute yang bakal disiapkan adalah melewati Pasar Blimbing lalu ke arah Fly Over Arjosari kemudian putar balik ke arah Jl LA Sucipto mengarah ke masuk jalan S Parman.

Dalam perjalanan, penumpang juga akan dibawa melewati beberapa ikon Kota Malang seperti Stasiun Kota Baru, Balai Kota Malang, Alun-alun bundar, Alun-alun kotak, Jalan Ijen, hingga kawasan Jl Soekarno-Hatta. Selama perjalanan, kafe berjalan tersebut bakal berhenti dua kali di kawasan Alun-alun bundar dan depan Museum Brawijaya. Masyarakat bisa memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto atau mengabadikan momen. 

"Kapasitasnya bisa menampung 28 orang. Setiap harinya melayani empat trip ngopi sambil keliling Kota Malang," sambungnya. Sebenarnya, bus jenis ini biasanya mampu  menampung 48 orang. Demi kenyamanan, sekaligus bagian dari pembatasan penumpang di tengah pandemik, pengelola pun melakukan modifikasi. Selain itu juga disediakan hand sanitizer dan mewajibkan penumpangnya untuk mengenakan masker.

4. Minat masyarakat cukup bagus

Ngopiuklam87, Ngopi Sambil Keliling Kota MalangMenikamti perjalan trip keliling kota dengan orang terkasih bisa menjadi pilihan menarik. IDN Times/ Alfi Ramadana

Di sisi lain, Gian mengakui bahwa sejak pertama kali diluncurkan dua pekan lalu, minat masyarakat cukup bagus. Bahkan beberapa kali dirinya menyebut bahwa admin pelayanan harus menolak masyarakat yang ingin memesan trip Ngopiuklam87. Apalagi tarif yang ditawarkan juga cukup terjangkau yakni Rp 50 ribu untuk satu kali trip. Masyarakat juga akan mendapatkan kopi, snack serta meninkmati Kota Malang. Bagi yang tidak suka kopi juga bisa diganti dengan coklat dingin.  Meskipun demikian, ia masih belum berencana menambah armada lagi. Pasalnya dirinya dan tim masih ingin melihat perkembangannya terlebih dahulu. 

"Alhamdulillah peminatnya cukup banyak. Tetapi saat ini kami masih ingin melihat dulu sejauh mana respons masyarakat. Kalau memang bagus dan stabil bisa jadi akan menambah armada dan trip yang lebih jauh," jelas Gian. 

5. Reservasi bisa secara online

Ngopiuklam87, Ngopi Sambil Keliling Kota MalangProtokol kesehatan tetap diperhatikan selama perjalanan keliling kota. IDN Times/ Alfi Ramadana

Bagi masyarakat yang ingin menikmati sensasi ngopi sambil keliling kota, maka pihak pengelola sudah menyiapkan nomor reservasi yang diletakkan di Instagram. Masyarakat hanya tinggal menghubungi kontak tersebut untuk reservasi. Kemudian tiket akan dikirimkan oleh admin untuk satu kali perjalanan. Pengelola memilih media sosial sebagai alat promosi lantaran pengaruhnya cukup besar dikalangan masyarakat. 

"Awalnya mau diwebsite. Tetapi masih kalah dengan medsos, makanya kami promonya lewat medsos yang lebih berpengaruh," pungkasnya. 

Baca Juga: Transisi New Normal Mulai 31 Mei, Kota Malang Siapkan Perwal

Alfi Ramadana Photo Verified Writer Alfi Ramadana

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan pemikiran

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya