Comscore Tracker

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di Dunia

Sempatkan mampir ke sini jika ke Jepang

Kolaborasi antara Mori Building di Jepang dan kolektor seni TeamLab berhasil menyuguhkan museum digital pertama di dunia. Yakni, museum teamLab Borderless.

Instalasi di teamLab Borderless merupakan kombinasi yang amat menarik antara ilmu pengetahuan dan seni. Pengunjung diajak masuk dalam Dunia Tanpa Batas (borderless) dengan sentuhan digital.

Inilah 14 potret museum teamLab Borderless yang bisa membuatmu terpana.

1. Dilansir dari sejumlah laman travel, museum teamLab Borderless menjadi destinasi di Tokyo yang wajib dikunjungi

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/nickleback

2. Di teamLab Borderless, pengunjung diajak menjelajah dan menemukan dunia tanpa batas

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/rosacrespo

3. Karya seni dipamerkan dan menjalin interaksi dengan yang lain

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/karenmichibata

4. Siapkan fisikmu untuk menjelajahi dunia tiga dimensi yang memiliki kompleks seluas 10.000 meter persegi

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/prettywhy

5. TeamLab Borderless memiliki zona-zona yang dibuat dengan 470 jaringan proyektor dan 520 jaringan komputer

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/witandfolly

6. Zona Borderless memiliki proyeksi variasi motif alam seperti bunga matahari dan musim gugur

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/_amandaleung_

7. Spot yang paling keren adalah air terjun yang berada di tengah-tengah zona. Pengunjung dapat memanjat batu yang tepat berada di bawah air terjun itu. Bikin speechless kan?

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/josh_saputra

Baca Juga: 5 Spot Wisata di Jepang Ala Film Blade Runner, Keren!

8. Area kedua adalah The Way of the Sea through the Memory of Topography. Di sini, pengunjung seakan berdiri di atas 'lautan' dan menyatu dengan fenomena bioluminensi

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di Duniateamlab.art

9. Zona ketiga adalah Forest of Resonating Lamps. Lampu akan menyala terang ketika kita berjalan mendekat. Familiar kan dengan spot satu ini?

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/marteauburin

10. Zona keempat yang membuatmu terpana adalah Sketch Aquarium. Di sini, pengunjung seolah menyaksikan giant sea world

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di Duniateamlab.art

11. Zona kelima adalah Athlethic Forest yang dipenuhi motif buah-buahan dan kembang api. Berada di sini membuatmu serasa di angkasa

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di Duniajapan-product.com

12. Terakhir, EN Tea House. Belilah secangkir teh seharga 500 Yen. Saat air dituangkan, muncul bunga-bunga yang bermekaran di atas permukaan teh kalian

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/mokomoko1187

13. Berkunjung ke teamLab Borderless patut masuk dalam bucket list kalian

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/yuka____0131

14. Nikmati waktumu di sana. Biarkan imajinasimu melayang tanpa batas. Dan, siapkan gaya sebaik mungkin untuk diabadikan

Potret Keren TeamLab Borderless, Museum Seni Digital Pertama di DuniaInstagram.com/katerinakatopis

Itulah 14 potret mengagumkan museum digital pertama teamLab Borderless. Untuk masuk ke sana, pengunjung dewasa wajib merogoh kocek 3.200 Yen (sekitar Rp400 ribu). Sedangkan, anak-anak 1.000 Yen (sekitar Rp130 ribu).

Baca Juga: Yuk, Perluas Pengetahuan dengan Berkunjung ke 7 Museum di Tokyo Ini!

Defrina Sukma Photo Verified Writer Defrina Sukma

masih malu-malu

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Just For You