Comscore Tracker

Candi Sumber Tetek di Pasuruan, Rekomendasi Liburan Asyik Akhir Pekan

Simbol dari sumber kemakmuran

Candi Belahan merupakan kawasan pemandian atau petirtaan yang terletak di lereng timur Gunung Penanggungan. Tepatnya di Dusun Belahan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemandian ini berbentuk kolam segi empat dengan arca serta tumpukan batu bata sebagai latarnya.

Ada yang unik dari pemandian tersebut, yakni sumber mata airnya mengucur langsung dari bagian payudara arca berbentuk wanita. Karena itulah warga setempat familiar menyebutnya dengan Candi Sumber Tetek (payudara dalam bahasa Jawa).

1. Dibangun sebagai pemandian Raja Airlangga

Candi Sumber Tetek di Pasuruan, Rekomendasi Liburan Asyik Akhir PekanIDN Times/Putriana Cahya

Raja Airlangga membangun Candi Belahan tahun 1009 Masehi atau pada masa Kerajaan Kahuripan. Letak candi ini berdekatan dengan Petirtaan Jolotundo milik sang ayah, Raja Bali bernama Udhayana. Selain sebagai tempat pertapaan, petirtaan ini juga difungsikan sebagai pemandian bagi selir-selir Raja Airlangga.

2. Siapa sosok kedua arca?

Candi Sumber Tetek di Pasuruan, Rekomendasi Liburan Asyik Akhir PekanIDN Times/Putriana Cahya

Candi ini memiliki dua patung yang mengapit sebuah relung di tengah dinding. Kedua sosok ini dipercaya sebagai permaisuri Raja Airlangga, Dewi Laksmi dan Dewi Sri. Arca di sini harusnya berjumlah tiga buah, dengan arca Dewa Wisnu yang telah diamankan di Museum Mojokerto.

Arca Dewa Wisnu digambarkan sebagai sosok yang menaiki garuda. Menurut ahli, bentuk ini juga merupakan perwujudan dari Raja Airlangga.

Selain pemandian, Candi Belahan atau Candi Sumber Tetek dipercaya menjadi tempat peristirahatan terakhir Raja Airlangga. Dalam sejumlah prasasti disebutkan bahwa Raja Airlangga dimakamkan di sebuah petirtaan, yang mengacu pada Candi Belahan.

3. Lambang kesuburan dan kemakmuran 

Candi Sumber Tetek di Pasuruan, Rekomendasi Liburan Asyik Akhir PekanIDN Times/Putriana Cahya

Arca kedua Dewi tersebut digambarkan sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran. Selain itu, warga sekitar percaya air yang mengalir dalam pemandian berkhasiat awet muda. Tempat ini berada sekitar lima kilometer dari Jalan Raya Gempol.

Akses menuju ke sana sudah lancar, beraspal, dan bisa dilalui kendaraan roda empat. Hanya saja kondisi kendaraan perlu diperhatikan karena treknya yang terus menanjak. Sepanjang perjalanan, kamu akan terus dimanjakan dengan pemandangan Gunung Penanggungan dan persawahan hijau.

Nah, mumpung besok libur, bisa banget nih mampir ke sini. Bisa juga dijadikan destinasi akhir pekan yang menyenangkan, lho.

Topic:

  • Putriana Cahya
  • Dewi Suci R.

Berita Terkini Lainnya