5 Fakta Menarik Peipus, Danau Perbatasan Terbesar di Eropa

Di sini juga terdapat beragam budaya masyarakat Eropa

Peipus merupakan danau besar di perbatasan antara Estonia dan Rusia. Danau tersebut terhubung dengan Teluk Finlandia melalui Sungai Narva di sepanjang perbatasan. Keberadaannya sangat penting bagi flora, fauna, dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

Danau Peipus tidak hanya memiliki panorama yang indah dan mendukung kegiatan memancingmu, budaya tradisional pun bisa kamu temukan di pedesaan yang terletak di sekitar danau. Mau tahu lebih lanjut tentang Danau Peipus? Yuk, simak faktanya berikut!

1. Danau perbatasan terbesar di Eropa

5 Fakta Menarik Peipus, Danau Perbatasan Terbesar di Eropailustrasi peta Danau Peipus (Google/dok. Google Maps)

Danau Peipus terhubung dengan Danau Vortsjarv melalui Sungai Emajogi. Keduanya merupakan danau dangkal yang menjadi bagian dari cekungan Laut Baltik.

Dilansir Global Nature, Danau Peipus memiliki luas 3.555 km persegi sehingga menjadikannya sebagai danau terluas keempat di Eropa. Sekitar 44 persen milik Republik Estonia dan 56 persen milik Federasi Rusia. Kedalaman rata-ratanya 7,1 m dan kedalaman maksimum 1,3 m.

Danau tersebut berperan penting untuk sumber daya perikanan, rekreasi, bahkan situs sejarah. Selaian itu,  kerap menjadi tempat singgah bagi burung migran setiap tahunnya.

2. Danau eutrofik dan sangat produktif secara biologis

5 Fakta Menarik Peipus, Danau Perbatasan Terbesar di EropaIlustrasi memancing di Danau Peipus saat musim dingin. (estonianworld.com)

Salah satu alasan keberadaan Danau Peipus yakni ikan komersial yang menguntungkan. Danau ini merupakan salah satau danau terbaik untuk penangkapan ikan komersial, dengan total tangkapan 8.000 sampai 11.000 ton per tahun.

Sayangnya, beberapa masalah lingkungan bisa muncul dan harus dihadapi. Kualitas air akibat eutrofikasi yang mengakibatkan kelebihan nutrisi jadi ancaman utama.

Pertanian dapat menjadi sumber utama polusi nutrisi air dan industri minya serpih dapat mencemari daerah outlet dari Danau Peipus ke Sungai Narva. Selain itu, penangkapan ikan yang tidak diatur dapat menjadi masalah lingkungan yang paling kritis bagi DAS Peipus.

Baca Juga: 9 Fakta dan Pesona Danau Malawi, Danau Terdalam Kedua di Afrika

3. Saksi sejarah "Battle on the Ice"

5 Fakta Menarik Peipus, Danau Perbatasan Terbesar di EropaMusim dingin di Danau Peipus (instagram.com/xnovak.s)

Selain menguntungkan secara ekonomi dan pariwisata, ternyata juga menjadi saksi sejarah berabad-abad silam. Dilansir Britannica, pada 1242, Rusia di bawah Alexander Nevsky mengalahkan Ksatria Teutonik di Danau Peipus yang membeku.

Berawal pada 1239, Ksatria Livonia memulai kampanye militer di Rusia barat laut untuk memperluas wilayah dan mengubah Rusia menjadi Katolik Roma. Di sela invasi Mongol ke Polandia dan Silesia (1241), kampanye dilanjutkan oleh Ksatria Teutonik yang bekerjasama dengan Ksatria Livonia.

Tahun 1241, para Kstaria berhasil merebut Pskov, kemudian melawan Novgorod (1242). Namun, Nevsky berhasil melawan dan merebut kembali wilayah dari para Ksatria. Peristiwa tersebut disebut Battle the Ice, karena dilakukan di Danau Peipus yang membeku.

4. Masyarakat sekitar danau yang berasal dari kombinasi tiga budaya berbeda

5 Fakta Menarik Peipus, Danau Perbatasan Terbesar di EropaMuseum Kolkja - Budaya Old Believers (Google Local Giude/dok. Konstantin Issaenko)

Fakta lain yang gak kalah menarik, yakni kebudayaan masyarakat yang bermukim di sekitar Danau Peipus. Dilansir Info Peipsi, ada legenda populer yang dipercaya oleh masyarakat Estonia, bahwa danau tersebut berkaitan dengan Kalevipoeg (pahlawan nasional Estonia).

Berawal dari tetangga mereka di timur sering menjarah tanah ini, kemudian membuat Kalevipeog marah. Ia pun memutuskan untuk menggali parit besar antara kedua negara, kemudian mengisinya dengan air, kini menjadi Danau Peipus atau Peipsi. Ia menyebarkan tanah yang digali di atas Estonia bagian selatan, menghasilkan lanskap berbukit yang indah.

Konsteks budaya lainnya, adanya suku Slavia yang berasal dari Sungai Dnepr mencapai tepi danai Peipsi, beberapa di antaranya bergerak menuju sisi barat. Gelombang migrasi lainnya, orang-orang Old Believers dari Rusia yang menentang Katolik Roma. Selain itu, wilayah ini sangat dipengaruhi oleh Baltik-Jerman.

5. Peipsimaa menjadi destinasi wisata yang menarik dan lengkap

5 Fakta Menarik Peipus, Danau Perbatasan Terbesar di EropaFoto udara Kastil Alatskivi (instagram.com/visualsbyendrik)

Old Believers menjadi kepercayaan sekaligus budaya yang unik dan berkembang pesat di masyarakat setempat. Kebudayaan tradisional mereka masih dipertahankan hingga kini, seperti Desa Nina, Kolkja, dan Varnja. Masyarakat di desa tersebut masih menunjukkan kehidupan dan tradisi nelayan gaya lama.

Kamu pun bisa melihat museum lokal yang berkaitan dengan Old Believers dan Kastil Alatskivi yang menjadi contoh budaya Baltik-Jerman. Selain itu, hidangan lezat berbahan bawang, hingga kue kering bisa kamu nikmati. Kamu pun bisa mencoba festival memancing tahunan.

Rute bawang Peipsiveere menjadi ikon wisata kebanggaan masyarakat setempat. Bahkan, Komisi Eropa menjadikannya nominator untuk kategori harta karun Estonia - wisata air dalam kompetisi European Destinations of Excellence (EDEN).

Kawasan wisata tersebut disebut Peipsimaa yang meliputi paroki dan kota di sekitar Danau Peipus di Kabupaten Ida-Viru, Jogeva, Tartu, dan Polva. Masing-masing kabupaten tersebut unik dan memiliki budaya beragam.

Nah, sekarang kamu sudah makin mengenal Danau Peipus kan? Ternyata gak hanya ukurannya yang luas dan menguntungkan secara ekonomi. Dalam konteks sejarah dan budaya pun perannya gak kalah penting.

Baca Juga: 9 Potret Pesona Danau Moraine yang Disebut Danau Terbaik di Dunia

Fatma Roisatin Nadhiroh Photo Verified Writer Fatma Roisatin Nadhiroh

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya