Comscore Tracker

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!

Permata turquoise yang tersembunyi di daratan Asia Tengah  

Uzbekistan merupakan negara landl ocked (tidak memiliki wilayah berupa lautan) di Asia Tengah yang diapit oleh beberapa negara yang uniknya semua berakhiran 'tan', yaitu Turkmenistan, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyzstan, dan Afghanistan.

Uzbekistan dulunya adalah state atau negara bagian dari Uni Soviet, sehingga Uzbekistan terkadang masih disebut-sebut sebagai "bekas Soviet" atau "bekas komunisme". Akan tetapi, semuanya telah berlalu dan negara ini kini berusaha terbuka lebar terhadap dunia dengan memamerkan destinasi-destinasi wisata andalannya, tidak lagi tertutup rapat bagaikan "tirai besi" seperti dulunya. 

Tempat-tempat historis di Uzbekistan tidak terlepas dari sejarah peradaban Islam di Asia Tengah ratusan tahun yang lalu. Maka dari itu, situs-situs yang dibanggakan negara ini rata-rata merupakan bangunan bercorak Islam khas Uzbekistan, yang berbeda dari negara-negara lainnya.

Kemajuan negara ini juga tidak terlepas dari sejarah geografis Jalur Sutera, jalur penghubung perdagangan Barat dan Timur. Kota-kota seperti Samarkand, Bukhara, dan Khiva dulu menjadi seperti transit hub atau tempat persinggahan para pedagang yang berlalu-lalang dari Barat-Timur dan sebaliknya.

Berikut tujuh situs di Uzbekistan yang memiliki sejarah kaya dan panjang bahkan jauh sebelum pengaruh Uni Soviet. Yuk, simak bersama!

1. Registan

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!centralasia-adventures.com

Bangunan-bangunan ini sekilas menyerupai masjid; tetapi sebenarnya bukan, melainkan madrasah (institusi pendidikan/sekolah religi dalam Islam). Ketiga madrasah besar tersebut ditambah dengan lapangan luas di tengah-tengah "membingkai" suatu kompleks yang dinamakan Registan (dalam bahasa Persia berarti "gurun"). 

Registan, yang dibangun mulai dari abad ke-15 sampai abad ke-17 ini berada di kota Samarkand, kota terbesar kedua di Uzbekistan. Sekilas melihat Registan, memang benar bahwa peradaban Islam berpengaruh sangat besar dalam pembangunan dan kemajuan kota ini. Kota Samarkand sendiri dulunya adalah ibu kota Kekaisaran Islam Timurid pada abad ke 14 dan 15.

Warna biru dan hijau mendominasi interior dan eksterior arsitektur-arsitektur bercorak Islam di Uzbekistan, khususnya juga Samarkand. Sebab, warna turquoise inilah yang menjadi ciri khas Arsitektur Timurid.

Di samping warna-warna yang cerah, ornamen-ornamen indah dengan kedetailan tingkat tinggi juga menghiasi hampir atau seluruh bagian madrasah-madrasah di kompleks Registan. Yang menarik adalah setiap madrasah memiliki kombinasi dekorasi yang unik dan berbeda satu sama lain.  

2. Mausoleum Gur-e-Amir

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!orientalarchitecture.com

Situs yang juga berlokasi di Samarkand ini merupakan mausoleum (bangunan khusus untuk makam) dari Amir Timur, pendiri kekaisaran Timurid (1370-1507), sekaligus pemimpin/Emir pertamanya.

Beliau merupakan seorang penakluk dan tokoh cerdas yang berperan besar dalam perluasan wilayah, pembangunan dan pengembangan berskala besar kota-kota di Uzbekistan, khususnya Samarkand. Di dalam kompleks Gur-e-Amir ini, terdapat pula makam anak, cucu, dan bahkan guru Amir Timur. 

Interior makam keluarga ini dipenuhi dengan lapisan-lapisan emas dan ubin-ubin bewarna biru sehingga dengan bantuan beberapa lampu, interiornya terlihat cukup "silau" dan begitu mewah. Hal ini dilakukan untuk menghormati Amir Timur sebagai tokoh yang amat penting pada masa keemasannya di kawasan Asia Tengah.  

3. Observatorium Ulugh Beg dan Museum Observatorium

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!Pixabay/falco

Tidak hanya Registan atau Makam Gur-e-Amir, terdapat juga sebuah bangunan yang merupakan saksi sejarah Islamic Golden Age di kota Samarkand, yaitu Observatorium Ulugh Beg.

Tempat ini dulunya adalah tempat penelitian ilmuwan-ilmuwan Timurid pada saat itu yang berperan dalam kemajuan bidang matematika dan astronomi. Fungsi utama dibangunnya tempat ini adalah untuk pengamatan bintang di angkasa.

Di seberang observatorium ini terdapat sebuah museum yang menyimpan manuskrip dan peralatan-peralatan astronomi yang digunakan ilmuwan-ilmuwan Timurid pada masanya, meski beberapa merupakan replika. Eksterior museum pun dihiasi dengan ubin-ubin dekoratif yang juga dominan berwarna biru hijau yang menjadikannya tidak kalah menarik dari situs-situs lainnya.

Baca Juga: 6 Wisata Sejarah Uzbekistan, Si Negara Pecahan Uni Soviet

4. Kompleks Po-i-Kalyan dan Kalyan Minaret

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!unsplash.com/Snowscat

Sekitar 260 kilometer ke barat dari Samarkand, terdapat kota yang juga memiliki sejarah kaya di masa lampau, yaitu Bukhara. Situs yang paling terkenal di kota Bukhara yaitu kompleks Po-i-Kalyan.

Kompleks ini terdiri dari madrasah, masjid, dan sebuah menara besar bernama Kalyan Minaret. Sebenarnya, kompleks ini dulu pernah hancur akibat invasi Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan.

Satu-satunya struktur yang tidak dihancurkan adalah menaranya (di sisi kiri background gambar), dikarenakan Genghis Khan sangat mengagumi kemegahan struktur silindris tinggi yang terbuat dari batu bata tersebut sehingga ia memerintahkan pasukannya untuk tidak menghancurkannya.

Selain itu, menara ini juga dikenal dengan sebutan 'Tower of Death', karena dulunya penjahat dan kriminal dihukum mati dengan cara dijatuhkan dari puncak menara ini. 

5. Ark of Bukhara

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!Pixabay/falco

Masih terletak sangat dekat dan bahkan di seberang kompleks Po-i-Kalyan, terdapat sebuah benteng besar yang terbuat dari tanah yang dinamakan 'Ark of Bukhara'. Benteng ini dulunya selain untuk pertahanan militer, juga digunakan sebagai tempat tinggal para pemimpin/Emir, selir-selirnya, dan pejabat-pejabat di zaman kekuasaan Emirat Bukhara.

'Ark of Bukhara' jatuh ke tangan pasukan Uni Soviet pada tahun 1920, dan berakhirlah kekuasaan Emirat Bukhara di tahun yang sama. Pasukan Soviet juga membuat kerusakan berat di benteng ini, sehingga benteng yang sekarang merupakan hasil renovasi besar.

Di dalam benteng ini terdapat ruang singgasana Emir, kantor-kantor pejabat Emirat, masjid, penjara, museum, dan masih banyak lagi. Interior ruangan-ruangan penting di 'Ark of Bukhara' juga dihiasi dengan ornamen-ornamen yang indah dan bewarna-warni. 

6. Itchan Kala dan Kalta Minor

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!pixabay.com/LoggaWiggler

Jauh dari Samarkand dan Bukhara, terdapat satu kota tua lagi di bagian barat Uzbekistan yaitu Khiva. Kawasan yang paling terkenal di kota ini adalah Itchan Kala, kota berdinding yang sudah berumur ratusan tahun. Di dalam kota ini terdapat banyak sekali rumah, menara, monumen-monumen, dan masjid tua yang tak termakan usia.

Mungkin, point of interest di kompleks besar ini lagi-lagi merupakan sebuah minaret, namun kisahnya lain dengan minaret Po-i-Kalyan. Minaret di Itchan Kala yang dimaksud memiliki struktur raksasa mirip tabung yang bewarna turquoise (biru-hijau). Struktur inilah yang pertama terlihat jelas oleh pengunjung ketika baru memasuki kompleks Itchan Kala melalui gerbang barat. Mengapa bentuk menaranya hanya seperti itu?

Lebih dari 150 tahun yang lalu, pada zaman Kekhanan Khiva, Khan yang memerintahkan pembangunan minaret itu meninggal di suatu saat sehingga proyek tersebut ditinggalkan begitu saja dan tidak pernah dilanjutkan hingga hari ini.

Minaret yang tak selesai ini dinamakan Kalta Minor  ("kalta" berarti pendek, "minor" berarti menara/minaret). Walaupun demikian, Kalta Minor telah menunjukan keindahan khas arsitektur 'Permata Turquoise' Uzbekistan terlihat dari ornamen-ornamen kompleks geometric art dan kaligrafi yang "menyelimuti" permukaan menara tersebut.

7. Kunya Ark

7 Destinasi Wisata Indah dan Bersejarah di Uzbekistan, Yuk Kunjungi!orientalarchitecture.com

Masih berada di kompleks Itchan Kala, terdapat sebuah struktur yang dulunya menjadi tempat tinggal dan tempat kerja Khan Khiva yaitu benteng Kunya Ark. Benteng ini berlokasi di sebelah Kalta Minor, sehingga pengunjung yang telah melihat menara tersebut dapat mampir ke benteng satu ini.  

Di dalam benteng ini, terdapat ruang singgasana Khan dengan pintu/gerbang masuknya yang penuh dengan dekorasi geometric art bewarna biru dan dua pilar kayu yang juga full berukir (seperti di gambar atas). Selain itu, terdapat pula halaman, ruang-ruang anggota keluarga dan pembantu Khan, serta kamar-kamar para selir Khan. 

Itulah beberapa destinasi wisata di Uzbekistan yang masing-masing memiliki keunikan kisah dan sejarahnya masing-masing. Bagi kalian yang khususnya menyukai bidang seni cabang Islamic geometric art, arabesque, dan seni kaligrafi Islam, ataupun yang tertarik dengan arsitektur khas Timurid, sejarah Jalur Sutera dan peradaban Islam di Asia Tengah, pasti demen dan betah travelling ke Uzbekistan.

 

Baca Juga: 10 Objek Wisata Bahama dari Bangunan Bersejarah, Museum hingga Galeri

Juan A. Soedjatmiko Photo Writer Juan A. Soedjatmiko

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata atau informasi dalam artikel

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya