Comscore Tracker

Meski Ramai dan Macet, Tahun Baruan di Yogya akan Selalu Memorable

5 alasan Yogyakarta tetap yang terbaik buat tahun baruan

Merayakan malam pergantian tahun baru di Daerah Istimewa Yogyakarta mungkin sudah masuk ke dalam bucket list kamu sejak lama. Akan tetapi, fakta bahwa ribuan atau bahkan puluhan ribu orang mengidamkan hal yang sama membuatmu mengurungkan niat tahun baruan di Jogja.

Bayangan jalanan Kota Gudeg yang sempit, macet, dan membludaknya kerumunan manusia di satu spot wisata pasti sudah menghantuimu sejak jauh hari.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang beda, Yogyakarta akan selalu nyaman dikunjungi untuk libur akhir tahun. Ini 5 alasan mengapa kota dengan surga wisata ini selalu menjadi tempat yang pas untuk berlibur. 

Baca Juga: Pergantian Tahun, Malioboro Mulai Ditutup Pukul 17.00 WIB

1. Padatnya wisatawan selama periode natal dan tahun baru adalah keniscayaan di Jogja, tapi ramainya itu selalu bikin kangen

Meski Ramai dan Macet, Tahun Baruan di Yogya akan Selalu MemorablePertunjukan kesenian saat Selasa Wage di Malioboro. IDN Times/Tunggul Kumoro

Yogyakarta menyimpan berbagai tempat yang menyenangkan dan menyimpan banyak kenangan bagi siapa saja yang pernah berkunjung. Kawasan Malioboro, Tugu Pal Putih, hingga Titik Nol Kilometer menjadi tempat-tempat yang memorable untuk selalu dikunjungi apalagi saat tahun baru tiba.

Merayakan pergantian tahun dengan memanggil kembali kenangan indah yang pernah kamu lalui di Yogyakarta bersama orang-orang terdekat adalah ide bagus untuk menghabiskan tahun di tempat-tempat ikonik tersebut. Betul bukan? 

2. Jangan pikirin soal macet, karena Pemerintah Yogyakarta sudah mempersiapkan cara mengatasi lonjakan wisatawan

Meski Ramai dan Macet, Tahun Baruan di Yogya akan Selalu MemorableAndong tetap beroperasi saat penutupan Malioboro. IDN Times/Febriana Sinta

Macet dan ramai menjadi salah pertimbangan kita malas pergi ke luar rumah saat tahun baru tiba, namun berbeda dengan di Yogyakarta. Tahun ini Pemerintah Yogyakarta sudah mempersiapkan berbagai strategi agar masyarakat bisa menikmati malam pergantian tahun lebih nyaman.

Jalan Malioboro, hari ini Selasa (31/12) mulai pukul 17.00 WIB disulap khusus hanya untuk pejalan kaki saja. Kemudian penambahan lahan parkir menjadi solusi kemacetan dan lonjakkan wisatawan yang ingin menghabiskan waktunya bermalam tahun baru di Yogyakarta lho. 

3. Ada banyak tempat pilihan selain Malioboro yang gak terlalu ramai untuk dikunjungi

Meski Ramai dan Macet, Tahun Baruan di Yogya akan Selalu MemorablePixabay/Agus Riyanto

Selain Malioboro, ada berbagai tempat apik yang dikunjungi karena Yogyakarta menyimpan berbagai tempat seru untuk menghabiskan malam tahun baru.

Misalnya jika kamu ingin udara sejuk dan dingin, Kawasan Kaliurang cocok menjadi Kemudian ada juga Tebing Breksi, kawasan wisata di Kulon Progo, camping di Gunung Api Purba. Di sini kamu bisa melihat Yogyakarta dari tempat yang lebih tinggi. Ada juga pantai yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan malam tahun baru dengan nuansa yang gak seramai Maliboro namun tetap seru.

4. Banyak penginapan dari hotel berbintang hingga hotel kapsul yang ramah budget

Meski Ramai dan Macet, Tahun Baruan di Yogya akan Selalu MemorableUnsplash/Francesca Saraco

Sudah menjadi sebuah kewajaran jika harga penginapan akan naik saat malam tahun baru. Namun jangan khawatir, karena Yogyakarta merupakan kota wisata maka tak sedikit penginapan yang bisa kamu pilih.

Mulai hotel-hotel berbintang hingga hotel backpacker bisa kamu tempati untuk berisitirahat setelah pesta tahun baru. Belum lagi di berbagai kawasan wisata terdapat penginapan. Jangan lupa manfaatkan promo aplikasi penyedia layanan penginapan agar lebih menghemat budget, ya.

5. Sajian kuliner yang beraneka macam jadi pengisi perut setelah merayakan tahun baruan

Meski Ramai dan Macet, Tahun Baruan di Yogya akan Selalu MemorableYoutube.com/Alinskie Family

Gak lengkap rasanya kalau ke Yogyakarta tanpa mencicipi sajian kuliner khasnya. Banyak makanan yang bisa ditemukan saat malam pergantian tahun bahkan hingga pagi hari.

Gudeg, bakpia, oseng mercon, bakmi Jowo, hingga nasi tiwul justru bisa kamu nikmati dengan nyaman di pagi harinya. Tak ada salahnya menambah liburan setelah tahun baruan untuk menyantap kuliner khas Yogyakarta.

Macet dan keramaian adalah hal lumrah pada musim liburan–namanya juga kota wisata. Apa yang kamu lakukan selama menunggu di jalan atau antre di lokasi wisata lah yang membuat liburanmu makin berkesan. Tidak membuang sampah di jalan, tidak merusak benda dan properti, bersabar, serta menghormati budaya lokal. Di situlah seninya. Dan yang terpenting Enjoy Jogja.

Baca Juga: 3 Cara Bernostalgia di Beberapa Tempat Wisata Dekat Malioboro!

Topic:

  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya